#Duapuluhsembilan

120 12 10
                                        

⚠️Attempted Raped⚠️

⚠️Attempted Raped⚠️

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Milikku

-Arga Dirgantara-

Hari ini Kaivan, Rumi, dan Wandi kembali berkumpul di rumah Wandi.

Wajah ketiganya tampak serius menatap layar laptop masing-masing. Setelah tadi seharian bekerja di kantor, mereka terpaksa harus kembali bekerja di rumah Wandi karena ada sesuatu yang mendesak.

"Ah, akhirnya selesai!" Teriak Rumi setelah menekan tombol enter dengan penuh semangat. Dia yang pertama menyelesaikan pekerjannya.

Di saat Rumi sedang merayakan kebebasannya, Kaivan beranjak menuju kamar Wandi untuk melakukan Zoom Meeting, sementara Wandi masih tetap pada posisi awalnya sambil sesekali suara decakan terdengar dari bibirnya.

Melihat Kaivan dan Wandi yang masih bekerja, Rumi berjalan menuju dapur Wandi. Tanpa perlu permisi lagi, dibuka Rumi kulkas Wandi untuk melihat bahan-bahan apa yang sekiranya bisa dia masak untuk makan malam.

Tidak banyak yang tersisa. Bahan yang bisa dimasak hanya ada telur, daun bawang, beberapa butir bawang merah dan bawang putih, serta perbumbuan.

Rumi beranjak dari kulkas menuju penanak nasi, dilihatnya ada sisa nasi tadi siang yang bisa dimasak.

"Wandi, aku masak ya?" Izin Rumi yang hanya dijawab gumaman oleh Wandi.

Setelah mendapat izin yang sebetulnya tidak dia perlukan, Rumi mulai memulai memasak nasi goreng dengan bahan-bahan yang ada.

Tidak sampai setengah jam, tiga piring nasi goreng buatan Rumi sudah siap disantap. Bertepatan dengan Kaivan dan Wandi yang siap juga dengan pekerjaan mereka.

"Gimana tadi kamu meeting—"

Belum Wandi menyelesaikan kalimatnya, mulutnya langsung ditahan Rumi dengan jari telunjuknya.

"Jangan bahas kerjaan dulu please, kamu gak muak apa?" Protes Rumi disambut anggukan oleh Kaivan.

"Maaf, soalnya tadi Kai sampai zoom gitu berarti urgent, kan?"

Kaivan menggelengkan kepalanya.

"Udah gak papa kok Wan, all good"

Jawaban Kaivan dijawab anggukan oleh Wandi.

"Oh ya kamu kapan pindahannya Kai?" Tanya Rumi mencari topik lain.

Seperti rencana di awal, Kaivan sudah mencari kos-kosan untuk tempat tinggal barunya.

Wandi memang sudah menawarkan rumahnya, tapi Kaivan sadar diri kalau barang-barangnya hanya akan memenuhi rumah Wandi. Oleh karena itu dia mencari kos-kosan.

"Kayaknya bulan depan deh, nanggung kalau sekarang tinggal seminggu lagi"

"Kosnya udah di-DP?" Kali ini Wandi yang bertanya.

I'm Not GAY!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang