Jadi Tour Guide Jamaah Umroh di Istanbul

3 0 0
                                        

Istanbul, 6 Oktober 2022

Cerita ini saya tulis bulan Januari 2023, lumayan lama sejak kejadiannya, tapi saya rasa akan sayang sekali jika tidak ditulis. Memang ya, menulis itu benar-benar melawan rasa malas. Karena memang banyak list tulisan cerita saya yang menumpuk, jadinya yang ini baru bisa saya tulis sekarang. Awalnya saya tidak menulis cepat karena November sudah mulai ujian UTS, nyatanya saya baru benar-benar menulis ini setelah kelar UAS😅. Sebenarnya pun saat saya menulis ini, ada masalah besar di kampus dan saya benar-benar pusing dengan itu. Akan saya ceritakan di tulisan berikutnya, semoga bisa kelar secepatnya ya masalah ini.

Dari bulan September saya sudah dapat kabar kalau rombongan KBIH Daarul Khair, KBIH -Kelompok Bimbingan Ibadah Haji- yang dikelola oleh bibi saya dan keluarga. Katanya bibi dan om saya bakal mampir di Istanbul dan Bursa juga untuk jadwal tour di Turki. Sebagaimana diketahui, banyak jasa umroh yang menyediakan paket plus trip ke negara lain. Biasanya yang dipilih itu diantara Mesir atau Turki. Dikarenakan saat ini, Visa turis ke Turki itu gratis, maka akhir-akhir ini jasa umroh seperti itu mulai lebih memilih Turki sebagai tujuan. Apalagi di tengah turunnya nilai Lira, bikin ongkos yang dikeluarkan jadi lebih murah.

Singkat cerita, September akhir, kegiatan kuliah di kampus sudah dimulai. Saya waktu itu belum bisa mulai karena masih harus menyelesaikan ujian penyetaraan bahasa Inggris tanggal 3 Oktober nanti. Di tanggal segitu saya sudah mengabarkan ke orang tua saya apa saja yang saya perlukan untuk dibawa ke Turki. Selain bumbu dapur, saya juga menitip beberapa hiasan dinding Real Madrid. Biar kamar saya jadi ada atmosfer kemenangan dan kesuksesan 😁.

Singkat cerita, 3 Oktober saya ikuti ujian, dan maghrib itu pula saya diumumkan lulus. Alhamdulillah. Masih ingat saya ketika itu langsung berlari ke ruang tengah apartemen sambil selebraasi Siuuuuu wkwkkwk. Akhirnya bisa mulai kuliah. Saya kabari orang tua saya, tentu saja mereka ikut senang. Mereka sudah yakin saya bakal bisa melewati ujiannya, dan benar saja efek doa orang tua sangat besar sekali. Kemudian di tengah telpon, ibu saya bilang, "Enak lah kamu gak usah ke Indonesia tapi bisa ketemu keluarga". Kemudian saya jawab, "Siapa? Kan om sama bibi aja yang ke sini", jawab saya. Ketika mendengar jawaban saya itu, ibu saya tertawa sambil bilang, "Kamu ini di-prank Papa kamu. Papa kamu juga tuh ikut kesana. Masa iya, ada ke Turki terus gak ikut". Denger itu saya langsung semangat. Ya iyalah, siapa yang gak senang dijenguk jauh-jauh ke Turki setelah hampir setahun gak ketemu. Yang tadinya berniat cuman ambil barang-barang titipan doang, kini berubah jadi ikut tour nya juga. Ayah saya berperan juga sebagai pembimbing umrah kali ini. Membersamai bibi dan om saya. Karena ayah saya juga sebagai pembimbing, maka akan lebih gampang saya ikut tour-nya. Ayah saya juga sudah bilang dengan Tour Guide nya bahwa saya juga akan ikut.

Tour akan dilaksanakan di 2 kota. Kota Istanbul dan Bursa. Setelah saya cek jadwal, Alhamdulillah cocok. Saya sebelum berangkat sudah menanyakan perihal kuliah saya di sekretaris jurusan, dan Alhamdulillah semua berjalan lancar. Saya dapat email di sistem kampus kalau saya sudah diambilkan pelajaran-pelajaran semester 1. Tentunya saya baru akan mulai kuliah Senin karena kan tanggal 6-8 Oktober ini saya di Istanbul. Ke Istanbul saya mengajak teman saya, Rizki. Saya gak bisa ajak teman banyak-banyak. Satu aja. Saya pun nawarin ke Rizki kalau kita bakalan jalan-jalan gratis, uang berangkat dia pun saya bayarin dulu baru dia mau. Emang sudah ketebak nih orang 🤣.

Jauh sebelum berangkat, beberapa hari sebelumnya saya udah ke Ankara untuk belikan oleh-oleh untuk orang tua saya. Ibu saya minta dibelikan jaket dari Turki katanya, tapi gak terlalu tebal. Dan kemudian ayah saya nitip kacamata hitam. Barulah saya paham beberapa hari kemudian kenapa ayah saya titip kacamata hitam, ternyata untuk dipake di Mekkah. Karena setau saya, di sana cukup terik. Saya belinya di Ankara, thrifting di mall. Murah, jaket yang masih bagus itu pun harganya antara 100-150 tl saja. Dan Alhamdulillahnya ibu saya suka. Memang untuk beli pakaian tuh andalan saya di Ankara, bagus dan murah juga kalo dibanding kota lain. Kayak tanah abang gitu modelannya.

Notes from TurkiyeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang