34

12.4K 519 39
                                        

Happy Reading....

.
.
.
.
.
.
.

Mata Ara dengan liar meneliti setiap ruangan. Mencoba mencari cara agar terbebas dari ikatan di tangannya. Bahkan tangannya sedari tadi tidak berhenti hingga membuatnya memerah lembab.

Sedangkan kedua pria suruhan Biangka semakin dekat berjalan kearahnya. Dengan nafas tercekat, matanya menangkap gunting yang Sabrina gunakan tadi tergeletak tak jauh dari kakinya.

Ara bergerak sedikit demi sedikit untuk menjangkau gunting itu. Walau sulit, ia mencoba meraih gunting itu dengan ujung kakinya. Hanya sedikit lagi.

“ Mari kita lihat cara lo memuaskan mereka. ” Sabrina berucap dengan nada rendah. Senyum sinisnya tak luput dari wajahnya.

“ Mau gue kasih tahu hal  yang mengejutkan? Gue pernah mati sekali dan cara lo saat ini gak bisa bikin gue mati dengan mudah. ” Ara membalas tanpa rasa takut.

“ Ah, benarkah? Apa kematian lo itu disebabkan oleh gue?’’ Sabrina tertawa.

Ara menggertakan giginya. Untuk sekarang mari tetap focus pada tujuannya. Sampai akhirnya Ara berhasil meraihnya. Ara tersenyum lega.

Salah satu pria itu mendekat. Tangannya terulur ke wajah Ara yang penuh ketakutan.

“ Jangan sentuh gue! ” Arabella berteriak kencang.

Tangannya dibelakang sana bergerak cepat memutuskan tali.

“ Galak sekali. Ayo main sama abang, cantik.” Pria itu mulai menyentuh bagian tubuh Ara dengan kurang ajar.

Ara bergidik jijik. Suara kecil krek-krek dari serat tali yang mulai putus membuat jantungnya berdebar makin kencang. Tangannya berhasil bebas.

Pria kedua ikut menyentuh tubuh Ara dengan tangannya yang kasar. Ketika salah satu tangan pria itu menyentuh paha Ara. Dia dengan cepat menusukan gunting keatas tangan pria itu hingga membuatnya menjerit kesakitan.

Tak berhenti, Ara juga mengarahkan gunting ke bahu pria satunya. Hingga membuat kedua pria itu mundur.

Ara mengunakan kesempatan itu untuk memutuskan ikatan yang melilit kedua kakinya.

Setelah terbebas,ia  berdiri dengan tubuh siaga dengan genggaman erat gunting sebagai senjata.

“ Sialan, cepat tangkap wanita itu, bodoh!” Sabrina berteriak keras dengan wajah kesal.

“ Jangan mendekat atau kalian semua akan mati!” Ara memberi peringatan dengan mata menyorot tajam.

Sabrina berdiri meninggalkan kamera yang tetap menyala diatas meja. Ia mendekat dengan tertawa sinis. Seolah perlawanan Ara tidak ada gunanya.

“ Lo pikir bisa kabur, hah? Gua punya semua kekuasaan disini, Ara.”

Tapi Ara tak gentar. Ia masih berusaha bertahan sambil terus berdoa semoga ketiga kakaknya menyadari keberadaannya.

Ara menatap  Sabrina dengan mata berani, “ lo pikir gue bakal kalah begitu aja? ”

“”Gue yakin sebentar lagi bang Angkasa dan yang lainnya bakal segera menyadari keberadaan gue. Dan pada saat itu lo akan hancur Sabrina.” Ara tersenyum sinis.

Sabrina menggertakan giginya. “ Sebelum mereka menemukan lo. Maka saat itu hanya tersisa mayat lo yang menyedihkan.”

“ Tangkap dia, bodoh!”

Ara mundur dengan mata awas. Ia tidak punya pilihan, selain bertarung dengan kedua pria suruhan Sabrina. Ara harus bertahan.

************

Queen ArabellaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang