#Tigapuluhempat

129 9 1
                                        

We love you Kaivan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

We love you Kaivan

-Wandi Pratama-

Tidak seperti hari kedatangan mereka, di hari kedua ini, Kaivan, Rumi, dan Wandi sudah bersiap-siap dari pagi-pagi sekali.

"Udah gak ada lagikan yang tinggal?" Tanya Rumi sebelum mereka benar-benar meninggalkan apartemen.

Kaivan dan Wandi kompak memeriksa kembali barang bawaan mereka.

"Aman" Jawab Wandi mewakili Kaivan.

Tujuan pertama mereka hari ini adalah kuil.

Kaivan dan Wandi duduk di salah satu bangku sambil meminum minuman yang sebelumnya sudah mereka beli.

Hanya Rumi yang berdoa karena memang hanya dialah yang beragama Buddha di antara mereka.

"Kamu sama Rumi..."

"...udah sedekat apa...?"

Kaivan membuka pembicaraan setelah beberapa tegukan.

Wandi melihat Kaivan sekilas sebelum kembali menatap ke depan. Menatap bangunan kuil yang berdiri kokoh di depan mereka.

"Kayak yang kamu liat Kai"

"Kenapa?"

"Kamu cemburu?" Tanya Wandi balik yang langsung dijawab gelengan oleh Kaivan.

"Gak, aku cuma agak kaget aja"

"Kirain Rumi gak mau yang gitu-gitu karna dia Aseksual"

Wandi tertawa pelan.

"Dia Aseksual Romantis, Kai, jadi dia cuma gak mau sex"

Sekarang Kaivan menganggukkan kepalanya.

"Kamu gak ada masalah Wan?"

"Masalah sama apa?"

"Rumi yang Aseksual Romantis?"

Kaivan mengangguk dan dijawab gelengan oleh Wandi.

"Aku juga bukan orang yang gila sex, Kai"

"Kalau partner aku gak mau, yaudah"

"Kalau kamu gimana?"

Kaivan terdiam sambil menatap bangunan kuil di depannya.

"Aku... gak tau Wan..."

Bisa dirasakan Kaivan usapan pada belakang kepalanya.

"Gak papa Kai, pelan-pelan aja"

"Aku sama Rumi gak akan ke mana-mana kok"

Kaivan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Wandi barusan.

***

"Khob khun kha..."

Rumi menerima satu bungkus sate ayam yang sebelumnya dipesannya.

I'm Not GAY!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang