44

2.2K 120 6
                                        

"kak Paul percaya kan sama aku, kalo yang di foto itu bukan aku"

"Iya sal gue percaya sama Lo, sekarang gue anter Lo ke hotel ya, buat malem ini besok gue jemput lagi buat cari kost"

"Aku gak punya uang kak buat bayar hotelnya"

"Lo tenang aja, gue yang bayarin kok gak usah pikirin biaya"

"Makasih banyak ya kak, di saat semua orang gak percaya sama aku, kamu masih ada di sini buat nemenin aku"

"Sama-sama sal, Lo udah gue anggap adik gue sendiri gue pasti percaya sama Lo"

"Makasih kak"

"Udah ayo kita berangkat keburu ada yang liat nanti"

Sesampainya di hotel

Paul mengantar Salma hingga ke kamar, memastikan wanita itu sampai dengan selamat.

"Perutnya sakit sal?"- Paul

"Enggak kok"-salma

"Terus kenapa dari tadi Lo pegangin Mulu"

"Duduk dulu yuk ul, ada yang mau gue ceritain"

"Mau cerita apa? Ayo ngomong aja"

"Sebenarnya gue hamil ul"

"HAH?"

"Lo percaya kan sama gue kalo gue hamil anak kak Roni"

"Iya gue percaya, cuma kok Lo gak pernah bilang?"

"Sebenarnya gue tau ini Minggu lalu, dan kehamilan gue udah masuk Minggu ke 4. Tadinya gue mau kasih tau kak Roni di hari ulangtahun nya, tapi semuanya kacau karena masalah foto itu"

"Terus sekarang gimana? Masa Roni gak tau Lo hamil"

"Gausah di kasih tau ul gue bisa kok jalanin ini sendiri. Takutnya kalo dia tau dia mikirnya ini bukan anak dia"

"Iya juga sih. Tapi Lo tenang aja ya, gue pasti bakal nemenin Lo terus, kalo misal Lo ngidam apapun nanti bilang sama gue, sebisa mungkin gue bakal turutin ya"

"Iya kak, makasih banyak ya"

"Sama-sama. Gak perlu bilang makasih terus"

"Tapi siapa ya ul yang naro foto itu di akhir video gue tadi, padahal gue juga gak tau itu foto siapa"

"Gue yakin sih ada yang gak suka sama Lo, fotonya juga kentara kalo itu foto editan"

"Terus tadi kenapa Lo gak belain gue kalo Lo tau itu foto editan"

"Gue cuma takut Roni makin emosi dan makin nyakitin Lo"

"Lo ada curiga sama orang gak ul?"

"Ada sih tapi kita gak punya bukti"

"Gue rasa pemikiran kita sama"

***
Di kampus hari ini, terlihat Roni dan teman-temannya sedang berkumpul di kantin.

"Ul, kemarin Lo yang nganter Salma ya?"- celetuk varo

"Hah? Enggak ngapain juga gue nganter dia"- ucap Paul berbohong

"Kirain, soalnya kan abis Salma pergi gak lama Lo ikut juga"- varo

"Iya sorry ya Ron, soalnya kemarin bokap nelfon jadi gue buru-buru pulang"-paul

"Gapapa ul, gue juga ngerti kok"-roni

"Sekarang Lo masih di rumah papa lo Ron? Atau balik ke rumah Lo sendiri?"-bang nayl

"Gue balik bang, gue gak mau bokap nyokap tau kalo gue masih emosi"-roni

"Tapi sekarang Salma kemana ya gais, kemarin kan dia keluar nya malem banget"-aca

"Udahlah sayang, ngapain sih mikirin dia"-varo

"Tau Lo ca"-syarla

"Maaf ya Ron, gue gak bermaksud"-aca

"Gapapa ca, santai aja"- roni

Hari ini setelah pulang dari kampus Paul kembali menjemput Salma di hotel tapi kali ini ia menggunakan mobil. Tadi ia menyempatkan ke kantor papa nya untuk meminjam mobil, karena ia tau keadaan Salma yang sedang hamil.

Setelah berkeliling cukup lama belum ada yang cocok karena harganya yang sangat mahal. Salma lebih memilih mengambil kontrakan saja karena cukup murah baginya, walaupun kontrakannya sangat sempit dan juga sudah lumayan lama kosong

Paul membantu Salma membersihkan rumah itu dan merapikannya. Bukannya Paul membiarkan saja Salma memilih rumah yang kosong, ia sudah menyuruh Salma memilih kost yang bagus dan nyaman untuknya, bahkan Paul pun menawarkan untuk membantunya membayar kost itu tapi Salma menolak. Membantu nya saat ini saja Salma sudah sangat bersyukur, ia tidak mau lagi merepotkan Paul.

Karena sudah tidak lanjut kuliah, Salma memutuskan untuk kembali bekerja, ia kembali melamar kerja di cafe yang tak jauh dari kontrakannya, agar ia bisa berjalan kaki saja tanpa mengeluarkan ongkos lagi.

Hari ini adalah hari pertama Salma bekerja di cafe j'five. Karena sudah memiliki pengalaman sebelumnya jadi ini bukan menjadi hal baru bagi Salma.

Hari-hari nya ia lalui dengan bekerja jika sedang sift pagi di cafe maka ia akan bekerja di toko bunga begitupun sebaliknya.

Ya, Salma juga bekerja di sebuah toko bunga. Karena hanya setengah hari bekerja di cafe maka setengah hari lagi ia manfaatkan juga untuk bekerja.

Sore ini Paul datang ke kontrakan Salma, ia membawakan buah untuk kesehatan janin di kandungan Salma.

"Ya ampun kak harusnya gak usah repot-repot"

"Gapapa sal, kan biar ponakan gue sehat"

"Makasih ya kak"

"Iya. Lo nyaman gak tinggal di sini? Kalo gak kita cari yang lain lagi yuk"

"Nyaman kok kak, nyaman banget malah. Walaupun sangat sederhana tapi aku bersyukur masih ada tempat buat tinggal"

"Kira-kira kapan ya kak aku bisa ngerasain bahagia yang seutuhnya. Di teriman baik sama ayah, bang Kevin kak diman, hidup bahagia sama suami, mertua, apalagi sekarang aku lagi hamil"

"Apa orang miskin dan pembunuh kayak aku gak berhak bahagia ya kak? Selama ini cuma penderitaan yang aku dapat, aku fikir setelah kak Roni bisa Nerima aku, aku akan hidup bahagia ternyata aku salah kak"

"Kapan ya kak kebahagiaan itu datang?"

Setelah mengatakan itu air mata Salma pun menetes dan ia menundukkan kepalanya.

"Kebahagiaan itu pasti datang sal tapi bukan sekarang. Allah tau kamu kuat menjalani hidup ini, dan Allah pun tau jika sudah saat nya nanti dia akan mendatangkan kebahagiaan yang berlimpah buat kamu. Kunci nya cuma sabar"

"Kamu harus kuat menjalani hidup ini, demi anak kamu ya"

"Makasih ya kak"

"Ohiya sekarang kamu kerja dimana?"

"Aku kerja di cafe kak sama di toko bunga. Lumayan buat nabung nanti buat lahiran apalagi perlengkapan bayi kan mahal-mahal"

"Gapapa dong yang penting kan halal, yang penting kamu ingat jangan sampai kecapean ya"

"Iya kak"

"Kamu yakin kan bisa mengurus bayi itu, walaupun tanpa sosok ayah"

Pertanyaan Paul itu membuat Salma kembali meneteskan air matanya.

"Bohong kalau aku bilang iya kak, pada dasarnya aku sangat-sangat tidak siap apalagi ini pengalaman pertama aku, tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk merawat dia nanti"

"Aku akan selalu nemenin kamu sal, tenang aja ya"

"Makasih kak.. tapi emang kak Roni gak tau mau masih nemenin aku?"

"Enggak"

Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang