25

3.8K 207 6
                                        

SUDAH DI REVISI, SELAMAT MEMBACA♡

Vomments area⚠

●○

Previous Chapter :

"Elliot! Seri--" ucapanku terpotong oleh dad yang muncul.

"Harry tertembak."

●○

"Dimana ia sekarang?" Tanyaku tambah panik mendengar berita dari dad. "Nanti kamu ke lapangan kedua di timur sana, maaf aku tak bisa mengantar, Elliot, dad dan Matt ada urusan" aku pun mengangguk. "Terima kasih atas informasinya."

"Sama sama, ayo cepat! Harry sudah kekurangan banyak darah!"

Aku segera berlari mengikuti arahan dad tadi. Setelah itu.. loh kok? Tak ada siapa siapa disini. Mereka mengerjaiku? Oh ayolah, ini tidak lucu!

DUAR DUAR!

Dua buah kembang api menyala di atas kepalaku. Aku melihatnya. Terbentuk sebuah tulisan yang lama kelamaan menjelas.

'Would you'

Setelah itu, hening. Apa itu? Dimana Harry? Siapa yang menembak Harry? Bagaimana kondisi Harry? Beribu pertanyaaan muncul dikepalaku.

1 menit kemudian, ada suara lagi. Dua buah kembang api yang sama, tulisan yang berbeda.

'Be mine?'

Tak lama kemudian, ada yang menutup mataku dari belakang. Aku memberontak, namun orang itu menghipnotisku untuk diam.

"Shhh...."

"Turn back"

Itu seperti suara Zayn. Ya, Zayn. Aku pun memutar badanku dan Zayn membuka mataku.

Saat membuka mata, aku langsung menutup mulutku terharu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat membuka mata, aku langsung menutup mulutku terharu. Harry berlutut dengan satu tangannya yang memegang tanganku. Aku menangis terharu. Plus, aku menangis kesal karena bercandaannya keterlaluan sekali.

Mom, dad, Elliot, the boys, the girls, semua datang. Nathan, Sean, Mac, Zedd, semua temanku datang. Kulihat wajah Mac yang tersenyum getir. Aku merasa bersalah, Tapi apa boleh buat. Aku mencintai Harry

Lalu, Harry mencium tanganku yang membuat mataku terus mengeluarkan air mata. Sangat menyebalkan mendapat kejutan seperti ini.

"So.. the answer is yes, or no?" Tanyanya masih dengan posisi berlutut.

Aku pun mengangguk cepat. "What?" Tanya Harry. "Yes, Harry. YES!" kami langsung berpelukan, bahkan Harry langsung memutar mutar tubuhku dan mengangkatnya membuatku tertawa lepas. Tapi, setelah itu aku langsung memeluknya dan menangis dipelukannya.

MOONLIGHT - Harry Styles Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang