Terik Di Musim Dingin

17 1 0
                                        

Ibumu,
Tangannya mengaduk adonan seperti menenun kasih yang bisa disantap.
Hingga nanti,
Tatkala kau sudah besar
Pertanyaan kita akan bermuara pada penasaran yang sama
"Kenapa masakan ibu begitu enak"

Akulah laki-laki yang melantunkan ayat-ayat tuhan ke perut ibu
Dan kau adalah terik di musim dingin.

Semoga kita
Berjumpa ketika kau dewasa
Sebelum,
Tubuhku menemui kuburnya

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 27, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PUISIKOPAT Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang