Aku menitipkan cinta pada pelukanmu
Juga pada gelap malam yang pekat
Yang membuat dada kita sesak
Aku menitipkan rindu pada matamu
Juga pada kesibukan manusia
Yang tak pernah tahu waktu
Di dalam diriku, kau adalah apa yang tak pernah bisa aku terka sebelumnya;
Seperti maut--
Kau datang kapan saja
Sekalipun ketika aku belum benar-benar siap
Rindu ini, kekasih. hanya akan mati ketika udara terakhir ku lepas dari dadaku ke udara.
KAMU SEDANG MEMBACA
PUISIKOPAT
PoetryTak pernah cukup kata-kata untuk mencintaimu, biar puisiku saja yang memilikimu lebih dari kenyataan. PEREMPUAN, CINTA DAN LUKA (KUMPULAN PUISI)
