45

2.3K 119 9
                                        

5 bulan kemudian

Kegiatan Salma masih saja sama, walaupun kandungannya sudah memasuki bulan ke-6, ia tetap semangat untuk bekerja demi mendapatkan uang untuk persalinannya nanti dan perlengkapan bayi nya.

Selama ini Paul yang selalu menuruti ngidam Salma. Bukan Salma yang meminta tapi pernah saat mereka keluar bersama, dijalan tampak Salma selalu melihat ke arah penjual rujak, tapi karena ia tidak memiliki uang jadi ia tahan saja, tapi ternyata Paul menyadarinya

Flashback

"Kamu mau sal, rujaknya?"

"Hah? Enggak kok kak, aku gak pengen"

"Gak pengen kok diliatin sampe segitunya sampe noleh lagi"

"Hehehe, sebenernya pengen kak cuma aku belum ada uang nya, jadi gapapa aku liatin dulu aja nanti kalo aku udah gajian baru aku beli"

Tanpa menjawab Paul langsung memutar balik mobil yang ia pakai

"Kok puter lagi kak?"

"Kita beli rujaknya sekarang, aku yang beliin"

"Tapi kak.."

"Gaada tapi-tapian, emang kamu mau kalo anak kamu ileran? Lagian kan aku udah pernah bilang, kalo kamu mau sesuatu bilang sama aku"

"Iya kak aku cuma gak enak aja selama ini kamu yang selalu bantuin aku. Nanti kalo aku gajian aku ganti ya"

"Udah gausah pake diganti segala"

****
Saat ini Paul kembali mengantar Salma ke cafe, walaupun dekat Paul tidak akan membiarkan Salma cape. Selama menemani Salma pun, Paul memberanikan diri untuk meminta mobil kepada papanya, ya meskipun tanpa sepengetahuan mamanya karena pasti mama nya akan melarang.

Sesampainya di cafe, mereka melihat sedang ada bang nayl, varo, gaby, Dimas, aca, syarla, kaluna dan juga Aliya. Ya, Roni tidak ada di sana, entah kemana lelaki itu.

Paul yang melihat teman-temannya di sana, tidak jadi mengantar Salma masuk. Ia juga sengajah menghubungi bang nayl menanyakan dimana dia sekarang, supaya ia bisa menyusul masuk.

Saat Salma masuk ia langsung di suruh oleh temannya untuk melayani bang nayl dkk.

"Sal tolong bawain buku menu ke meja 2 ya"

"Kamu aja ya sel, aku masih agak engap"

"Aku lagi bikin pesenan sal, tolong ya bima belum datang soalnya"

"Yaudah deh"

Dengan penuh keberanian Salma mengambil buku menu dan membawanya ke meja 2

"Permisi mas, mbak mau pesan apa ini buku menunya"-salma

"Salma"-kaluna

Salma hanya tersenyum saja ketika kaluna menyebut namanya. Tak lama dari itu Paul pun masuk dan duduk di sebelah Dimas

"Wihhh ada tukang selingkuh nih"-aliya

"Widihhh lagi bunting sal, itu anak selingkuhan Lo ya pasti"-ejek varo

"Ya pasti lah orang tiap honeymoon sama Roni selalu gagal, terus gak pernah ngasih jatah juga di rumah"-sambung Dimas

"Gue gak nyangka sal, gue kira Lo cewek baik-baik ternyata cuma muka Lo doang yang kalem"-syarla

"Ntar kalo Roni datang tarus liat dia hamil gini pasti Roni seneng sih udah ngelepas dia waktu itu"-bang nayl

Salma sangat berusaha menahan air matanya agar ia tidak terlihat lemah. Ia melihat ke arah Paul dan melihat Paul yang menggelengkan kepalanya, tanda melarang dia buat menangis.

"Maaf kalian mau pesen apa ya?"-salma

"Emang selingkuhan Lo bukan orang kaya ya? Kok Lo masih kerja di cafe gini? Atau Lo di tinggal karena Lo hamil?"-aca

"Ya pasti lah, dia kan cuma di jadikan pemuas nafsu doang"-gaby

"Hahahaha"all

Salma yang sudah tidak tahan pun pergi dari sana tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Bagaimana pun ia menyangkal ucapan teman-temannya tetap saja ia salah Dimata mereka.

Ia menangis tersedu-sedu di belakang. Tidak menyangka teman yang dulu selalu bersamanya, bahkan Aliya dan kaluna yang merupakan teman masa kecilnya juga ikut mengejek dirinya.

Tak lama ia melihat Roni memasuki cafe, dengan outfit serba hitam yang membuat ketampanan nya semakin bertambah.

Laki-laki yang selama ini ia rindukan dan masih ia sayangi sampai saat ini. Entah bagaimana kehidupan lelaki itu sekarang, Salma tidak tau. Yang ia lihat, Roni sama sekali tidak memiliki raut wajah yang sedih seperti dirinya.

"Sayang, maafin bunda ya nak, gara-gara bunda kamu dijadikan bahan ejekan. Kemarin adik pengen Deket ayah kan nak, sekarang ayah udah ada disini adik happy gak? Harus happy ya walaupun kita gak bisa ketemu langsung tapi setidaknya kita udah liat dan Deket sama ayah" ucap Salma mengusap perutnya sambil terus melihat ke arah Roni.

Ya, kemarin memang salma tiba-tiba saja ingin bertemu dengan Roni, ternyata itu adalah kemauan dari anaknya yang ingin dekat dengan ayahnYa.

"Kamu pasti udah bahagia sekarang ya kak, kamu udah gak nanggung beban lagi sekarang. Sehat selalu ya kak, bahagia selalu dengan wanita pilihan kamu nanti. Aku janji akan rawat anak kita dengan sepenuh hati"

****

"Wesss bos Genk kita udah Dateng nih"-gaby

"Tumben lu mau ikutan nongkrong Ron, biasanya kalo jam segini Lo udah di kamar"-paul

"Lagi pengen aja, lagian bosen juga dirumah mulu"

"Traktir dong Ron, laper nih kita baru pesen minum soalnya"-varo

"Yaudah pesen aja ntar gue yang bayar"-roni

Varo langsung mengangkat tangannya meminta buku menu. Lagi dan lagi sela menyuruh Salma untuk mengantarkan buku menu itu. Karena tidak mau Roni melihatnya bekerja di cafe itu, ia memilih memakai masker walaupun engap tidak papa, ia bisa menahannya sebentar.

"Kok pake masker mbak"-varo

"Saya lagi flu mas, maaf ya"-salma

"Udah kali buka aja maskernya"gaby

"Varo gaby itu gak sopan namanya"-roni

"Maaf bos"-varo dan gany

"Lagian mbak, udah hamil masih aja kerja, emang suaminya gak nyari nafkah?"-roni

Salma hanya diam saja, tak menanggapinya. Ini memang tujuan varo dan gaby ingin mempermalukan Salma kembali di depan Roni, tapi rencananya gagal.

Setelah melihat buku menu, mereka memesan makanna yang mereka inginkan.

***
Segini dulu ya, jangan lupa komen dan vote☺️

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang