Ibumu,
Tangannya mengaduk adonan seperti menenun kasih yang bisa disantap.
Hingga nanti,
Tatkala kau sudah besar
Pertanyaan kita akan bermuara pada penasaran yang sama
"Kenapa masakan ibu begitu enak"
Akulah laki-laki yang melantunkan ayat-ayat tuhan ke perut ibu
Dan kau adalah terik di musim dingin.
Semoga kita
Berjumpa ketika kau dewasa
Sebelum,
Tubuhku menemui kuburnya
KAMU SEDANG MEMBACA
PUISIKOPAT
PoetryTak pernah cukup kata-kata untuk mencintaimu, biar puisiku saja yang memilikimu lebih dari kenyataan. PEREMPUAN, CINTA DAN LUKA (KUMPULAN PUISI)
