"Sumpah Ed, kalo lu gak mau makan biar gue aja yang abisin." Baru saja Juna akan menggeser piring Edwar untuk dirinya, tangan Mirta sudah lebih dulu memukulnya dengan pelan.
Anak kost yang lain hanya saling berpandangan, bukan tanpa alasan Edwar bersikap demikian. Sore tadi Mira pulang diantar oleh seorang pria yang ternyata adalah kekasihnya, mengetahui wanita pujaannya sudah memiliki kekasih tentu saja membuat Edwar sedih dan tidak selera untuk makan.
"Ed muka lu cakep sekali ngedip juga para cewek langsung mendekat." Kali ini Lira yang berbicara, akan tetapi lagi-lagi Lira hanya mendapat cubitan pelan dari Jea.
Lira memprotes mempertanyakan salahnya dimana?
"Ini yang gue takutin kalo ada yang cinlok di kost, kalo lagi patah hati gini bingung kan harus bela siapa." Bimo berkata dengan blak-blakan. Untung saja Mira tidak ada disini karena gadis itu sedang pulang ke rumahnya.
"Gue rasa Mira sengaja baru bawa cowoknya sekarang, karena Edwar yang makin terang-terangan nunjukin kalo dia suka sama Mira. Dan cewek itu peka banget bro, dia gak enak nolak lu secara langsung. Makanya dia pake cara cepat dengan bawa cowoknya." Jefran ikut berkomentar.
"Ya secara gak langsung Mira gak suka sama lu Ed dari awal juga, udah case closed." Roila berkata dengan lempeng sembari menyuapkan satu sendok nasi goreng kimchi buatan Mirta.
"Nambah lagi dong, masih ada gak?" Lanjutnya menyodorkan piring kearah Jila yang menatapnya dengan aneh, bukan hanya Jila tapi seluruh penghuni yang ada di meja makan menatapnya seolah-olah dirinya baru saja melakukan kriminal.
"Apa? Kenapa ngeliatin gue gitu? Gue cuma mau makan?" Roila berkata dengan heran.
Mike yang pertama menggeser piring miliknya, "Nasi gorengnya abis, abisin aja punya gue." Setelahnya Roila hanya tersenyum cerah. "Gue gak nolak sih kalo di kasih,"
Seluruh atensi kembali menatap Edwar. "Jadi mau lu gimana sekarang bro?" Jayden bertanya.
"Gak tau, gue kecintaan banget sama Mira soalnya." Edwar menjawab dengan lesu.
"Bulshitt banget Ed, gak keliatan. Anak kost malah nyangka lu suka Aruna." Chaera menimpali.
Edwar sendiri hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya gimana, gue gak jago mengekspresikan rasa cinta gue."
"Tenang bro, nanti gue kenalin sama cewek-cewek cakep, kita juga gak bisa bantu apa-apa kalo soal Mira. Gimanapun lu harus menghargai dia dan cowoknya." Yasha yang sedari tadi diam ikut berkomentar.
"Ngomong-ngomong soal Cinlok, lu berdua nih kayanya perlu klarifikasi sesuatu." Lira melirik Devan dan Yuriko. Seluruh atensi langsung saja menatap kearah mereka berdua.
Devan dan Yuriko bertatapan sejenak, sebelum pada akhirnya Devan nyegir. "Iya ges sorry, gue sebenernya udah pacaran sama Yuriko. Tapi kita backstreat," Jelasnya yang langsung saja membuat Meja Makan heboh seketika.
Hanya Roila dan Mike saja yang terlihat anteng dan tidak terlihat kaget. Kalo Mike sih yang lain memaklumi karena pemuda itu bukan tipe yang selalu heboh, tapi Roila? Lihatlah gadis itu malah anteng memakan makanannya padahal biasanya dia selalu heboh.
"Kok lu lempeng aja sih La?" Roila menoleh sekilas kearah Chaera.
"Udah tau."
Tentu saja jawaban itu disambut protesan oleh anak kost yang lain. "Lu anggep gue apa Yur? Parah banget padahal selama ini gue selalu jadi orang pertama yang bantuin lu." Aruna berkata dengan cemberut.
Yuriko hanya meringis. "Kita gak niat nutupin ini dari kalian kok guys, cuma emang nunggu waktu yang tepat. Tapi kebetulan gue kepergok sama Lira jadi gini deh."
