Pagi ini Roni kembali dengan rutinitasnya yaitu ngojek, ia semakin semangat untuk bekerja karena kini ada chio yang juga harus ia nafkahi.
Dari pagi sampai siang ia sudah mendapat 6 penumpang, kini ia sedang makan siang di tempat langganan nya yang pasti enak dan yang terutama murah.
Ia akan semakin menghemat karena ia tau kebutuhan bayi sangat mahal, untung saja chio meminum asi bukan Susu formula.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam udah pulang kak"
"Iya, ini aku ada beli martabak manis di makan ya, panggil Lea juga buat makan"
"Makasih ya kak pake repot-repot segala. Lea nya juga masih di kamar belajar, ntar kalo udah selesai aku suruh makan"
"Yaudah Kaka mandi dulu ya, masih keringatan soalnya"
"Ini anak ayah belum bobo ini"
"Belum ayah, kan nungguin ayah"
"Andai aja ayah boleh gendong kamu nak"
"Nanti Kaka gendong boleh kok, kan ayah juga belum pulang"
"Gausah ah ntar ayah tau malah Kaka di usir dari rumah kamu, nanti Kaka makin jauh sama kalian bertiga. Gapapa Kaka liatin chio aja"
"Maaf ya kak"
"Gapapa ini semua salah aku"
"Yaudah sana Kaka bersih-bersih dulu"
*****
"Gimana rencana kita selanjutnya Adi?"-bagash
"Ya sesuai rencana awal saja, kita memang harus tega kepada mereka berdua supaya mereka cepat sadar"
"Tapi saya benar-benar tidaj tega kepada Roni jika harus terus bersikap seperti itu"
"Gapapa biarin anak itu biar cepat sadar, biar dia bisa belajar gimana cekapnya cari uang, biar dia juga gak seenaknya kepada Salma"
"Yaiya sih, jadi kapan kita kasih tau mereka berdua?"
"Tunggu sebentar lagi, ada saat nya kita kasih tau mereka"-adi
****
"Ayah ini gimana chio dari tadi nangis terus"
"Coba sini sama ayah, siapa tau dia mau diem"
Namun tetap saja, chio tetap saja menangis, bahkan semakin kencang.
Mereka sudah bergantian bahkan dengan kak iman tapi tetap saja sama.
"Ayah coba kasih kak Roni, siapa tau Diem"
"Gausah biar ayah aja yang gendong, ayah gamau cucu ayah di gendong sama dia"
"Tapi yah, kasian chio kalo nangis terus. Chio juga pasti kangen sama ayah nya"
"Kamu ini gimana sih sal, dulu kamu datang ke sini nangis-nangis bilang mau pisah sama Roni, tapi sekarang bahkan kamu selalu baik sama dia, kamu selalu ngebela dia, bahkan kamu bersikap biasa aja sama dia yang udah nyakitin kamu selama ini. Mau kamu tuh apa sih?"-marah ayah bagash.
"Emm maaf ayah Salma gak bermaksud, Salma cuma kasian sama chio karena dia gak berhenti nangis nya, Salma juga gak bermaksud buat ngebela kak Roni terus, cuma bagaimana pun kak Roni kan tetap ayah nya"
"Ya walaupun dia ayah nya tapi dia sempat gak ngakuin chio sebagai anak nya kan. Lagi pula masih ada ayah dan kak iman, bang Kevin yang bakal sayang sama chio"
"Iya ayah maaf"
"Dan kamu Roni, saya peringatkan kamu untuk jangan sekali-kali kamu sentuh cucu saya. Saya juga minta kamu jangan pernah membawakan anak saya makanan saat kamu pulang kerja. Kamu tau di rumah ini di kelilingi oleh cctv saya gak akan segan-segan buat usir kamu dari sini, dan juga saya pastikan kamu bakal kehilangan pekerjaan kamu yang sekarang"
KAMU SEDANG MEMBACA
Akankah Bahagia? (END)
Fiksi Remajaseorang gadis yang selalu mendapat perlakuan kasar dari ayah dan kakak nya. karena sudah tidak mau mengurus akhirnya ia di jodohkan dengan lelaki yang sama sekali belum ia kenal. mereka menjalani pernikahan layaknya orang asing yang tinggal satu ata...
