Kecelakaan

262 7 3
                                        

Hari semakin gelap dan saat ini Ruvha bersama Reiro didalam mobil saling bercerita membahas banyak hal, seperti Alise yang mengajari Ruvha berbagai macam tumbuhan dan cara merawatnya, bagaimana Alise menceritakan sisi lain Reiro yang tidak banyak orang ketahui, dan juga kekesalan Reiro karena merasa dikhianati ibunya sendiri, bahkan membicarakan kakaknya yang selalu saja mengganggunya.

Obrolan yang dihiasi tawa kedua terus berlanjut sampai mobil itu berhenti didepan gerbang rumah besar yang menjadi tujuan mereka kali ini, kediaman Ruvha.

Sebelumnya Alise meminta gadis itu untuk menginap saja dikarenakan hari yang sudah semakin malam, namun Ruvha merasa tidak enak dan tetap memilih pulang. Sekarang setelah memastikan Ruvha memasuki rumahnya dengan aman, barulah Reiro berbalik meninggalkan pekarangan rumah gadis itu.

Ruvha yang merasa sedikit lelah bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelahnya ia menuju ruang keluarga meski kenyataannya tidak pernah diisi oleh keluarga. Ia menyalakan televisi dan melihat film yang sedang diputar dalam salah satu chanel. Entah mengapa setelah mandi rasa lelah kantuknya justru hilang.

Ditengah asiknya memperhatikan alur konflik dalam film yang sedang ia tonton, dirinya merasa terganggu karena berita yang tiba-tiba disiarkan. Meski kesal ia tetap melihatnya dan berniat menunggu berita itu selesai.

"Malam ini, tepat pukul 10.00 wib. Pesawat ****** yang membawa 189 penumpang dan awak pesawat dengan rute Jakarta-Singapura mengalami kecelakaan yang menyebabkan tewasnya 187 penumpang dan awak pesawat serta 3 orang yang masih belum ditemukan. Diduga kecelakaan disebabkan oleh bird strike yang membuat mesin pesawat mengalami kerusakan dan akhirnya menghantam perairan. Saat ini, tim penyelamat sedang melakukan evakuasi dan masih terus mencari 3 korban lainnya yang belum ditemukan. Demikian informasi yang baru saja kami dapatkan, terimakasih."

Ruvha yang sebelumnya kesal sekarang justru merasa bersalah, ia membayangkan betapa menakutkannya hal itu jika terjadi kepadanya atau orang terdekatnya. Ia berharap 3 korban itu dapat segera ditemukan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Setelahnya ia kembali menonton dan terbawa suasana film dengan konflik yang semakin rumit. Tiba-tiba suara hujan terdengar deras mengisi suasana hening yang sebelumnya hanya dihiasi suara televisi. Ruvha berjalan kedapur dan membuat kopi panas untuk menemaninya menonton juga dengan beberapa cemilan yang ia bawa.

Jam menunjukkan pukul empat pagi, terlihat gadis itu sudah terlelap diatas sofa dengan televisi yang masih menyala. Tidak dapat dipungkiri rasa lelah dan kantuknya kembali setelah ia mengisi perutnya dengan cemilan. Namun beberapa saat kemudian ia terbangun karena mendengar bel rumahnya yang terus berbunyi.

Perlahan ia bangkit dan mencoba menyadarkan dirinya karena rasa kantuk yang meliputi. Suara hujan masih terdengar sangat jelas, wajar saja ia merasa kedinginan.

Perlahan dengan langkah gontai ia berjalan menuju pintu kemudian membukanya dan terlihat seseorang dengan baju juga seluruh tubuhnya yang basah kuyup. Ruvha heran melihatnya dan memilih untuk bertanya apa gerangan orang itu datang kerumahnya dipagi buta seperti ini.

Setelah mendengar jawabannya, gadis itu terkejut dan hanya diam membisu, mencoba memahami perkataan yang sangat sulit ia percaya itu.

Halayacrep

Masih berkutat dengan pikirannya, seketika ia tersadar ketika pintu kamarnya diketuk dan perlahan dibuka. Terlihat Grina berdiri diambang pintu berjalan mendekati Zeris yang hanya menatapnya diam.

Wanita itu menghela napas pelan saat melihat bingkai foto ditangan putranya, ia pun menyadari betapa anaknya itu sangat merindukan kakak satu-satunya. Ia duduk disebelah Zeris dan mengusap punggungnya pelan.

HalayacrepTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang