74

1.5K 141 0
                                        

"Dari mana dek? Tumben banget mampir ke sini"

"Kita dari rumah sakit bang"-salma

"Hah? Siapa yang sakit?"

"Gaada yang sakit kok bang"

"Ohiya Salma mau tanya, Abang mau gak kalo nambah ponakan?"-salma

"Nambah ponakan? Ya mau dong "

"Kenapa nanya gitu dek"-kak putri

"Di dalam sini, ada calon ponakan Abang sama Kaka"- ucap Salma sambil mengelus perutnya

"Yang bener dek? Kamu hamil?"-bang Kevin

"Iya bang"

"Selamat adekku" ucap Kevin sambil memeluk Salma

"Di jaga ya kandungannya, pokoknya gaboleh kerja yang berat-berat, Ron jangan adek gue ya"

"Tanpa Abang suruh juga mas Roni udah larang Salma bang, gerak dikit aja ngomel dia"

"Bagus dong dek, itu artinya Roni sayang dan menjaga kamu dengan baik"

"Adekk selamat ya, kakak ikut seneng"-kak putri

Salma membalas pelukan putri "makasih banyak kak, Salma doain semoga Kaka juga cepet dapat momongan ya"

"Amin makasih dek"

"Ohiya bang, mumpung hari ini libur kita mau makan-makan bareng temen-temen kita, kalian ikut ya? Sekalian ngerayain kehamilan Salma"-roni

"Boleh aja sih, tapi emangnya gapapa kalo kita ikut?"

"Gapapa bang, malahan kita seneng kalo kalian ikut"

"Yaudah kalo gitu, kita siap-siap dulu ya"

Singkat cerita, mereka telah sampai di restoran yang sudah Roni booking, di sana sudah ada semua teman-teman mereka, bahkan papa Hendra dan kedua mertua Salma juga sudah berada di sana.

"Ada apa sih Ron tumben banget ngajak makan siang gini, mana di private room gini"-bang nayl

"Gini gais gue sama Salma mau kasih tau kalian sesuatu, tapi untuk kali ini biar Salma aja yang ngomong"

"Jadi kita mau kasih tau sesuatu, tapi ini aku mau yang aku kasih tau pertama tuh papa Hendra sama kak Paul, karena mereka adalah orang yang paling berjasa dalam hidup aku"

"Ada apa sih sal, kayak serius banget"-kak Paul

"Iya nak, ayo ngomong sama papa sini"-papa Hendra

Salma mendekat kepada Paul dan juga papa Hendra dengan sebuah kotak di tangannya.

"Salma mau papa sama kak Paul buka ini"

Paul dan papanya pun menerima kotak itu dan membukanya bersamaan. Betapa terkejutnya mereka melihat isi kotak itu.

"Sal ini serius?"-kak Paul

Salma pun mengangguk dengan sangat senang.

"Ya ampun nak, selamat ya anak papak bentar lagi nambah anak nih, di jaga ya nak kandungannya"

"Makasih papa. Salma makasih banget sama papa, dulu udah banyak bantu Salma, Salma gatau kalo dulu gaada papa sama kak Paul mungkin Salma gaada di posisi ini sekarang"

"Sama-sama nak, ini semua emang rejeki kamu dari Allah tapi melalui papa dan kak Paul. Pokoknya kandungannya harus di jaga ya makan yang banyak dan yang sehat, papa mau cucu papa lahir dengan sehat dan selamat, juga ibunya"

"Siap papa makasih ya udah sayang sama Salma"

"Iya nak"

"Kak Paul"

Paul langsung merentangkan tangannya melihat itu Salma langsung masuk kedalam pelukan Paul.

