"lega banget ya sayang, akhirnya sekarang gaada lagi yang ganggu kita, Zara udah di tangkap"-roni
"Iya sih kak, cuma kasian aja mana perempuan lagi"
"Gapapa. Itu juga karena kesalahan dia sendiri kan"
"Yaudah lah kak lupain aja"
Kemarin Zara telah di tangkap di Surabaya, awalnya ia berusaha melarikan diri namun kepungan dari polisi dan juga orang suruhan papa Adi, hingga ia berhasil di tangkap.
"Kalo kita pindahannya besok kamu mau gak sal?"
"Emang udah ada rumahnya kak?"
"Udah ada. Maaf kalo aku gak nanya kamu dulu ya"
"Gapapa kak. Yang penting nanti rumahnya nyaman"
Tok...tok...tok...
Bunyi ketokan dari luar, membuat Salma bangkit dari kasur menuju pintu kamarnya itu.
"Ehhh anak bunda udah bangun ini, masuk sayang"
Yang datang adalah Lea, ia baru saja bangun dari tidur siangnya
"Lea mau bobo sama ayah"
"Sini nak. Kok tiba-tiba ini datang mau bobo sama ayah"
"Lea kangen ayah, kan kemarin ayah sibuk kerja"
"Maaf ya sayang, yaudah ayah peluk ya, mau tidur lagi gak?"
"Enggak cuma mau rebahan aja sambil di peluk ayah"
"Yaudah"
****
Hari ini adalah hari dimana mereka akan pindah ke rumah baru, barang-barang sudah di atas mobil yang sudah di sewa, yang memang khusus untuk mengangkut barang.
Mereka semua berangkat, termasuk teman Salma dan juga Roni.
"Gila Ron, rumah Lo gede banget"-paul
"Biar anak dan istri nyaman ul"
"Tapi ini gede banget kak"
"Gapapa sayang, biar Lea nanti leluasa mainnya"
"Yaudah ayo kita masuk"-papa Adi
Mereka semua masuk dan duduk di ruang tamu. Teman Roni menganga malihat Isi dari rumah itu yang terlihat sangat mewah.
"Kak Roni, boleh gak aku duduk samping kak Paul?"
"Kenapa emangnya? Kok gamau Dudun samping aku?"
"Bukannya gamau kak, cuma aku kangen aja sama kak Paul, kan kemarin-kemarin gak ketemu"
"Yaudah sana"-jawab Roni cuek
Salma kembali duduk, ia tidak jadi duduk di samping Paul. Ia takut melihat Roni yang menjawabnya dengan cuek.
"Kenapa masih duduk di sini? Katanya mau duduk samping Paul"
"Gapapa kak, gak jadi aku mau disini aja"
"Udah gapapa Sana duduk sama Paul, aku cuma bercanda tadi"
"Beneran gapapa kak?"
"Iya sayang, udah sana"
Salma dengan girang berpindah duduk di samping Paul, lalu merangkul lengan Paul dan menyandarkan kepalanya di bahu Paul.
"Salma kangen banget sama Kaka"
"Kaka juga kangen sama Salma, maaf ya kemarin sibuk kerja jadi gak sempet ketemu"
"Gapapa kak"
Pemandangan itu tak luput dari semua orang yang ada di sana, mereka tersenyum melihat Salma yang begitu manja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Genç Kurguseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
