Happy Reading...
.
.
.
.
.
.....
Arabella menatap pantulannya di depan cermin besar. Senyumannya yang manis merekah tertera di wajahnya yang cantik. Tampilan barunya kali ini membuat Ara terlihat sangat bersemangat.
“Kita kayak saudara kembar, gak sih?” celetuk Novi sambil menempelkan pipinya pada Ara. Mereka saling memandang cermin, kemudian tertawa pelan.
Ara mengelus rambutnya yang pendek. Rambutnya yang memang sudah terpotong secara acak setelah penculikan itu, membuatnya memutuskan memotongnya. Bukan hanya untuk merapikan—tapi untuk membuang sisa trauma yang menempel dan mengubah tampilan baru.
Terlalu fokus, sampai tak sadar dengan Erlangga yang dating dan menepuk pelan kepalanya.
Pandangan mereka bertemu di depan cermin.
“Cantik.” Gumam Erlangga tanpa memutus tatapannya.
“Ekhmm … hmm … ” Novi sengaja berdehem pelan menyadarkan keduanya.
Ara langsung memlingkan wajahnya dengan canggung. Novi terkekeh pelan melihat tingkah Ara. Gadis itu seperti kembali menjadi Ara yang malu-malu.
“Kita sudah ditunggu semua orang. Persidangannya sebentar lagi di mulai.” Novi memberi tahu setelah tadi mendapat pesan dari kakak Arabella, yaitu Angkasa.
Ara berdiri dengan wajahnya yang tegas. Tatapannya lurus kedepan dengan penuh keyakinan. Semuanya persipaan sudah di urus dengan baik. Selama Ara tidak sadarkan diri di rumah sakit.
Semua orang terutama ketiga kakakknya mencari bukti-bukti kejahatan Sabrina dan juga terkait kecelakaan tujuh tahun yang lalu yang menyebabkan Amara Arselia, ibunda mereka meninggal.
Kasus penculikan Arabella adalah titik awal penyelidikan. Saat Ara berhasil diselamatkan, satu per satu bukti mulai bermunculan—seperti benang kusut yang perlahan
Rekaman CCTV dari gudang tua tempat Ara ditahan menjadi bukti paling kuat. Di dalamnya terekam jelas wajah dua pria suruhan Sabrina, penyiksaan terhadap Ara, bahkan rekaman Sabrina sendiri yang tertawa sambil menyuruh mereka memperkosa Arabella.
Tak hanya itu. Bukti penggelapan dana oleh Arini—ibu Sabrina—dari perusahaan Anton, ayah Ara, ditemukan dari pencocokan laporan keuangan lama dengan transaksi mencurigakan yang mengarah ke rekening pribadi Arini.
Puluhan juta lenyap selama bertahun-tahun, disamarkan lewat pos-pos fiktif.
Namun yang paling mengejutkan adalah satu rekaman video samar oleh Ratna — pembantu keluarga Arabella juga pengasuh Ara dari kecil. Video yang membuktikan jika Arini sengaja membuat rem blong pada mobil Amara hingga terjadi kecelakaan.
**********
Dua hari lalu, dimana Arabella yang juga masih belum sadarkan diri. Sagara masih tetap bekerja juga dengan selalu mengawasi Arabella dari jauh. Bahkan ia selalu menyempatkan diri mengecek keadaan Ara di ruang rawatnya.
Tapi pada siang ini, ia mendapat pasien tak terduga sebelumnya.
“Bi Ratna?” Alis Sagara terangkat heran melihat kehadiran Ratna di rumah sakit tempatnya bekerja.
Wanita itu duduk di kursi pasien. Padahal, Ratna tinggal jauh dikampung setelah dirinya mengundurkan diri. Bahkan Ratna maupun Rahmat sama-sama mengundurkan diri secara mendadak dan menghilang tanpa kabar. Padahal keduanya sudah bekerja bertahun-tahun pada keluarganya.
Hal yang tidak Sagara ketahui adalah, Ratna sebenarnya sedang melarikan diri bersama suaminya dari penyekapan yang Arini lakukan.
Mereka terpaksa menghilang untuk menyelamatkan diri dan bahkan putranya juga ikut terancam.
“Den Sagara,” wajah Ratna nampak pucat dan kelelahan.
“Bibi baik-baik saja?” Ratna menggelang cepat. Tubuh rapuh itu tiba-tiba bergetar ketakutan, kedua tangannya saling meremas dengan wajah cemas.
Sagara dibuat keheranan. Seperti ada sesuatu yang membuat Ratna ketakutan. Juga dengan kehadirannya yang tiba-tiba.
“Den Sagara, maafkan bibi,” ratna menangis pelan. Wajahnya tertunduk kebawah tanpa mau menatap Sagara.
’’Ada apa bi Ratna?’’
’’Bibi telah bersalah, semuanya adalah kesalah bibi.’’
Sagara benar-benar kebingungan. “ Kesalahan apa yang telah bibi perbuat?”
“kecelakaan Nyonya Amara seharusnya tidak pernah terjadi, maafkan bibi… ” Wanita itu terisak-isak.
Mata Sagara membulat, “Apa maksud bibi?!” pria itu tidak bisa menahan rasa penasarannya Ketika Ratna menyebut nama bundanya.
“Jelaskan bi Ratna!” sagara menekan suaranya.
“nyonya tidak kecelaan den, semuanya di sengaja.”
“Bertahun-tahun bibi simpan rahasia ini,” suaranya serak.
“Bu Amara adalah orang baik, dan non Ara hanyalah anak kecil yang kehilangan ibunya karena keserakahan.”
“Bi ratna tidak ingin hidup dalam ketakutan dan rasa bersalah.” Ratna menarik nafas dengan berat.
Sagara mendengarkan dengan seksama. Setiap kalimat yang keluar dari mulut Ratna membuat emosi di tubuhnya meningkat perlahan.
Ratna memberanikan diri menatap wajah Sagara yang menatapnya dengan mata yang tajam.
“Siapa pelakunya?” nadanya datar tapi tajam.
“Bu Arini,” dengan buru-buru Ratna mengelurkan ponselnya yang hancur ke depan Sagara.
“Didalamnya terdapat rekaman bu Arini atas kecelakaa Bu Amara. Saya tidak tahu apakah video masih ada atau sudah hilang sebab bu Arini yang sudah menghancurkan ponsel saya.”
‘’Saya diancam, dan Dodi anak bibi bisa saja meninggal kapan saja jika rahasia ini terbongkar.”
“Saya tahu saya salah diam saja selama ini, maafkan saya, den Sagara.” Ratna kembali menangis merasa sangat bersalah.
Sagara mengepalkan tangannya. Jantunganya berdetak kencang dengan nafas yang tercekat. Tatapan matanya merah menatap ponsel yang hancur di depannya. Dadanya terasa menyesakan mendengar fakta ini.
Sagara marah, ia tidak terima. Kemudian hatinya bertanya-tanya. Apakah Arabella tahu fakta ini setelah amarahnya yang lepas kendali pada Sabrina dua hari lalu?
Inikah alasan Arabella yang tidak ingin bangun dari tidurnya karena dunia mereka sangat tidak adil dan penuh dengan orang-orang yang serakah.
“Saya siap jadi saksi dalam persidangan.”
**************
Rekaman itu bisa dipulihkan selama hampir dua jam lamanya. Tebak siapa yang membantu memperbaiki segala kerusakan pada ponsel bi Ratna yang kemungkinannya hanya sepuluh persen bisa di selamatkan.
Yaitu Raka, si bocah SMP teman adiknya Novi yang pinter merakit dan membuat barang-barang elektronik. Tempat Ara di culik pun karena Raka yang melacaknya mengunakan robot yang berada di kamar Sabrina.
Sagara, Angkasa dan langit duduk di meja dengan sebuah laptop di depan mereka. Ketiganya berada di ruangan Arabella.
Sagara membuka folder video. Layar memperlihatkan rekaman buram, tapi cukup jelas: wajah Arini, suara samar, dan instruksi dingin yang tak mungkin disalahartikan.
“Pastikan mobil itu tidak bisa ngerem. Lo tahu akibatnya, kan?”
Suara nafas tercekat dari si perekam, dan teriakan kesakitan. Kemudian tiba-tiba layar menjadi gelap dan video berhenti disana.
Ketiganya memasang wajah marah, sedih juga kebencian. Langit yang tak bisa menahan amarahnya berbalik dan menunju tembok di depannya dengan kencang.
Sagara mengepalkan kedua tangannya kuat. Ia ingin melampiaskan amarahnya. Sedangkan Angkasa malah menatap ranjang Ara dengan tatapan sedih.
Ketiganya menahan begitu banyak emosi. Ternyata sumber rasa sakit mereka bertahun-tahun adalah orang terdekat mereka sendiri. Mereka berhasil dimanipulatif di pecahbelah dan tidak saling mempercayai satu sama lain.
Dengan rekaman itu, mereka bisa menjebloskan Arini dan juga Sabrina ke dalam penjara. Tapi rasanya penjarapun terlalu ringan dengan kesalahan yang ibu dan anak itu lakukan.
Mari kita ciptakan neraka untuk keduanya.
.........
Bersambung ....
Gimana tanggapannya untuk part kali ini?
Enaknya dua nenek sihir di hukum apa ya?
Ada ide?
Spam next untuk part selanjutnya 👉👉👉
Pai paiiii .......
KAMU SEDANG MEMBACA
Queen Arabella
Teen FictionHidup kembali setelah kematian membuat Alissa Queena Arabella tidak menginginkan lagi cinta dari siapapun. Tujuan hidupnnya telah berubah setelah rasa sakit dari orang-orang yang dia sayangi menjadi rasa benci dan dendam. Arabella tidak akan menyian...
