"kak Roni gak ke kantor?"
"Enggak sal, lagi males soalnya, aku juga udah nitipin kantor ke sekertaris aku"
"Yaudah, ayo makan dulu, aku udah beres masaknya"
Mereka berduapun turun untuk makan. Di meja makan sudah ada Alea yang menunggu mereka berdua.
"Ayah sama bunda kenapa lama sekali"
"Maaf ya sayang, tadi bunda liat adek dulu"
"Yaudah, ayo kita makan"
****
"Sal, ntar malam ikut aku yuk"
"Hah? Mau kemana kak?"
"Aku mau ngajak kamu ke sebuah tempat. Nanti Kaka dan adek kita titipin aja dulu di rumah mama"
"Yaudah boleh, asal jangan lama-lama ya. Aku gak tega ninggalin Kaka dan adek lama-lama"
"Iya sayang"
"Itu adek udah tidur ya"
"Iya kak"
"Yaudah kita tidur juga yuk. Kaka tadi udah tidur juga, kita bobo siang dulu nanti bangun kita langsung siap-siap"
"Yaudah kak"
Mereka pun merebahkan diri di atas kasur dengan Roni yang memeluk Salma dari samping.
Malamnya, mereka berdua sudah siap dengan dresscode merah. Sebelum menuju tempat yang Roni maksud, mereka berdua mengantar Lea dan juga chio ke rumah mama Roni. Setelah nya barulah Roni dan Salma menuju tempat tujuan mereka.
Sesampainya di sana, Salma di buat bingung. Pasalnya itu adalah sebuah hotel yang besar, mewah dan megah.
"Kak, kita ngapain ke sini"
"Udah kamu tenang aja, aku ijin tutup mata kamu ya"
"Kak ngapain di tutup segala, aku susah nanti jalannya"
"Enggak kok, nanti aku bantu"
Roni membantu Salma untuk berjalan, sesampainya di gedung Roni mulai membuka mata Salma.
"SURPRISE"
Salma kaget dan menutup mulutnya. Ia melihat dekorasi sekitar, di penuhi balon dan juga bunga berwarna merah.
Semua sahabatnya, keluarga Roni, keluarga nya bahkan kedua anaknya juga ada di sana.
Salma yang bingung pun beralih menatap Roni. "Happy birthday bunda"-ucap Roni sambil tersenyum
Salma kaget lagi, bahkan hari ulang tahunnya pun ia lupa, saking sibuknya mengurus suami dan kedua anaknya.
"Ya ampun kak, aku aja lupa kalo aku ultah hari ini"
"Kamu kan sibuk terus sayang, tapi semoga dengan surprise yang kami kasih ini, bisa buat kamu bahagia"
"Aku bahagia banget, makasih ya semuanya"
Gedung yang besar, dekorasi yang indah, bahkan makanan yang sangat banyak. Tapi tak ada orang lain yang mereka undang selain sahabat dan keluarga.
"Gays, disini gue mau bilang makasih ke kalian semua yang udah bantu siapin ini semua. Mau makasih juga buat mama papa, ayah bagash, kak iman, bang Kevin, dan kak putri yang juga ikut membantu, tanpa kalian semua surprise buat Salma hari ini ga akan bisa seindah ini"
"Disini, aku mau bilang makasih buat istri aku, yang selalu sabar selama ini menghadapi aku, Kaka Lea dan juga adik chio. Terimakasih banyak bunda, kamu adalah wanita yang sangat hebat"
"Maaf juga atas sikap aku selama ini, yang selalu jahat sama kamu, selalu nyakitin kamu, aku tau aku sangat kasar selama ini sama kamu, tapi kamu dengan hati yang lapang selalu memaafkan aku, makasih untuk semuanya itu"
"Sekali lagi, happy birthday bunda. Semoga sehat selalu, selalu sabar dalam mengurus kedua anak kita."
Semua yang mendengarnya pun ikut terharu, termasuk Salma yang sudah banjir air mata.
"Aku juga mau bilang makasih sama kalian semua, karena udah kasih aku surprise seindah ini. Ini pertama kalinya dalam hidup aku. Dari kecil aku selalu impi-impikan momen seperti ini dimana ulang tahun aku di rayakan, tapi ternyata Allah baru ngasihnya hari ini"
"Terimakasih buat mama papa yang sudah sayang sama Salma selama ini, buat ayah, kak iman dan bang Kevin terimakasih sudah menerima Salma di hidup kalian, Salma bahagia banget. Buat kak putri, makasih udah selalu support Salma"
"Buat sahabat aku semuanya, terimakasih sudah ada selama ini di saat aku lagi susah, makasih buat semuanya"
"Dan buat suami aku, makasih untuk surprise Nya. Maaf juga kalo aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu, maafin semua kekurangan aku. Aku hanya berharap, rumah tangga kita selalu bahagia dan kita selalu bersama sampai kita tua"
Setelah mengucapkan itu, Roni langsung menarik Salma ke dalam pelukannya.
Semuanya pun makan, menikmati hidangan yang sudah di siapkan.
Setelah acara, mereka semua pun pulang. Lea dan chio di bawa oleh Oma dan opanya, tentu saja itu permintaan dari Roni.
Bukan dia tak sayang kepada anaknya, tapi dia mau menghabiskan waktu bersama istrinya, seperti deep talk. Roni sangat suka itu, apalagi di malah seperti ini.
"Makasih banyak KA buat surprise nya hari ini"
"Sama-sama syaang, semoga kamu suka ya"
"Aku suka banget"
"Makasih sal masih mau Nerima aku"
"Gak perlu bilang makasih kak, gimana pun Kaka itu suami aku"
"Maaf buat sikap aku selama ini"
"Gapapa. Kaka gitu kan karena salah ku juga"
"Kamu gak salah, ini semua salah aku"
"Gausah di bahas lagi ya. Aku cuma minta, kalo ada masalah lagi, tolong selesaikan dengan baik ya kak. Gapapa kalo Kaka mau bentak aku, yang penting jangan sampai pukul ya, Salma takut"
"Maaf sayang, Kaka minta maaf banget sama kamu. Kaka janji gaakan ngelakuin itu lagi, Kaka nyesel sal"
"Gapapa kak, udah gausah nangis ya."
"Kaka sedih sal, Kaka nyesel kenapa dulu Kaka bisa ngelakuin hal sekeji itu sama kamu. Pasti sakit banget ya sayang"
"Sakit udah pasti kak. Tapi gapapa, dari dulu Salma juga udah sering seperti itu jadi udah hal biasa. Tapi Salma minta jangan di ulangi ya"
"Pasti sayang"
Roni memeluk istri nya, sambil mengelus belakang Salma yang masih ada sisah bekas pukulannya dulu
Mereka habiskan malam ini dengan deep talk.
Hingga pukul 2 pagi barulah mereka tidur, sambil memeluk satu sama lain memberi kehangatan.
"Dari kecil, aku adalah gadis yang selalu menerima kekerasan, hingga hal seperti itu sudah ku anggap biasa. Aku selalu bermimpi untuk hidup bahagia seperti orang di luar sana, dan sekarang, mimpi itu menjadi kenyataan" -salma
"Aku tak pernah menyangka gadis yang di jodohkan dengan ku, menyimpan begitu banyak luka, namun aku selalu menambah luka itu menjadi semakin banyak. Aku berjanji akan selalu membahagiakan mu"- roni
~Tamat~
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teenfikceseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