"Selamat ya sal, pokoknya di jaga dedek bayi nya, jangan sampai kecapean. Dan satu lagi kalo ada masalah diselesaikan baik-baik ya, itu pesan Kaka"

"Makasih banyak kak. Salma minta jangan tinggalin Salma dalam keadaan apapun ya kak, kita gatau kedepannya akan seperti apa tapi Salma berdoa semoga semuanya baik-baik aja. Salma sayang sama kak Paul"

"Kaka juga sayang sama kamu, dan kakak janji akan selalu ada buat kamu. Kalo ada apa-apa yang ganggu pikiran kamu, kamu boleh cerita ke Kaka ya jangan sampai jadi beban pikiran karena itu akan berpengaruh juga ke janin kamu"

"Iya kak makasih banyak"

Salma pun melepas pelukannya dan menghapus air matanya yang sudah mengalir sejak tadi.

Setelah semua teman-temannya memberi selamat kini mereka semua makan siang bersama.

"Bang Kevin sini deh samping Salma"

Bang Kevin pun menurut ia berpindah duduk di dekat Salma yang membuat Roni sedikit bergeser. Di sebelah kiri ada Paul dan di sebelah kanan ada bang Kevin. Salma menggenggam kedua tangan kakaknya itu erat-erat.

"Salma mau ngucapin makasih sekali lagi untuk kedua Kaka Salma. Terimakasih Abang udah mau terima Salma di kehidupan Abang, Salma seneng banget. Makasih juga buat kak Paul udah sayang dan menjaga Salma selama ini dengan baik maaf Salma gabisa balas kebaikan yang kalian kasih buat Salma, selalu sama Salma ya jangan pernah tinggalin Salma lagi apapun yang terjadi"

"Adek kok ngomong gitu, semuanya akan baik-baik aja kok. Adek juga gak perlu bilang makasih sama Abang"-bang Kevin

"Iya sal, kita sebagai kakak kamu emang udah tugag kita untuk menjaga kamu"-paul

"Aku banyak makasih sama kak Paul, walaupun kita gaada hubungan darah tapi Kaka udah sepenuh hati menjaga aku dan Lea selama ini"

"Sama-sama adekku. Udah ah jangan sedih-sedih"-paul

Paul dan Kevin pun memeluk Salma dari samping. Semua yang berada di sana pun menjadi terharu melihat mereka bertiga.

"Nanti Abang kabarin ayah ya? Ayah pasti seneng kalo tau kamu hamil cucunya"

"Gausah bang, ayah gamungkin seneng kehadiran Lea aja belum bisa ayah terima aku takutnya nanti ayah marah sama Abang kalo tau sekarang kita Deket"

"Maafin ayah ya sal. Aku yakin suatu saat nanti ayah pasti akan bisa Nerima kamu"

"Amin, doain ya bang"

***
"Hari ini capek banget ya kak padahal cuma keluar makan aja"

"Kamu capek? Aku pijitin ya biar lebih rileks"

"Gausah kak, aku mau rebahan aja terus kamu elusin perut aku ya"

Oke siap sayang"

Salma pun mengambil posisi tidur miring dengan Roni di belakangnya, ia langsung melingkarkan tangannya di pinggang Salma dan mulai mengelus perut Salma.

"Gimana sayang? Lebih rileks gak kalo gini"

"Iya kak, kayaknya adek akan selalu minta di elusin"

"Bagus dong kapan pun adek mau di elus tinggal bilang sama papa, walaupun papa lagi kerja pasti papa pulang demi adek"

"Heleh heleh gombalnya"

"Bukan gombal sayang tapi bener"

"Iya mas makasih banyak ya"

"Ohiya sayang Lea langsung bobo tadi ya?"

"Iya kak tadi pas kita sampai kan gak kebangun jadi langsung di anter ke kamar sama bi rum"

"Oooh. Gimana tadi reaksi dia waktu tau kamu hamil?"

"Dia seneng mas tapi dia juga sedih katanya, takut dia gak di sayang lagi"

"Tapi kamu kasih penjelasan kan ke Lea?"

"Iya mas, dan untungnya dia ngerti setelah aku jelasin"

"Syukurlah kalo dia ngerti, gak mungkin kita mau beda-bedain dia sama adek"

"Iya mas"

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang