S3. 3. Bioweapon

897 69 19
                                        

(Name) menunggu di ruangan Zayne selagi suaminya itu melakukan pemeriksaan terhadap Sylus dibantu Dr. Noah. Ia sesekali memijat kepalanya yang terasa berat ditambah mual nya yang terkadang kambuh.

Ia bersandar di sofa, menatap setiap detik jarum jam yang berada di dalam ruangan. Tak lama pintu ruangan tiba-tiba terbuka dan menampilkan raut wajah kepanikan dari seorang wanita.

        "Dr. Zayne! Dimana Dr. Zayne?! Kenapa tidak ada yang memberitahuku kalau Sylus akan dikorbankan?!" protesnya dengan nada tinggi.

(Name) seketika beranjak dari sofa, ia cukup terkejut melihat kedatangan istri dari Sylus yang nampak tidak terima dengan kenyataan.

(Name) bisa melihat dari sudut mata wanita itu yang nampak berkedut seperti hendak menangis. Ia sangat mengerti bagaimana kekhawatiran yang dialami oleh istri terhadap suaminya.

         "Dr. Zayne! Tolong buka pintunya!!!"

Sang wanita berjalan menuju kearah pintu rahasia yang kini tertutup rapat. Di dalam sana terdapat ruangan pemeriksaan rahasia yang dikhususkan untuk Zayne, dan pastinya kini di dalam ruangan tersebut terdapat Zayne dan juga Sylus.

         "Hei, tenanglah" ucap (Name) pelan.

Wanita itu langsung menoleh kearah (Name), tatapannya menusuk hingga membuat (Name) terkejut. Biasanya wanita itu selalu bersikap ramah padanya walau (Name) sendiri sempat menolak kehadirannya, tapi sekarang ia nampak terlihat berbeda.

         "Nona, kenapa kau tidak menahan mereka?! Apa yang mereka lakukan itu benar-benar beresiko!" ia mulai melayangkan protesnya pada (Name), seperti apa yang (Name) lakukan padanya sewaktu itu.

        "Tapi Zayne mengatakan kalau Sylus kuat, dan dia memiliki potensi besar untuk menjadi bioweapon" kata (Name) menjelaskan.

        "Apa yang kau pikirkan? Kau percaya dengan kata-kata penenang seperti itu? Kau tahu, kali ini bukan hanya Sylus yang menjadi bioweapon melainkan Dr. Zayne juga! Aku sempat mendengar rencana mereka setelah perbincangan dengan Dr. Noah kemarin malam" sanggah istri Sylus lagi.

(Name) terdiam mematung. Ia memang sudah curiga tentang rencana mereka. Ia kembali mengingat malam itu yang mana Zayne sempat meminta izin pada istrinya untuk berbicara dengan Dr. Noah dan juga Sylus terlebih dahulu sebelum pulang ke rumah.

.

        "Kalau begitu aku pergi dulu sebentar ya, kamu tunggu disini" pamit Zayne sembari mengusap-usap kepala istrinya.

(Name) manggut-manggut saja, ia masih sibuk memakan kue yang dihidangkan di pesta pernikahan. Beruntungnya ia tidak sendirian, ia ditemani oleh istri Sylus yang belum lama menghampirinya.

        "Huh, padahal sudah larut malam tapi sepertinya mereka berbicara hal yang serius" gerutu istri Sylus sembari memakan sepotong buah di meja.

(Name) menanggapi dengan santai, ia berpikir positif kala itu, mungkin saja mereka hanya mengobrol biasa, toh ini juga masih berada di acara pernikahan pemimpin Onychinus.

         "Kau sepertinya sudah tidak sabar melewati malam panjangmu ya" tanya (Name) sedikit menggoda.

         "Bukan begitu!" jawab si gadis dengan cepat.

Terbukti gadis dihadapannya salah tingkah. (Name) ikut senyum-senyum jahil, membuat si gadis makin memerah wajahnya.

         "M-maksudku bukannya nona juga butuh istirahat? Bumil jangan tidur larut malam loh" (Name) mengetuk dagunya sebelum menjawab.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 01, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Enigma [Zayne X Reader]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang