Nevşehir, 9-12 Februari 2024
Cerita kali ini menurut saya merupakan salah satu cerita perjalanan saya yang paling seru dan melelahkan. Sampai membuat saya jatuh sakit selama seminggu ngedrop karena kecapekan. Februari ini, untuk ketiga kalinya, rombongan dari Jamaah Umroh plus Turki binaan bibi saya akan datang. Bedanya, jika rombongan sebelumnya, hanya berkunjung ke destinasi semacam Istanbul-Bursa saja, maka untuk rombongan kali ini, itinerary-nya akan lebih panjang dengan memasukkan Ankara, Kapadokya, dan Kayseri, dengan menghilangkan destinasi kota Bursa. Saya tentu saja sangat excited dengan kabar ini, karena seperti biasa, saya akan ikut nemenin jamaah jalan-jalan juga. Dan yang terpenting, destinasi sejauh itu bakalan gratis!! Nah ini sih poin pentingnya.
Jamaah kali ini juga berbeda dalam urutan perjalanan umroh mereka. Jika dua perjalanan sebelumnya, para jamaah langsung terbang ke Turki untuk berlibur, kemudian ditutup dengan ibadah Umroh di Makkah dan Madinah, maka para Jamaah kali ini terlebih dahulu melaksanakan umroh dan menetap di Mekkah dan Madinah selama kurang lebih 10 hari. Mereka berangkat dari Indonesia pada tanggal 29 Januari dan baru berangkat ke Turki pada tanggal 8 Februari malam. Sepertinya memang mengambil evaluasi dari trip sebelumnya, terutama perihal bagasi, supaya bagasi jamaah tidak full di awal dengan belanjaan di Turki, tapi lebih ke oleh-oleh dari tanah suci macam Air Zam-zam dan coklat Arab. Juga agar liburannya lebih santai karena dilakukan usai ibadah khidmat di Baitullah. Ini hanya asumsi saya pribadi sih sebenarnya, tapi ya besar kemungkinan memang seperti itu.
Seminggu sebelum perjalanan dari Indonesia, semua barang-barang sudah dititipkan oleh orang tua saya ke bibi saya. Seperti semua perjalanan sebelumnya, biasanya jika ada umroh plus Turki, pasti orang tua saya titip barang-barang yang diperlukan untuk dikirim ke saya, seperti bumbu dapur Indonesia, kecap-saus, sambal terasi, minuman sachet, dan keripik pisang khas Lampung. Biasanya juga Mama saya masak dendeng buat saya, terus dititipkan. Ini, jujur enak banget sih, guys. Tapi, karena perjalanannya ke Mekkah terlebih dahulu selama 10 hari, takutnya dendengnya basi di jalan. Maka dari itu, saya sayang sekali harus menunda mencicipi kelezatan dendeng Mama saya. Saya juga biasa titip satu-dua buku bacaan. Kali ini saya titip buku Novel Tere Liye yang lagi booming, 'Teruslah Bodoh, Jangan Pintar', novel yang sangat relate dengan ketidakadilan politik yang terjadi di Indonesia, khususnya pada rakyat kecil. Lalu buku kedua yang saya titip untuk dibawakan adalah bukunya Dale Carnagie, "How to Win Friends and Influence People in the Digital Age", saya beli buku ini untuk menambah skill komunikasi yang sangat penting dalam dunia kepemimpinan. Mengingat saya kali ini dipercaya menjabat sebagai ketua PPI Eskişehir -PPI merupakan singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia, PPI ada sebagai wadah pelajar Indonesia di luar negeri dan ada di hampir tiap negara yang ada mahasiswa Indonesianya. Nah, biasanya di negara yang mahasiswa nya belajar di kota yang berbeda-beda seperti Turki, Inggris, dan Jerman, PPI negara ini mempunyai PPI wilayah yang menjadi wadah pelajar Indonesia di kota PPI wilayah itu sendiri, dan PPI Eskişehir itu merupakan salah satu PPI wilayah bawahan dari PPI Turki- , tips-tips soft skill yang ada di buku ini, tentulah bisa memberikan manfaat lebih ke saya secara pribadi, maupun dalam praktik kepemimpinan saya di PPI nanti. Mumpung saya masih sangat baru jadi ketua PPI. Saya baru dilantik tanggal 5 Februari 2024 kemarin, beberapa hari sebelum kedatangan bibi saya. Ya, walaupun sebelum jadi PPI, saya merupakan ketua dari FORMASIE (Forum Masyarakat Indonesia di Eskişehir) yang adalah versi non-formal nya dari PPI Eskişehir itu sendiri, jadi saya sebenarnya dengan kata lain sudah memulai jabatan ketua ini semenjak bulan November tahun lalu. Meskipun begitu, dengan berubahnya organisasi ini menjadi formal, kami akan berintegrasi dengan PPI wilayah lainnya di bawah naungan PPI Turki, tentu saja ini akan memberikan kami pengalaman dan koneksi yang lebih luas lagi dari sebelumnya. Dengan diberikan kepercayaan amanah kepada saya sebagai ketua, apalagi memimpin sebuah PPI wilayah yang baru berdiri, saya tentunya ingin memberikan kontribusi sebaik-baiknya pada organisasi yang saya pegang. Tapi, dengan harapan agar ketua selanjutnya lebih baik dari saya supaya organisasi ini berkembang tiap tahunnya. Duh, jadi cukup jauh gini ya ceritanya. Mungkin nanti lain waktu akan saya bagi pengalaman jadi ketua PPI Eskişehir, yang saya rasa bakal berpengaruh besar ke perjalanan karier maupun hidup saya kedepannya. Selain itu guys, memang sampai dua minggu sebelum keberangkatan, belum keluar tanggal fix kapan rombongan bibi saya berangkat ke Turki-nya, jadi saya juga menyesuaikan tanggal peresmian PPI Eskişehir ini supaya gak tabrakan dengan kedatangan bibi saya. Dengan datangnya kabar kalau jamaah bakal ke Saudi Arabia dulu 10 hari, akhirnya saya bisa tenang, karena peresmian PPI Eskişehir nantinya gak akan bertabrakan dengan kedatangan bibi saya nanti.
KAMU SEDANG MEMBACA
Notes from Turkiye
AdventureCatatan keseharian selama kuliah di turki. Sebelum, ketika, dan setelah berangkat ke Turki. İnformasi apa saja tentang turki secara santai. Setiap perjalanan menarik, termasuk destinasi keren yang saya kunjungi selalu saya catat dengan bahasa yang a...
