Tangis Yang Kunanti

14 1 0
                                        

Bugar cintaku bagai pagi setiap hari
Sukma harapan tumbuh
Dalam rahim ibu
Pukulaan tangan kecil
Juga ayunan kaki yang mungil
Adalah bentuk dari semua cinta tanpa mantra

Di penghujung letih
Tangan yang pasi melacak tubuh
Meraba pergerakan
Dan kau,
Hanya mengenal hitam dalam gelap

Aku sudah tak selihai dahulu meramu kata
Jadi,
akan ku buatkan kau puisi
Tanpa kata kata susah
Hingga kelak,
Ketika ibu mengajari mu membaca
Kau akan mengerti,
Puisi ini adalah tumpukan doa-doa yang ku lafazkan ke langit malam



Untuk hafsah anak pertamaku - Juni 2025

PUISIKOPAT Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang