"hebat sal, Lo bisa suruh dia pergi cuma pake kata-kata"
"Hebat banget sih istri aku ini"
"Hehhe maaf ya kak, tadi aku kasar ke bunga. Abisnya aku muak liat dia ngenit gitu ke kamu"
"Gapapa dong, itu artinya kamu lindungi aku dari godaan setan"
"Hallah bisa aja kamu kak"
"Yaudah kita ke ruangan aku dulu ya, aku juga mau periksa dokumen sebentar"
"Iya kak ayo"
Mereka bertiga pun naik ke ruangan Roni, dan semua yang berada di sana Bubar dan kembali bekerja
"Kamu sama Lea duduk dulu ya, kalo haus kamu ambil aja minuman di kulkas"
"Iya kak"
Salma dan Lea pun duduk sembari menunggu Roni yang sedang memeriksa beberapa dokumen. Mata Salma mengedar melihat beberapa foto yang berada di ruangan Roni.
Di sana terdapat foto Roni bersama kedua orang tuanya, dan foto Roni bersama semua teman-temannya yang nampaknya sedang liburan. Salma selalu memandang foto itu melihat senyum semua teman-temannya yang sangat lebar dan tampak bahagia.
"Itu foto aku sama teman-teman waktu kita liburan sal. Setelah kejadian malam itu, mereka ngajak aku liburan buat ngelupain semuanya tentang kita"
"Bahagia banget kak fotonya"
"Maaf ya, dulu memang aku niatnya buat ngelupain kamu. Maaf di foto itu aku kelihatan bahagia banget, sedangkan kamu aku gatau gimana keadaan kamu waktu itu"
"Gapapa kak, aku seneng lihatnya. Aku seneng lihat kamu bisa senyum seperti itu"
"Itu Lea nya udah bobo, kamu bawa ke kamar gih, terus kamu balik lagi kita cerita-cerita ya"
Salma pun mengangkat Lea ke kamar yang memang berada di ruangan Roni. Dan Roni dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya lalu duduk berdua dengan Salma.
"Dulu kakak ingat gak waktu Kaka lagi nongkrong di cafe j'five bareng semua teman-teman kakak?"
"Iya ingat, emangnya ada apa?"
"Kaka ingat kan yang layani Kaka dulu wanita pakai masker dan sedang hamil?"
"Iya aku ingat"
"Itu aku kak"
"Sal? Serius itu kamu?"
"Iya kak, aku sengajah pake masker karena aku malu dan takut ketemu kakak. Apalagi setelah teman-teman ngejek aku, rasanya aku gamau ketemu kalian waktu itu tapi itu semua tuntutan pekerjaan aku"
"Mereka ngejek kamu? Maksud nya gimana. Perasaan waktu aku di sana aku gak denger sama sekali mereka ngejek kamu"
"Sebelum kamu datang kak"
"Mereka bilang apa aja sama kamu"
"Aku bukannya mau ngadu ya tapi kamu yang nanya tadi. Mereka bilang ke aku kalo anak yang aku kandung itu anak selingkuhan aku, dan mereka bilang kalo aku cuma jadi pemuas nafsu aja, jalang, dan masih banyak lagi"
"Serius mereka bilang gitu sama kamu?"
"Iya kak, rasanya sakit banget kak. Teman yang aku anggap keluarga selama ini bisa ngomong gitu ke aku. Ya walaupun aku tau itu semua cuma salah faham"
"Ya ampun aku gatau sama sekali kalo mereka ngomong gitu sama kamu"
"Tapi walaupun aku sedih waktu itu, aku juga seneng banget kak bisa liat kamu datang ke sana. Sehari sebelum kalian nongkrong itu, aku pengen banget ketemu dan Deket sama kamu ya mungkin itu kemauan anak kita, tapi waktu itu aku cuma pelukin baju kamu. Dan waktu aku ngeliat kamu datang, aku seneng banget aku senyum-senyum ngeliatin kamu sambil ngelus perut aku, cuma itu yang bisa aku lakukan"
"Baju aku? Kamu dapat dari mana?"
"Tas yang aku bawa waktu itu ternyata ada baju kamu di dalam. Jadi setiap aku kangen aku pelukin, setiap aku mau tidur aku pelukin juga biar aku ngerasa aman"-ucap Salma dengan senyum getirnya
Salma mulai menitihkan air matanya jika mengingat kehidupannya dulu saat sedang hamil. Jika tidak ada Paul mungkin ia sudah tiada saat ini.
Roni langsung membawa Salma ke dalam pelukannya dan menenangkan wanitanya itu.
"Maafin aku sal, maaf aku gabisa nemenin kamu di masa sulit kamu waktu hamil. Makasih juga udah berjuang selama ini demi Lea, aku makasih banget sama kamu"
"Gapapa kak. Tapi kamu percaya kan Lea itu anak kamu?"
"Of course. Lea mirip banget sama aku, gamungkin aku gak percaya. Kalo aku gapercaya Lea itu anak aku, gamungkin aku Nerima dia seperti sekarang"
"Makasih banyak kak"
"Aku yang makasih sayang"
Setelah cukup sore, mereka pun pulang untuk beristirahat karena sudah lelah hari ini, dan pernikahan mereka juga 2 hari lagi.
Gengs, segini dulu ya.
Part selanjutnya adalah pernikahan Salma dan Roni.
Jadi, STAY TUNE 🥰
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teen Fictionseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
