#Tigapuluhtujuh

154 5 5
                                        

Status baru

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Status baru

-Kaivan Arnawama-

Di balik temaramnya lampu di kamar Wandi, Kaivan tersenyum menatap punggung Wandi. Perlahan tangannya terangkat untuk memainkan rambut belakang Wandi.

"Wan?" Panggil Kaivan pelan.

"Hm?" Jawab Wandi seadanya karena dia sudah hampir sampai ke alam mimpi.

"Kamu udah tidur?" Tanya Kaivan.

"Hampir... kenapa Kai...?" Wandi balas bertanya masih sambil memunggungi Kaivan.

"Aku mau tidurnya dipeluk" minta Kaivan.

Wandi tidak langsung bergerak, setelah lewat beberapa detik, baru dia membalikkan badannya.

Kaivan ikut membalikkan badannya jadi memunggungi Wandi. Bisa dirasakannya Wandi menarik pelan badannya yang sama sekali tak ditolak Kaivan. Dia justru menyamankan dirinya dalam pelukan Wandi.

"Bad dream?" Tanya Wandi.

Kaivan menggeleng pelan. Tangan kanannya mengusap pelan tangan kanan Wandi yang sekarang sudah melingkar di perutnya.

Wandi tak bersuara lagi dan memilih melanjutkan tidurnya karena dia sudah benar-benar tidak bisa menahan rasa kantuknya, ditambah usapan lembut Kaivan pada tangan kanannya semakin membuat matanya bertambah berat.

Paginya Wandi terbangun masih sambil memeluk Kaivan. Dalam hatinya Wandi bersyukur kalau ini hari libur mereka, itu artinya dia ataupun Kaivan tidak perlu bersiap-siap ke kantor.

Wandi mendekatkan dirinya ke Kaivan, diciumnya beberapa kali pundak dan leher Kaivan, membuat Kaivan yang semula tertidur perlahan mulai terbangun.

"Good Morning" ucap Kaivan masih dengan suara yang mengantuk.

"Morning Kai" jawab Wandi yang kali ini ciumannya berpindah ke punggung Kaivan.

Kaivan tertawa pelan, merasa geli dengan ciuman-ciuman yang Wandi berikan.

"Wan, stop... aku masih ngantuk..." rengeknya.

Wandi ikut tertawa dan meneruskan ciumannya yang semakin intens.

Keadaan di sekitar kamar Wandi mendadak memanas, tetapi baru saja Kaivan dan Wandi hendak berciuman, terdengar ponsel Kaivan berbunyi.

"Aduh siapa sih itu libur-libur gini?" Wandi terdengar kesal.

Kaivan buru-buru mengambil ponselnya yang ada di meja kerja Wandi.

"Rumi, Wan"

Mendengar nama Rumi disebut, Wandi yang sebelumnya kesal, mendadak antusias.

"Pagi Kai!" Di seberang panggilan terdengar Rumi bersemangat.

"Pagi Rumi" ucap Kaivan seraya berjalan kembali ke tempat tidur.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 18 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

I'm Not GAY!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang