Sebelum baca, vote dulu, lalu komen, ok thanks.
Wow, aku sudah gak update setahun, hebat sekali ya author akun ini, maaf semuanya😭😭😭
***
Sebulan setelah kelulusan dirinya mengikuti ujian masuk ke kampus, Yeonjun saat ini sedang memperhatikan laptop di depannya menunggu hasil apakah dirinya akan lulus ke kampus yang dia tuju atau tidak.
Walaupun kata Soobin dirinya tentu saja akan lulus, namun entah jurusan mana suaminya akan masuk.
Yeonjun yang sedang fokus lalu merasakan sesuatu yang dingin menempel di pipinya.
Matanya melirik kearah gelas yang sengaja di tempelkan oleh Soobin ke pipinya, lalu Soobin ikutan duduk di sofa sebelahnya.
"Ayo minum," suruh Soobin yang memang membuat jus di dapur.
Dia sudah lumayan jago ketika di dapur walaupun memang dia sesekali saat masak akan meminta suaminya untuk mencicipi hasil masakannya dulu, takut jika rasanya tidak sesuai.
"Thanks," balas Yeonjun sambil meraih jus dari tangan istrinya itu.
Dia mulai mencicipi jus campuran berry, rasanya asam dan manis bercampur jadi satu.
"Kakak masih memikirkan akan lulus atau tidak ya? Padahal sudah jelas bakalan lulus masih aja dipikirin," ucap Soobin yang malah lebih percaya diri dibandingkan suaminya.
"Jika aku gagal, aku sepertinya akan gap year."
"Mana mungkin," balas Soobin yang langsung memotong perkataan suaminya.
Ternyata suaminya yang pintar itu bisa insecure juga, beda sekali dengan Soobin yang percaya diri mengalahi suaminya sendiri, yang mengikuti tes suaminya tapi yang percaya diri ya dirinya.
Dia tau suaminya pintar jadi mana mungkin dirinya akan gagal begitu saja.
"Kalau kakak lulus aku akan memberikan hadiah."
"Apa? Mobil sudah cukup."
"Kakak kan sebelumnya masih belum meminta sesuatu kepadaku, lagipula hadiah mobil itu dari papaku, jadi sekarang waktu yang tepat untuk meminta sesuatu kepadaku, katakan saja apa dan aku akan mengabulkannya," ucap Soobin yang memberikan sebuah opsi ke suaminya.
Ya dia lakukan agar suaminya lebih percaya diri aja, walaupun Soobin tidak yakin jika ini akan berefek ke suaminya juga.
Sebelumnya suaminya disuruh minta sesuatu kepadanya juga malah tidak mengatakan sesuatu dan pembicaraan soal hadiah dilupakan begitu saja, karena mereka hidup seperti biasanya saja.
Yeonjun tampak berpikir membuat Soobin tampak menunggu jawaban dari suaminya, apakah perlu dipikirkan sebegitunya? Padahal tinggal katakan saja suaminya mau apa dan Soobin akan menuruti permintaan suaminya itu.
"Kapan kamu masuk sekolah, sayang?"
"Sekitar 2 minggu lagi, kenapa?" balas Soobin yang tiba-tiba bingung mengapa suaminya menanyakan soal dirinya kapan masuk sekolah coba.
Lalu suaminya tampak kembali berpikir, Soobin kembali lanjut meminum jus buatannya tadi.
"Saran dari Kangmin tampaknya tidak aneh juga-"
Soobin seketika langsung connect dengan perkataan Kangmin saat kelulusan suaminya saat itu.
Yeonjun lalu tersenyum manis kearah Soobin yang mukanya langsung merona, seperti sudah mengingat apa yang pernah dikatakan oleh Kangmin.
"Lagipula kamu juga bilang kalau tidak masalah bukan melakukannya asal kamu tidak hamil, jadi jika aku lolos ke kampus tujuanku, kamu akan mengabulkan permintaanku, bukan? Maka berikan aku izin melakukan malam pertama denganmu."
KAMU SEDANG MEMBACA
High On Life -yeonbin
FanficHidup di dalam kemewahan membuat Soobin tidak memperdulikan apapun termasuk pendidikannya, hal itu membuat orang tuanya marah dan memberikannya hukuman. #1 in Soobin || 090122 #1 in Yeonbin || 020922 #1 in Yeonjun || 211022 ©2021
