28 : Kekuatan dari Dalam

109 16 1
                                        

"Kekuatan dari dalam."

Malam ini Frinza sedang duduk bersila sambil memejamkan mata. Ia tampak fokus bermeditasi untuk melatih kesabarannya.

"Kekuatan dari dalam."

Napasnya sangat teratur seperti ada sebuah metronom yang tertanam di dalam kepalanya. Frinza tidak membayangkan apa-apa dan hanya fokus mengosongkan pikiran.

"Kekuatan dari dalam."

Tiba-tiba Gemma muncul dari balik pintu. Ia baru saja pulang dari aktivitas hari ini. Anak tertua di keluarga itu menatap datar pada adiknya yang sedang duduk bermeditasi di depan acara kartun Spongebob di televisi.

"Kekuatan dari dal"

"Woy!" seru Frinza saat tayangan yang ia dengarkan tiba-tiba saja mati.

Gemma melempar remote televisi ke sofa tanpa kata-kata.

"Gua lagi dengerin apa kata guru gua! Lu ga usah ikut campur, sial!" balas Frinza yang kesal dan langsung bangun dari duduknya.

Gemma hanya menggelengkan kepala, lalu lanjut berjalan menuju kamarnya seolah baru saja melangkahi kerikil kecil.

"Ga jelas lu, Kingkong!" teriak Frinza sebelum akhirnya menghela napas, lalu berjalan ke arah pintu dan melangkah keluar.

Di sudut teras, Edwin duduk dengan kaki menyilang dan rokok menyala di tangan kirinya. Asap tipis melayang ke udara, menari bersama cahaya kuning dari lampu teras.

Frinza duduk di kursi sebelahnya, lalu tanpa izin mengambil sebatang rokok dari bungkus milik Edwin. Ia menyulutnya dengan korek milik Edwin juga.

"Ajarin gua lagi tentang atma," ucap Frinza setelah mengisap rokok jarahan itu.

Edwin mengangkat alis. "Kekuatan dari dalam. Aku pikir kau sudah tercerahkan oleh guru spiritual mu."

Frinza melirik malas. "Itu latihan sabar, bukan latihan atma."

Edwin tersenyum tipis. Ia menyandarkan punggung ke dinding. "Kau masih ingat saat dihajar habis-habisan oleh Bramono?"

Frinza mengangguk.

"Topeng Gunung Sari milik Bramono mampu membuat penggunanya keras seperti batu. Gaya bertarungnya berat dan memiliki spesialisasi bertahan. Semakin ditekan, semakin keras jadinya. Oleh sebab itu, saat kau menghantam Bramono bertubi-tub, ia tak tumbang. Itu bukan karena ia kuat, tapi karena pengaruh topeng miliknya.

"Kalo kasus orang kebal?" tanya Frinza. "Di tawuran banyak."

"Biasanya mereka memakai khodam sejenis topeng pusaka keluarga kita," jawab Edwin. "Tapi di luar para pengguna ilmu hitam itu, ada satu keluarga di antara sepuluh keluarga agung yang memiliki tubuh sekeras batu. Mereka mengunci atmanya dari dalam dan mampu mengolah atma menjadi sumber pelindung."

Frinza mengernyit. "Bisa gitu?"

"Bisa," jawab Edwin lalu menarik hisapan rokok. "Atma itu bukan cuma aliran tenaga, tapi bentuk komunikasi batin antara tubuh dan jiwa. Bentuknya beragam."

"Terus gimana caranya gua bisa ngendaliin atma?"

Edwin membuang abu rokok ke asbak. "Mulai dari rasa. Rasakan alirannya dalam tubuh mu saat kau diam, saat kau kesal, dan saat kau fokus. Kau harus banyak meditasi, melatih pernapasan, dan pergerakan lambat seperti Tai Chi."

FrinzaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang