47. Hubungan kocak (END)

44 5 0
                                        

Namanya saja hubungan baru, adaptasi itu seperti naik motor bebek setelah lama menaiki sepeda onthel—sering ngepot. Hari-hari pertama mereka berpacaran. Hm, kenapa? Kalian terkejut? Kalian tidak salah membaca, mereka official berpacaran, tidak perlu dipikirkan bagaimana Tama bisa membuat Bella menerimanya, sepertinya Tama meletakkan jampi-jampi atau melakukan hipnotis kecil melalui video aftermovie yang diberikan pada Bella. Hehe, lupakan itu, tidak, tidak itu tidak benar, kenapa mereka bisa berpacaran, itu karena rahasia hati Bella, hanya gadis itu yang tahu. Tapi kembali lagi, tak ada yang sempurna dalam hidup ini begitu juga dengan hubungan baru keduanya yang isinya campuran antara sweet banget dengan salah paham tidak penting. Contohnya, seperti saat ini.

Tama datang pagi-pagi sekali ke kampus, dengan membawa roti dan kopi kekinian—katanya. Dia tengah duduk seorang diri menunggu kedatangan kekasihnya di taman kampus. 

"Selamat pagi pacarku yang mukanya masih galak walau udah jadian," sapa pria itu mengulas senyum kotak khas miliknya, Ketika Bella datang.

Sedangkan gadis itu hanya diam tanpa reaksi.

"Ini buat kamu, kopi susu biar hatimu gak sepahit sikapmu kemarin~"

Masih dalam diam, Bella dengan wajah datarnya menyahut kopi itu, Tama pun menahan napas.

"Kenapa? Gue salah ya? Gue ganggu?"

"Enggak. Cuma gue nggak suka kopi susu. Gue greentea banget, lo tau kan?"

Tama menelan ludah. "Oke noted. Cewek dingin minumnya teh pahit. Fix."

"Terus kenapa rotinya isi tuna? Gue alergi tuna."

'Baru juga pacaran 8 jam, udah kayak ujian praktek KKM cinta, gue.' batin Tama.

"Lo ngapain manggil kamu?"

"Refleks. Maaf. Maunya dipanggil apa dong, Say—"

"Jangan lebay. Cukup nama aja. Atau 'lo-gue' juga masih di tolerir."

Tama memberi gestur hormat. "SIAP BEB." sahutnya keluar jalur.

Bella menoleh dengan wajah seolah menimang sesuatu, "Hm, Beb juga nggak apa-apa sih, nggak geli gue dengernya." Namanya juga konsepnya suka-suka Bella. Tapi kerandoman itu bukan hanya pekara panggilan sayang mereka, ketika Tama mengajak Bella menonton bioskop pun bisa di bilang sangat absurd.

Sebelum film dimulai, Tama sudah menyiapkan plan. Duduk di pojok agar bisa sok-sok romantis dengan menyenderkan kepala ke bahu Bella atau sebaliknya. Bahkan Tama sengaja membawa sweater untuk dipinjamkan pada Bella, padahal suhu ruangannya terpantau hangat. Dia juga membeli popcorn jumbo agar bisa makan berdua seperti di FTV. Tapi ternyata film yang mereka tonton horor Thailand. Dan Bella yang biasanya cuek, jadi sedikit tegang, itu terlihat dari caranya memegang tangan Tama disetiap jumpscare scene. 'Ini momen yang gue impikan!'

Sampai akhirnya ada adegan setan keluar dari balik kaca, justru Tama menjerit histeris sembari menutup wajahnya dengan sweater yang hendak ia pinjamkan kepada Bella. Sedang Bella hanya menatapnya dalam diam. Jangan ditanya bagaimana reaksi Tama, dia hanya mengintip Bella dari balik sweater.

"Reflek, beb. Gue tuh cinta damai, makhluk-makhluk gelap bukan vibe gue." Alibinya.

Tidak hanya di situ, kesabaran Tama seakan di uji kala suatu malam Bella tidak kunjung membalas chat selama 2 jam. Tama pun dengan paniknya segera menghubungi Juno;

Jun, menurut lo kalo cewek abis bilang 'makasih' terus ilang, itu artinya dia bosen gak sih?

Tam. Dia bilang makasih doang. Gak mungkin langsung putus. Chill, bro.

Kembar Sial | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang