'apa harus seperti ini balasan darimu ya Allah, tapi kalau ini bisa membayar semua kejahatan ku kepada Salma aku ikhlas'
Saat ini ia duduk di dalam sel, menunduk dan sesekali menghapus air matanya tak menyangka semua ini akan terjadi kepadanya.
Belum lama ia masuk, ada seseorang lagi yang datang mengunjunginya
"Ehh kalian gue pikir siapa tadi"-roni
"Iya Ron, maaf ya kita baru sempat ke sini'-bang nayl
"Kok bisa sampai di laporin gini sih Ron"-gaby
"Seorang ayah pasti gaakan ngebiarin anaknya di sakitin kan? Dan ini yang ayah lakukan sekarang"
"Sabar ya Ron, pasti bokap Lo akan berusaha untuk ngeluarin Lo dari sini"-varo
"Kayaknya enggak deh, tadi aja gue mau peluk dia gamau padahal gue kangen banget sama dia, selama ini kalo gue punya masalah gue pasti sharing ke dia minta pendapat tapi kali ini gaada lagi tempat gue buat ngaduh"
"Kalian ga malu temenan sama gue lagi?"-roni
"Ya ngapain malu. Mau gimana pun Lo itu tetep sahabat kita"-dimas
"Maaf ya gue buat kalian kecewa dan malu"-roni
"Santai aja Ron"-danil
"Ohiya tadi katanya Salma kesini juga ya sama Paul"-bang nayl
"Iya gue suruh pulang juga tadi kasian dia nangis ntar kecapean lagi"
"Makin Deket aja ya mereka"-dimas
"Hahah iya, tapi gue juga seneng karena ada yang jagain Salma"-roni
"Yaudah Ron kita balik ya waktu berkunjung juga udah habis"
"Ya thank you ya udah datang ke sini'
"Iya kita juga bakal berusaha keluarin Lo dari sini, kalo Lo udah keluar bisa kan kita ke bandung lagi"
"Hahah bisa aja lu nil"
Setelah mereka pulang Roni kembali masuk kedalam sel.
****
"Zara kamu ngapain di Kamar Roni?"
"Gapapa kok Tante cuma mau cari gitar Roni tapi gaada di sini"
"Ya emang Roni gak nyimpan gitarnya di kamar tapi di ruang musik dia"
"Ohh gitu ya Tante yaudah deh ntar aja aku ambilnya"
Setelah nya Zara kembali masuk kedalam kamarnya. Ya, saat ini ia tinggal di rumah kedua orang tua Roni, tadi ia masuk kedalam kamar Roni karena ingin mengambil baju Roni.
"Hummm wangi banget sih bajunya kayak orang nya heheh, kangen banget deh sama kak Roni om Adi sih pake ngusir kak Roni segala kan gue gak bisa deketin dia"
Saat ini Zara sedang menciumi baju Roni yang tadi ia ambil, bisa di bilang Zara sangat obsesi kepada Roni, bahkan Roni sudah memiliki istri dan anak pun ia masih berusaha untuk mendekatinya sampai menghancurkan rumah tangga nya.
****
1 Minggu kemudian
"Anak ayah ngapain di sini sendirian, kok nangis nak?"
"Gatau ayah Ara tuh bawaannya pengen Deket Mulu sama kak Roni"
"Kamu masih cinta sama Roni?"
"Gatau yah, tapi untuk lupain kak Roni gak akan semudah itu juga, Salma masih sakit hati banget sama kelakuan kak Roni ke Salma tapi Salma juga pengen Deket terus sama dia"
"Itu biasanya bawaan bayi nak, udah ya jangan nangis lagi"
"Gabisa ayah ini air matanya keluar terus, pengen ketemu kak Roni"
"Gabisa nak Roni kan lagi di penjara"
"Ayah keluarin dong, ini kan demi cucu ayah juga, emang ayah mau cucu ayah ileran?"
