75

1.5K 136 17
                                        

Hari-hari berlalu, minggu-minggu berlalu dan bulan-bulan berlalu, tidak terasa kini kandungan Salma sudah memasuki bulan ke-4.

Di kediaman Salma dan Roni kini semuanya sedang sibuk mempersiapkan acara 4 bulanan Salma yang akan di langsungkan siang nanti.

Saat semuanya sedang sibuk, Salma dan Roni hanya diam di kamar karena dari pagi tadi perut Salma tak henti-hentinya keram.

"Masih keran gak sayang perut nya?"

"Masih mas, aku gak kuat banget lemes juga"

"Mas bantu elus ya sayang, mas gak tau harus apa sekarang. Tadi juga mama bilang elus aja perutnya"

"Iya mas, makasih ya"

Kini acara akan segera dimulai, semua orang sudah datang, tinggal menunggu Salma dan Roni saja.

"Mas gendong aja ya sayang, takutnya kamu gakuat turun tangga"

"Iya mas"

Roni pun langsung menggendong Salma menuruni tangga. Semua yang ada di bawa melihat aksi mereka berdua.

"Masih keran ya sal perutnya?"-mama Amelia

"Iya ma. Makanya Roni gendong aja takutnya nanti gak kuat turun tangga karena lemes juga katanya"-roni

"Yaudah sayang, duduk yuk biar GK capek"-mama amelia

Rangkaian acara telah selesai, kini semua tamu tengah makan hidangan yang telah di siapkan.

"Mau makan gak sayang?"

"Nanti aja deh mas"

"Ayah ayah Lea mau disuapin ayah dong makannya"

"Wahh anak ayah mau di suap ya? Boleh sayang sini piringnya"

Mereka duduk bertiga dengan Lea yang berada di tengah-tengah mereka, dan kini Roni sedang menyuapi Lea makan sesuai permintaan gadis itu.

"Lea suka sayang makanannya?"

"Suka ayah enak banget"

"Pinter nih anak ayah gak pilih-pilih makanan"

"Iya soalnya kata bunda harus bersyukur apapun yang kita punya"

"Pinternya" ucap Roni lali mengecup kepala Lea.

Saat sedang asik bercanda, satpam di rumah mereka masuk dan menemui Roni.

"Pak Roni, maaf ini ada titipan bunga dari teman bapak dan ibu Salma"

Ucapan satpam tersebut membuat Salma dan Roni bingung, pasalnya semua teman mereka ikut menghadiri acara tersebut, lalu siapa yang mengirim bunga itu.

"Oh iya pak makasih banyak ya"

Roni menerima bunga itu

"Dari siapa ya mas? Kan temen kita hadir semua"

"Gatau sayang"

"Coba liat mungkin ada nama pengirimnya"

Roni pun melihat seksama bunga itu dan benar saja di sana ada secarik kertas.

'hai sayang maaf ya aku gak bisa hadir di acara 4 bulanan anak kita, di sana kan ada suami kamu. '

'sehat selalu ya kandungannya di jaga, pokoknya aku akan selalu jagain kamu dan anak kita dari jauh'

'aku gak nyangka hasil keringat kita malam itu jadi juga, heheh'

Setelah membaca tulisan itu emosi Roni memuncak, ia langsung meletakkan piring yang ia pegang dan langsung berdiri.

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang