#Duapuluhdelapan

116 12 0
                                        

Lembaran baru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lembaran baru

-Wandi Pratama-

Kaivan memandang ke arah luar jendela. Ada perasaan bersalah dalam hatinya saat tadi dia meninggalkan Arga.

Setengah mati Arga menahannya, bahkan laki-laki itu nyaris bersujud di kedua kaki Kaivan.

Lagi-lagi rasa trauma Kaivan saat ditinggalkan sang ayah kembali, namun kali ini dialah yang berada di posisi ayahnya.

Rasa trauma itu membuat Kaivan hampir saja membatalkan niatnya untuk pergi dari rumah Arga.

Untunglah di saat itu dia mendengar suara klakson mobil yang ternyata Wandi datang untuk menjemputnya.

Lamunan Kaivan buyar merasakan tepukan pelan pada tangan kanannya.

Kaivan melihat tangan kiri Wandi sebelum melihat ke arah Wandi yang tersenyum ke arah.

Kaivan balas tersenyum sebelum kembali memandangi jalanan.

Setelah menempuh lebih kurang setengah jam perjalanan, Kaivan dan Wandi sampai di rumah Wandi.

"Baju-baju kamu langsung disusun aja di lemari sebelah kiri Kai, tadi pagi udah aku kosongin" Ucap Wandi begitu mereka masuk ke dalam rumah.

"Makasih ya Wan" Jawab Kaivan seraya menganggukkan kepalanya.

Kaivan duluan masuk ke dalam kamar Wandi untuk memindahkan pakaiannya ke dalam lemari.

Satu persatu pakaiannya disusun Kaivan.

Wandi ikut menyusul ke dalam kamar. Dia duduk di atas tempat tidur, membantu Kaivan mengeluarkan pakaiannya dari dalam koper dan menaruhnya di atas tempat tidur.

Kegiatan Wandi terhenti saa dilihatnya ada beberapa tetes air mata jatuh membasahi baju Kaivan.

Pandangan Wandi dipaksa tegak untuk melihat Kaivan yang sudah berlinang air mata.

"Padahal... aku gak suka sama Mas Arga, aku gak sayang sama dia..."

"T-tapi kenapa, rasanya kok sakit juga ya Wan...?" Lirih Kaivan sambil memegang dadanya.

"Aku jahat banget ya Wan...?"

"Mas Arga padahal selama ini udah baik ke aku... tapi apa yang aku kasih ke dia...?"

"A-aku malah ninggalin dia, di saat dia udah tulus sayang sama aku..."

"Aku... gak ada bedanya kayak ayah aku..."

I'm Not GAY!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang