82

1.5K 145 26
                                        

Sesuai janji mereka, sore ini mereka berkumpul di sebuah cafe, saat Salma datang teman-temannya langsung memeluknya.

"Sal sabar ya, ini semua ujian dari Allah"-aliya

"Awshh"-ringis Salma

"Ehh kenapa sal?"-aca

"Gays jangan terlalu kencang ya peluknya, di belakang Salma ada luka soalnya"-paul

"Ohh yaampun sal kita lupa maaf ya"-syarla

"Gapapa, gak terlalu sakit juga kok"-salma

"Sakit banget ya sal, saat Lo kembali ke fase ini lagi? Pasti berat banget kan lagi hamil tanpa figur suami"Nabila

"Sakit banget nab apalagi sekarang gue udah resmi cerai sama kak Roni. Tapi gapapa sekarang gue udah punya keluarga yang utuh, gue punya ayah, bang Kevin, kak iman dan juga kak Paul"-salma

(Gais nama Kaka Salma aku ganti ya jadi kak iman, biar gak terlalu gimana gitu kalo baca heheh✌️)

"Lo kuat banget sal, Lo selalu ngelewatin fase yang itu-itu aja"-varo

"Kita semua akan selalu ada buat Lo sal, kita tau Lo gak salah dalam masalah ini"-bang nayl

"Makasih ya gais, maaf juga kalo gue ada salah sama kalian"

"Lo gak ada salah sama sekali sal, harusnya kita yang minta maaf karena ini semua ulah teman kita"-gaby

"Udah ah jangan bahas itu, kita kan mau Happy happy disini"

Mereka lanjut berbincang bincang, perlahan Salma mengambil tangan Paul lalu menaruhnya di atas perutnya, ia mengkode Paul supaya mengelus perutnya, dan Paul hanya tersenyum lalu mengelus perut Salma. Tangan satunya lagi ia gunakan untuk merangkul Salma

"Mesra banget nih gue liat-liat"-dimas

"Iya lagi, kayak bukan adek kakak"-nabila

"Mereka mah beda nab"

"Adek lagi mau di elus sama ompanya,  jadi kalian gausah ganggu ya"-salma

"Iya deh iya percaya"

"Lea mending kita pesan ice cream yuk, kita ke sana"-aliya

"Ayoo onty"

'sakit banget sal liat Paul elus perut kamu seperti itu, harusnya aku yang ada di sana. Maafin aku sal aku nyesel sekarang udah berbuat kasar kemarin ke kamu, sekarang aku mau marah pun aku udah gak punya hak karena kita udah cerai. Tapi aku gak akan lepas tanggung jawab untuk anak yang ada di perut kamu'

Tanpa mereka sadari ada seseorang yang melihat mereka dari kejauhan.

****

"Kak Paul gamau nginep sini aja? Ayo dong, Salma kan mau nonton dulu nanti sama kak paul"

"Gak bisa sal, gaenak juga kalo harus nginep"

"Gapapa kok, iya kan ayah boleh kan?"

"Iya boleh, Paul kamu nginep aja ya, turutin dulu apa mau nya bumil"

"Hufhh yaudah deh, tapi kali ini aja ya?"

"Yeayyy oke kak Paul, makasih banyak ya"

"Sal, nih Kaka bikinin susu buat kamu sama ada buah juga"-kak iman

"Wahhh makasih banyak ya kak, maaf Salma ngerepotin "-salma

"Kakak gak merasa di repotkan kok, ayo dimana buahnya"-kak iman

Salma mulai memakan buah itu, namun tiba-tiba saja air matanya luruh begitu saja.

"Sal kok nangis, buah nya gak enak?"-kak Paul, namun Salma hanya menggeleng saja

"Terus kenapa nak?"

"Salma kangen sama kak Roni ayah. Ayah jangan marah sama Salma ya, Salma juga gatau kenapa tiba-tiba kangen kak Roni"-salma

"Sal, ayah minta kamu lupain Roni ya? Dia itu gak baik buat kamu, maaf dulu ayah malah jodohin kamu sama dia, kalau ayah gak ngelakuin itu dulu mungkin kamu gak begini sekarang"

"Iya sal, kamu lupain dia ya? Kaka juga gamau kamu kenapa-napa lagi, sekarang kan udah ada ayah bang Kevin, Kaka sama kak Paul yang sayang sama kamu dan akan jagain kamu selamanya "

"Makasih ya ayah, Kak iman, Kak Paul udah mau terima Salma di hidup kalian. Ini yang Salma mau selama ini, tapi ternyata tuhan punya rencana, dia jauhkan Salma dari kak Roni, dan kalian yang datang di hidup Salma. Salma makasih banyak sama kalian"

"Iya nak udah ya jangan sedih-sedih lagi, tadi katanya mau nonton sama kak Paul"

"Ohiya Salma lupa, ayo kak kita nonton"ucap Salma dengan girang padahal baru saja ia menangis

Dia berdiri lalu menarik tangan Paul. Memang mood bumil satu ini gampang sekali berubah ubah.

"Sal ini kan udah depan tv, emang mau nonton dimana?"

"Aku mau nonton di bioskop lantai 3"

"Ayah boleh gak Salma masuk buat nonton? Salma gak kotorin kok ruangannya, boleh ya?"

"Kenapa harus ijin nak? Kalo mau nonton ya tinggal masuk aja nanti kalo kotor biar bi Inah yang bersihin"

"Makasih ayah, ayoo kak Paul kita ke atas"

"Om Paul ijin ya, Paul gak bakal ngapa-ngapain kok"

"Iya om percaya sama kamu, tapi sal naik ke atas harus kapai life ya ayah gamau kamu kecapean kalau naik tangga sampai lantai 3"

"Siap ayah"-ucap Salma sambil mengangkat tangannya hormat

"Kak Paul kita nonton film romantis aja ya? Tadinya Salma mau nonton horor Suma ini ruangannya udah keliatan horor makanya gajadi"

"Hahah iya-iya terserah kamu aja mau nonton apa, kakak ikut aja ya"

"Okey deh"

Mereka pun duduk dan fokus menonton, dengan Salma yang asik memakan buah yang di potongkan kak iman tadi.

Tak lama Salma pun mulai ngantuk, tapi Paul belum sadar akan hal itu. Lalu ia pun tertidur dengan kepalanya yang berada di bahu Paul.

"Ya ampun sampai ketiduran segala, ini kalo gue biarin ntar badannya sakit-sakit lagi, tapi kalo gue angkat marah gak ya? Ah udah deh trobos aja dari pada dia gak enak tidur ya kalo di sofa gini"

Paul pun mengangkat Salma dan turun ke lantai 2 lalu menaruh Salma di kasurnya, ia usap kepala Salma dengan penuh kasih sayang baru ia keluar dari kamar itu.

"Salma nya mana Paul?"

"Salma nya udah tidur om, tadi ketiduran pas kita nonton jadi Paul angkat aja, barusan Paul taro di kamarnya"

"Yaudah makasih ya, kamu nginap aja ya disini, ada kamar tamu kok"

"Gapapa om kalo Paul nginep?"

"Gapapa nak, kamu sudah seperti anak om sendiri, bahkan om mau bilang makasih sama kamu karena sudah selalu menjaga anak om"

"Om gak perlu bilang makasih sama Paul, karena Paul udah anggap Salma sebagai adek Paul sendiri"

"Yaudah kamu ke kamar gih, ada di lantai atas ya pas samping kamar Salma"

"Ntar kalo kamu gak nginap terus besok Salma bangun kamu gak ada, yang ada bumil itu akan sedih nanti"

"Hahaha yaudah om, Paul ke atas dulu ya"

"Iya, kamu gapapa kan pakai baju Kevin dulu?"

"Gapapa om"

"Bi Inah udah taro di kamar kamu, kamu bersih-bersih habis itu istirahat ya"

"Iya om, selamat malam om"

"Hmm selama malam"

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang