Ankara, Ibu Kota yang Penuh Wisata

6 0 0
                                        

Ankara, 12 Februari 2022

Ke Turki belum lengkap rasanya bila belum ke ibu kotanya, yaitu Ankara. Yupps, kota yang awalnya menjadi destinasi kuliah saya, tapi gak jadi karena dulu kursnya masih 1700-an, jadi jatuhnya mahal. Eh, sekarang malah 1000 🥲. Merasa nyesek, tapi tetap yakin kalau semua itu ya udah ditentuin sama Allah yang terbaik untuk kita, tergantung bagaimana kita menanggapinya. Oh ya, sebelumnya itu, waktu saya bilang saya milih Ankara University, ada beberapa teman yang bilang kalau Ankara itu ibu kota gak ada apa-apa. Panas, riweh, kayak kota mati, mahal-mahal lagi. Hemm, benarkah begitu?

Di bulan Februari ini, sebenarnya saya gak mau kemana-mana dulu. Rencananya sih mau hemat, karena tagihan listrik lagi naik-naiknya. Tapi, ujung-ujungnya malah ke Ankara untuk nemenin sahabat saya yang di Konya. Katanya dia libur 2 minggu setelah sekian lama menunggu, dan apesnya, teman-temannya yang lain itu pada masuk kelas semua. Jadi, di kota Konya itu ada 2 kampus tempat belajar mahasiswa Indonesia; Necmettin Erbakan University dan Selcuk University. Nah kebanyakan tuh ada di Necmettin, tapi dianya ada di Selcuk, jadi dia tuh libur sendiri. Kepingin jalan-jalan, tapi gak ada teman yang nemanin, apalagi ayang ya kan🤧. Kita mah pasukan stay halal😅. Karena jatuhnya dia ini sahabat saya yang dekat banget, -Jadi saya tuh kalau malam, teman diskusi saya ya dia ini. Saya waktu malam tuh VC-an nya sama teman, bukan sama ayang🤣- Ya udahlah ya, saya temanin aja dia. Sebelumnya kita berdua buat planning ke 2 arah destinasi. Ke arah Timur (Ankara-Konya), dan ke Arah Barat (Istanbul-Sakarya-Kocaeli). Tapi karena keterbatasan budget, kurangnya kenalan teman di Istanbul dan ada wabah Corona Omicron yang lagi rame-ramenya ya kan, ya sudah jadinya saya hanya memutuskan ikut dia jalan-jalan hanya ke satu arah saja, yaitu arah Timur. Itupun hanya ke Ankara aja, ke Konya nya nanti aja waktu saya jadi mahasiswa sana😁. Setelah saya mengabari teman-teman saya yang di Ankara, mereka memastikan kalau Ankara aman dan bisa dikunjungi. Maka saya siap berangkat kesana, menjelajahi Ibukota negeri dua benua. Ada apa aja ya?

Saya berangkat ke Ankara bersama teman serumah saya, Revaldi. Kami berangkat ke Ankara waktu Subuh, mengejar kereta direct yang cuma ada di satu waktu dalam satu hari (Jam 4 -itupun belum subuh karena subuh di Turki itu jam 7). Kami terpaksa harus begadang demi mendapat tiket kereta yang harganya bisa 3 kali lipat lebih murah daripada naik bis (Naik kereta:40tl, naik bis:100-120). Di kereta, kami tidur biar ketika sampai di Ankara, kami sudah fresh. Jam 9 kami sampai di Ankara dan langsung dijemput teman saya yang juga kuliah di Ankara. Kebetulan saya mempunyai lumayan banyak teman baik di Ankara, dan mereka semua benar-benar baik, helpful dan gak ada perhitungan sama sekali kalau sama teman. Saya disana menginap di apartemen teman saya, yang kebetulan dulu se-marhalah juga ketika di Gontor dulu. Disini juga saya punya teman sekelas ketika di Mumtaza dulu, namanya Bu Ai. Bu itu hanya panggilan ya, tapi aslinya kita seumuran hehe. Dia inilah yang nemenin kita jalan-jalan siang malam. Datang pagi-pagi buat masakin kita. Bahkan sebelum kedatangan saya, dia sudah buatin saya list, tempat mana-mana aja yang bisa didatangin di Ankara. Pokoknya antusias banget menyambut kita. Keren banget.

List-list ini bisa kalian pake juga sebagai informasi kemana aja tempat yang bisa kita datangin di Ankara;

1. Museum Penjara

2. Hamamonu

3. Kompleks Haci Bayram

4. Genclik Park

5. Luna Park

6. Ankara Kalesi

7. Mamak Belediyesi

8. Anıtkabir (pastinya makam Presiden Ataturk)

9. Rumah dia, mau dimasakin katanya 😅

Nah, awalnya kami berencana untuk mulai jalan-jalan sehabis Dzuhur, setelah makan siang. Eh, tapi karena tertarik magnet kuat dari Kasur, yang awalnya rencana kami hanya beristirahat 15 menit aja, eh jadinya saya dan teman saya malah bablas tidur sampai habis Ashar. Mungkin karena efek lelah di perjalanan mungkin ya. Ketika saya keluar kamar, ternyata Bu Ai udah nungguin sejak lama, hehe. Jadi gak enakan. Tapi karena hitungannya teman dekat jadi ya enakin aja ya kan😅. Setelah shalat Ashar, kami langsung tancap gas ke destinasi pertama kami; Kompleks Haci Bayram. Ada apa aja ya?

Notes from TurkiyeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang