My fake boyfriend ~> MOONLIGHT
Takut gagal bikin epilog euyyy
Cie yang ga nyadar judul sama cover bukunya ganti:p
Happy reading moonlightbaes!
***
Previous Chapter :
"Happy Birthday, Harry"
"Taylor?"
***
*Hazel's pov.*
"Chill out, Harry. Taylor sudah berubah, remember?" Ucapku. Harry memutar matanya dan menatap Taylor dengan wajah malas. "Btw thanks" balas Harry dingin. Membuatku ingin terkekeh melihat sikapnya yang seperti anak kecil.
"Oh iya. Ini Calvin, kekasihku" ucap Taylor. Aku dan Harry berjabat tangan dengan Calvin. "Oh iya, kami permisi dahulu ya Harry, Hazel" ucap Taylor dan pergi. "See?" Ucapku ke Harry.
"Fine, you're win" ucap Harry. Aku pun terkekeh dan menariknya ke sekumpulan The Boys dan The Girls.
***
Aku bangun dan mendapati Harry di sebelahku, aku langsung memindahkan tangannya yang memelukku. Setelah itu, aku mandi dan turun untuk sarapan.
Tak lama kemudian, aku mendengar langkah kaki dari atas.
"Morning baby!" Seru Harry dan aku hanya tersenyum karena aku sedang makan. Setelah itu, Harry mengecup pipiku dan ikut duduk disebelahku.
"Aku ingin bicara sesuatu padamu" ucap Harry serius. Aku menelan makananku. "Apa?" Tanyaku. "Mungkin kita harus mempersiapkan pernikahan kita sejak sekarang. Kau tahu? Aku sudah tak sabar" ucap Harry dan mengelus pipiku. Aku tersenyum malu.
"Aku belum siap, Harry. Umurku masih 22. Kau 24" ucapku. "Tapi tahun ini kau kan memasuki umur 23. Sesuai dengan janjimu kan?" Ucap Harry khawatir.
"Iya sih... tapi Harry..." Aku tersenyum dan meraih satu tangan Harry.
"Baiklah. Kita rencanakan" ucapku dan Harry mengecup bibirku kilat. "Thanks lovely, i love you" aku tersenyum. "I love you too" balasku.
"Aku sudah berencana bahwa tanggal pernikahan kita saat umurmu 23 tahun, bagaimana?" Aku terkejut. "Saatku ulang tahun?" Tanyaku. Harry tersenyum dan mengangguk semangat. "Excatly" aku memeluk Harry. "that's will the best birthday present i've ever had" ucapku. Aku mengecup bibir Harry cepat. "Thanks baby" ucapku.
"You're welcome. Bagaimana habis ini kita mulai memesan about.. wedding stuffs?" Aku mengangguk setuju. "Mandi dulu sana, bau" ucapku. Harry terkekeh dan mencubit kecil hidungku, lalu ia pergi mandi.
Setelah Harry mandi, aku bersiap dan kami mulai pergi ke Mall.
"Kira kira kita mau ngapain dulu ya?" Tanya Harry. "Bagaimana kalau kita menginap di Holmes Chapel? Sudah lama aku tak bertemu Mum Anne" ucapku. "Baik, ayo"
Sementara Harry menyetir, aku mengetikkan pesan untuk Mom dan Dad tentang kunjunganku ke rumah orang tuanya Harry.
***
"Hey Hazel! Baby cupcakes Harry! I miss you both! Come on come in!" Seru Mum Anne. Aku tertawa melihat muka Harry yang memerah malu karena Mum Anne memanggilnya 'Baby Cupcakes'
"Mom.. don't embarssing me.." ucap Harry. Kami masuk dan duduk di sofa ruang tamu. "Kalian mau minum apa?" Tanya Mum Anne. "Tak usah, Mum. Itu sangat merepotkan." Mum Anne terkekeh. "Tak apa, kau ini kan calon menantu Mum, benar kan Haz?" Ucap Anne. Harry mengangguk dan tersenyum lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
MOONLIGHT - Harry Styles Love Story
FanfictionBerita tentang seorang super star dunia yang dikatakan 'gay' telah menyebar dimana mana. Sekarang adalah dimana waktunya sang manager untuk bertindak. Namun, bagaimana jika tindakan tersebut salah? Ia memanfaatkan putrinya, yang merupakan seorang a...
