"kak Paul Salma mau makan es krim, tapi mau yang kak Paul bikin"
"Hah, Kaka mana tau bikin es krim sal"
"Kan bisa liat tutor di YouTube kak, ayo dong ini maunya adek loh"
"Uuhhh bisa banget ya sekarang bilang maunya adek"
"Hehhehe boleh ya kak kan hari ini Kaka gak ke kantor"
"Yaudah boleh, tapi kita belanja dulu ya bahan-bahannya"
"Oke let's go"
Salma dan Paul pun berangkat ke supermarket dekat dari rumah, Paul memang masih berada di rumah Salma karena hari ini ia tidak masuk kantor jadi ia berusaha untuk menghibur Salma agar tidak berlarut-larut.
"Kamu yang liat ya, aku gak tau soalnya"
"Oke kak tenang aja"
"Pelan-pelan aja jalannya"
"Iya kak Paul ihh bawel banget sih"
Setelah berbelanja kini Paul dan Salma sudah berada di dapur, dan akan membuat es krim sesuai permintaan Salma dengan rasa coklat dan durian.
"Hahaha kak Paul itu di pipi Kaka ada cream nya"
"Itu kan kerjaan kamu sal. Kaka balas nih"
"Ihhh jangan dong, nanti adek marah loh"
"Itu aja terus alasannya"
"Emang bener kok, iya kan dek? Nanti adek marah kan sama ompa? Tuh katanya iya kak"
"Iyalah terserah kamu aja"
****
Saat ini Roni bangun dan terus mencari keberadaan Salma dan juga Lea, ia sudah mencari keliling rumah bahkan bi rum pun ikut mencari namun tidak ada.
Ia mencoba menghubunginya namun tidak aktif, seperti nya sudah di blokir oleh Salma
"Kemana sih tu anak, gak ada henti-hentinya bikin masalah. Ntar kalo dia hilang gue juga yang kena marah sama ayahnya"
"Kenapa sih istri Kaka itu bikin masalah aja, sekarang pake ngilang segala"-zara
"Emang gila dia itu, biarin aja lah ntar juga balik sendiri"-roni
Zara hanya tersenyum miring saja saat melihat Kaka sepupunya itu marah karena Salma.
'ini belum seberapa'
Saat ia masuk kembali ke rumah ia mendengar ponselnya berbunyi dan ternyata itu telfon dari papa nya
Halo pa, ada apa?
Kamu siap-siap sekarang kita ketemu di cafe x, ada yang mau papa omongin
Omongin di telfon aja pa, Roni masih males keluar
Gak bisa kita harus ketemu sekarang, papa tunggu 25 menit lagi
Aiss iya pa Roni ke sana sekarang
"Maaf pak Bagas Roni baru berangkat dari rumah, gapapa kan kalau menunggu sebentar?"
"Gapapa pak Adi saya juga gak terlalu sibuk kok di kantor"
Tak berselang lama Roni pun sampai, ia kaget saat melihat ada ayah mertuanya di sana
"Assalamualaikum pa, ayah maaf udah buat kalian nunggu lama"
"Gapapa nak, ayo duduk"-papa Adi
"Langsung aja ya pak, saya ajak kalian bertemu disini karena saya mau membahas tentang rumah tangga anak kita. Semalam Salma pulang ke rumah dalam keadaan nangis dan luka di belakangnya, saat ia cerita ternyata ia di cambuk oleh suaminya menggunakan ikat pinggang"-ayah Bagas
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Fiksi Remajaseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