"Ya enggak dong"
"Yaudah bebasin kak Roni ya ayah, Ara janji sama ayah Ara akan ikut semua perintah ayah"
"Tapi nak.."
"Ayah ini demi cucu ayah kata ayah kan ini bawaan bayi, Salma juga gak bisa nahannya"
"Yaudah nanti ayah pikir-pikir dulu ya"
Asik berbincang bincang dengan Ara anaknya, ayah Bagas pun mendapat telfon dari pihak kepolisian.
"Halo pak selamat siang"
"Selamat siang pak Bagas, kamu ingin memberi informasi bahwa saudara Roni sekarang berada di rumah sakit karena berkelahi dengan sesamanya di dalam sel"
"Gimana keadaannya sekarang pak?"
"Dia belum sadarkan diri pak, kata dokter juga dia kehilangan banyak darah karena tadi kepalanya sempat terbentur"
"Astaghfirullah, yaudah saya kesana sekarang ya pak"
"Baik pak"
"Ada apa ayah? Kok panik gitu"
"Ayah dapat telfon dari kepolisian, katanya Roni masuk rumah sakit karena berantem dan dia kehilangan darah karena kepalanya sempat terbentur"
"Astaghfirullah ayah, Ara ikut ke rumah sakit ya?"
"Kamu di rumah aja ya, nanti kamu kecapean"
"Ara gaakan tenang kalau tinggal di rumah, Ara janji gaakan kecapean"
"Yaudah boleh, ayo kita kesana sekarang"
'apa kamu tau nak kalo ayah kamu lagi terluka, sampai-sampai kamu rewel banget pengen ketemu ayah'-ucap Salma mengelus perutnya
Sesampainya di rumah sakit disana ada 2 polisi disana.
"Roni mana pak? Dia sudah sadarkan diri?"
"Saudara Roni baru saja di pindahkan ke ruang ICU karena kritis, dia banyak sekali kehilangan darah tadi juga kepalanya sempat di jahit"
"Astaghfirullah kak Roni hiks hiks"
Ayah Bagas dengan sigap merangkul Salma yang tubuhnya mulai melemas
"Yaudah pak terimakasih sudah menghubungi saya, nanti saya akan ke kantor lagi untuk mencabut laporan saya ya"
"Baik pak kalau begitu kami permisi dulu"
"Ayah ayo kita ke sana, Salma mau ketemu kak Roni"
"Iya ayo nak"
Ayah membantu Salma berjalan menuju ruang ICU, di depan ruangan Salma kembali menangis.
"Kamu duduk dulu ya jangan kemana-mana ayah mau telpon papa Adi dulu biar dia bisa kesini"
"Iya ayah"
'cepat sadar ya kak, aku Lea dan juga adek selalu nunggu kamu di sini'
****
Saat ini di rumah sakit sudah berkumpul keluarga dari Roni, teman-temannya semua juga datang dan juga kak iman, bang Kevin dan kak putri.
Mereka sedang menunggu dokter yang sedang di dalam ruangan memeriksa Roni.
Tadi mama Amelia telah di ambil darahnya karena hanya ia yang cocok dengan golongan darah Roni.
"Tenang ya sal, ntar perut Lo keram lagi"-aca
"Gimana gue bisa tenang kalo kak Roni masih belum sadar juga dari kritis nya"
"Tapi Lo juga harus mikirin diri Lo sendiri, jangan sampe banyak pikiran, jangan banyak gerak ntar kecapean harus makan juga, gak kasian sama adek? Dia juga lapar loh"-nabila
"Tapi gue gak bisa tenang"
"Lo ikut kita ke kantin aja yuk di sana Lo tenangin diri Lo dulu, Lo makan biar punya tenaga lagi"-aliya
"Yaudah ayo, kasian juga adek dari tadi gue belum makan"
"Semuanya kita ke kantin dulu ya ajak Salma makan"-nabila
"Iya Nabila, makasih ya nak"-ayah Bagas
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Teen Fictionseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
