77

1.3K 140 14
                                        

"ayo jelasin sekarang"

"Jelasin apa mas, aku gatau apa-apa"

"Masih gamau jujur? Disini udah gaada siapa-siapa jadi kamu ga perlu drama lagi, ayo jelasin sekarang maksud dari tulisan itu apa"

"Mas sumpah aku gatau hiks, aku aja gatau siapa yang kirim bunga itu terus aku harus jelasin apa?"

"Beneran masih gamau jujur"

"Mas aku harus jujur apa kalo aku sendiri gatau apa-apa"

"Oke kalo kamu emang gamau ngomong"

Roni meninggalkan salma seorang diri di ruang tamu, ia memilih masuk kamar dan menguncinya.

"Ya Allah aku harus apa sekarang, aku sama sekali gatau soal bunga itu tapi selalu aja aku yang kena marah. Tolong ya Allah kali ini aja kasih aku dan anak aku kebahagiaan"

Salma ikut naik ke atas mencoba membuka handle pintu itu namun sayangnya di kunci oleh Roni.

"Mas bukain dong"

"Mas Roni, aku sama adek mau masuk boleh gak? Katanya adek kangen sama ayah pengen di elus sama di ajak ngobrol, masih boleh gak adek di elus sama ayah?"

"Mas Roni..."

"DIEM!! Jangan berisik di situ"

"Yaudah mas, Salma ke kamar tamu ya mau istirahat, Salma ijin ya bobo di sana. Nanti kalo butuh apa-apa panggil aku aja"

Salma pun memasuki kamar yang tepat berada di samping kamarnya.

"Jangan marah sama ayah ya dek, mungkin sekarang ayah lagi capek jadinya gabisa ngontrol emosi, sekarang kita bobo tapi gak di elus ayah gapapakan sayang? Ayah kan lagi istirahat juga, tolong kerja samanya ya nak"

Salma mencoba memejamkan matanya namun nihil, ia sama sekali tidak bisa tidur. Malahan perutnya dari tadi terasa tidak enak.

"Adek kenapa nak? Gabisa ya kalo gak di elus Ayah?"

Salma mencoba mengelus perutnya namun perutnya semakin terasa sakit.

Perlahan ia keluar dan kembali mengetuk pintu kamar suaminya itu.

"Mas, bisa tolongin aku gak? Perut aku keram banget mas aku gakuat"

Tak ada jawaban dari dalam. Kini salma duduk di lantai karena perutnya semakin terasa sakit.

"Aku telfon bang Kevin aja deh, siapa tau dia bisa ke sini nolongin aku"-salma

Namun dari Kevin dan putri sama sekali tidak ada jawaban, Salma memilih menelfon Paul untuk meminta tolong.

Untungnya Paul masih di jalan sepulang dari rumah Salma jadi dia bisa langsung putar balik ke rumah itu lagi.

Sesampainya di sana ia langsung masuk, dan ia melihat Salma sudah duduk di lantai dan bersandar pada dinding sambil memegangi perutnya.

"Sal perutnya masih sakit?"

"Masih kak ini sakit banget, Salma gakuat"

"Suami kamu mana? Kenapa dia gak nolongin kamu?"

"Mas Roni ada di kamar kak, kamar nya juga di kunci"

"Kurang ajar"-umpat Paul

"Yaudah kita ke rumah sakit aja ya, aku gamau kandungan kamu kenapa-kenapa"

"Iya kak"

"Iya kak"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Akankah Bahagia? (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang