Anıtkabir, Makam Presiden Kemal Ataturk

5 0 0
                                        

Ankara, 16 April 2022

Hari Senin, saya mulai menelpon teman-teman saya yang di Konya untuk mengajak mereka berangkat ke Ankara. Sebenarnya hanya dua orang sih. Tujuannya untuk meramaikan perayaan ulang tahun sohib karib kami yangada di Ankara, Bu Ai. Karena memang dia ini udah baik banget sih ke kita terutama saat kunjungan pertama kita ke Ankara yang lalu. Kali ini, kita ingin membalas kebaikan dia dengan meramaikan perayaan ulang tahunnya. Dan setelah kita kasih tau dia, dia senangnya bukan main. Hahaha. Senang mendengar teman senang ya😁.

Akhirnya saya putuskan untuk berangkat kesana pada weekend nanti. Saya berangkat dari Kutahya berdua dengan teman sekamar saya, Revaldi. Sedangkan dari Konya berangkat berdua teman saya yang lain, Praba dan Iqbal. Hari Kamis saya coba pesan, eh ternyata tiket kereta semuanya sudah habis. Sayang sekali. Terpaksa kami berdua berangkat naik bis yang biayanya dua kali lipat lebih dari biaya kereta. Memang sih kalo ke Ankara di akhir pekan itu harus pesan tiket minimal dua minggu sebelum keberangkatan. Nah, untuk mencegah kehabisan kereta pulang lagi, kami sekalian pesan tiket pulang. Total kami habis untuk tiket sekitar 200 tl pulang-pergi. Sebenarnya bisa lebih murah dari itu jikalau kami tadinya tidak kehabisan tiket.

Tiba saatnya, kami berangkat dari Kutahya Jumat sore, tepatnya jam 17.30. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 4 setengah jam. Di perjalanan ini juga saya ketemu seorang anak kecil yang di situ saya juga sekalian berkenalan sama dia. Umurnya masih 14 tahun. Saya mulai penasaran ketika kami berbuka puasa di jalan, dia terus ngeliatin kita. "Ini anak gak sama ortu tah?", pikir saya dalam hati waktu itu. Makanya waktu itu saya sempat berkenalan dengan dia, nonton bola di bus bareng, sekaligus saya ajarin dia cara main PES Mobile dengan baik dan benar😅. Hitung-hitung saya sekalian praktik berbicara Bahasa Turki.

Kami pun sampai di Terminal Ankara jam 10 malam. Dari sana kami naik Ankaray ke arah Dikimevi, disitu kami akan menginap. Tempat yang sama seperti sebelumnya. Malam itu, saya sama Praba melanjutkan malam dengan Sparing PES sampai sahur, hahaha.

Besoknya, kami gak ada niatan untuk jalan-jalan kemana-kemana. Kami sabtu ini sibuk untuk persiapan makan bareng di rumahnya Ai. Sebelum kesana, kami sempatkan ke toko peralatan masak. Yups, hadiah ulang tahun kami beda dari yang lain. Kami tau, karena dia suka masak, kami hadiahkan dia wajan teplon ukuran sedang dan wadah bekal ke sekolah, hahaha. Alhamdulillah, bisa memberi manfaat jangka panjang. Setelah buka bareng, kami nonton film bareng di Netflix.

              Ahad, waktu inilah yang kami pakai untuk jalan-jalan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ahad, waktu inilah yang kami pakai untuk jalan-jalan. Setelah hajat kami kesini tersampaikan lah ya. Pagi-pagi kami berempat ke Kizilay, pusat kota di Ankara. Rencana awalnya, kami ingin ketemuan sama teman, dia katanya ingin mengajak kami main di Luna Park, banyak wahana bermain disana. Eh, setelah kami datang kesana, kami dapat kabar rencananya gak jadi karena Luna Park tutup. Ah, sayang sekali padahal teman saya si Iqbal udah semangat banget loh! 🤭

Tapi, melihat waktu masih menunjukkan pukul 11 pagi, kami tanpa pikir panjang kembali naik Ankaray menuju arah Anadolu. Disana ada tempat ikoniknya kota Ankara. Apalagi kalau bukan Monumen Makamnya Presiden Pertama Turki, Mustafa Kemal Ataturk. Alhamdulillah, masuk kedalam sana gratis. Disana sudah ramai pengunjung yang datang. Kawasan ini sangat dijaga ketat oleh para security nya. Jujur, tempat ini bisa dibilang sangat tertata rapi.

Notes from TurkiyeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang