18. Backstreet

837 68 8
                                        

"Arunaaaaaaaa!!!"

Aruna yang sedang bermain game diponselnya refleks hampir mengumpat saat Jayden tiba-tiba saja duduk dihadapannya dan membuatnya kalah.

Dengan senyum terpaksa dirinya menatap Jayden yang menatapnya watados. "Apa?" Tanyanya lembut tapi matanya melotot horror.

Jayden meneguk ludahnya kemudian terkekeh canggung. "Run jangan melotot dong, gue takut."

Jefran datang setelahnya sembari tertawa, pemuda itu kemudian menyodorkan yogurt titipan Aruna yang tentu saja langsung disambit antusias.

Ketiganya saat ini sedang berdiam diri di ruang tengah kost. Kost hari ini cukup sepi, hanya ada ketiganya dan juga Jila yang sepertinya masih tidur di kamarnya.

"Masih pagi udah makan yogurt, sakit perut nanti." Jayden menatap Jefran dan Aruna bergantian.

"Gak usah di dengerin Run, si Jayden iri gak dikasih."

Jayden mengangguk. "Tuh tau, kenapa gue gak di kasih?!" Protesnya.

"Kalo gue ngambil tiga nanti ketauan sama Roila,"

Jayden hanya memutar kedua bola matanya dengan malas. "Ngambil satu juga tetep bakal ketauan sama Roila, kaya gak tau aja doi gimana."

"Berisik, tadi lu manggil gue mau apaan Jay?"

Jayden menepuk dahinya pelan. "Tuh kan gue lupa, lu sih ngedistrack!" Tunjuknya pada Jefran, Jefran hanya menatap Jayden dengan aneh. "Kenapa jadi gue yang disalahin?!"

"Lu berdua kalo masih mau berisik pindah sono!" Aruna yang kesal akhirnya mengeluarkan ultimatum. Kedua pemuda itu hanya terkekeh, pada akhirnya Jefran memilih mengambil ponselnya dan memainkannya.

"Lu mau bantuin gue gak?" Jayden bertanya to the poin.

"Keisya ulang tahun dan gue di undang gitu, malu lah gue kalo dateng sendiri. Nanti dia geer gue belum moveon dari dia."

"Idih padahal mah emang belum moveon." Jefran menimpali, Jayden sendiri hanya melotot. "Lu diem, gue gak ngobrol sama elu."

"Gak minat, ajak anak kost yang lain aja." Aruna menjawab tanpa melihat Jayden dan malah fokus pada ponselnya.

"Pilih kasih ah! Giliran Edwar yang minta lu mau-mau aja. Kenapa Run? Gue lebih ganteng kok dari Edwar. Ngaku jadi pacar gue sehari aja gak akan rugi kok."

Aruna mendelik, tangannya kemudian memukul pundak Jayden dengan pelan. "Ya lu mikir dong, si Keisya tau gue temen kost elu. Yang ada nanti dia buat skandal seolah-olah gue pelakor. Kaya gak tau aja mantan cewek lu itu gimana. Pokonya enggak! Gue gak mau ambil resiko yang buat nama gue jelek."

Jawaban Aruna ini memang sangat masuk akal, Jayden menghela nafas kemudian menyandarkan tubuhnya di sofa.

"Run kata gue lu mendingan buka jasa gf rent deh. Di liat-liat anak kost kalo butuh tameng pacar pura-pura suka pada lari ke elu tuh." Jefran memberi ide.

"Uang gue udah banyak sih, jadi gak perlu makasih."

"Ini terus gue gimana Run?" Jayden kembali menarik atensi Aruna.

"Kok nanya gue sih? Tanyain aja tuh sama rumput yang bergoyang!" Karena kepalang kesal, Aruna akhirnya memilih bangkit dan meninggalkan kedua cowok itu. Lebih baik nonton anime di kamarnya daripada di recokin dua cowok gak jelas ini.

****

"Makan dulu yuk Yang, jangan langsung pulang ke kost."

Yuriko memajukan kepalanya agar bisa dengan jelas mendengar apa yang kekasihnya ucapkan, karena mereka memang sedang berboncengan di motor suara yang dikatakan tidak terlalu jelas karena terbawa angin.

ninenty-seven kostStories to obsess over. Discover now