#Tigapuluhlima

106 5 6
                                        

Seribu tanda tanya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seribu tanda tanya

-Wandi Pratama-

Liburan Kaivan, Rumi, dan Wandi berjalan lancar. Mereka menikmati setiap hari yang mereka lewati di Thailand dan kembali dengan selamat di Jakarta.

Libur telah usai, itu waktunya kembali kepada realita, yaitu bekerja.

Sepulangnya dari Thailand, Kaivan kembali menginap di rumah Wandi seperti sebelumnya. Sebetulnya dia sudah menolak, tetapi Wandi bersikeras, jadilah Kaivan di sini sekarang.

Kaivan sedang melipat pakaian mereka yang sudah kering, sementara Wandi memerhatikannya dalam diam.

Setelah perjalanan mereka kemarin di Thailand, Wandi sadar kalau perasaannya kepada Kaivan semakin tumbuh. Sekarang dia sudah betul-betul yakin kalau dia memang menaruh rasa kepada Kaivan.

"Kenapa Wan?" Tanya Kaivan saat tiba-tiba Wandi mengusap lengannya.

"Gak papa, kalau capek biarin aja kainnya Kai" bohong Wandi, padahal tadi dia mencuri kesempatan dalam kesempitan untuk memegang tangan Kaivan.

"Ah, kain cuma gini doang apanya yang capek" ucap Kaivan dan kembali melanjutkan sesi melipat kainnya.

Hening kembali menemani. Kaivan fokus dengan pakaian-pakaian yang dilipatnya, sedangkan Wandi terus memerhatikannya dalam diam.

"Kai" akhirnya Wandi kembali bersuara.

Kaivan sempat melihatnya sekilas sebelum kembali melipat.

"Kenapa Wan?" Tanyanya.

"Kamu..." Wandi menjeda kalimatnya, membuat Kaivan mendengus sebal.

"Kamu kalau mau ada yang diomongin, diomongin aja Wan. Aku tau dari tadi kamu liatin aku, kan?"

Dicecar seperti itu membuat Wandi cengengesan.

"Kamu tau ternyata hehehe"

"Ketara banget Wan. Kenapa sih?"

Wandi diam sejenak. Membuatnya dan Kaivan hanya saling bertukar pandang.

Perlahan Wandi mendekat ke Kaivan, sangat dekat sampai akhirnya bibir mereka saling berjumpa.

"W-wan..." Kaivan menahan kedua pundak Wandi saat ciuman Wandi mulai menuntut lebih.

"Ah, maaf Kai..." buru-buru Wandi menjauhkan dirinya dari Kaivan.

"Maaf Kai..." ucap Wandi lagi.

Mendapatkan ciuman tiba-tiba dari Wandi mendadak membuat ingatan Kaivan terlempar sewaktu dia disetubuhi oleh Arga.

Rasa takut itu masih ada, trauma itu masih di sana.

"Maaf aku udah buat kamu gak nyaman..." Wandi hendak memegang tangan Kaivan, namun Kaivan malah beringsut mundur.

I'm Not GAY!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang