#Duapuluhenam

128 13 9
                                        

New things

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

New things

-Wandi Pratama-

"Hai Rumi..."

Wajah Kaivan tampak sumringah menyambut Rumi yang seperti obrolannya dengan Wandi tempo hari, hari ini dia datang ke rumah Wandi.

"Aaa... Kai, aku kangen banget..."

Rumi meletakkan tas kerjanya begitu saja di lantai demi bisa masuk ke dalam pelukan Kaivan yang sudah lebih dulu merentangkan tangannya.

Wandi yang menjadi saksi mata hanya bisa menggeleng dan mengambil kantong plastik yang ikut dibiarkan tergeletak menyedihkan di lantai.

"Thanks Rumi donatnya" Ucap Wandi seraya berjalan menuju dapur.

"Ih... kamu gak kangen sama aku Wan...?"

"Tolong, kita setiap hari nge-zoom???"

"Dih, feel-nya beda tau. Iyakan Kai?"

Kaivan menganggukkan kepalanya. Memvalidasi perasaan Rumi.

"Pantesan kamu jomblo terus, dasar pria dingin" Sambung Rumi yang membuatnya hampir dihadiahi satu pukulan dari kruk Wandi.

Beruntung ada Kaivan yang menjadi penengah keduanya.

Suasana rumah Wandi jadi lebih hidup setelah kedatangan Rumi. Memang bukan tanpa alasan perempuan satu ini dijuluki happy virus di ruangan mereka.

"Wandi bilang kamu gak masuk karna demam, tapi aku liat-liat kamu sehat banget Kai"

"Dia demamnya kemarin Rumi, lagian bagus dong kalau dia keliatan sehat banget, kamu gimana sih" Jawab Wandi.

"Oh wow, aku gak tau kalau sekarang kamu double job jadi pengacara juga Wan" Sindir Rumi yang dijawab decakan oleh Wandi.

"Aku sebenernya emang gak demam... aku gak masuk karna ini..." Tunjuk Kaivan ke bibirnya.

"Lukanya kemarin parah banget Mi, baju Kai sampai penuh sama darahnya"

Lagi-lagi Wandi menyahut, membuatnya diberi tatapan tajam oleh Rumi.

"Kok bisa sih bibir kamu robek Kai"

"Kamu abis ngapain?"

"Wandi bilang kamu udah sempet pulang kemarin"

"Rumi—" Tegur Wandi.

I'm Not GAY!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang