9

3.5K 295 2
                                        

SUDAH DI REVISI, SELAMAT MEMBACA♡

Boleh minta vote-nya?

●○

Previous Chapter :

"Kau sungguh mencintai harry?" Tanya Niall setelah kuceritakan semuanya tentang kejadian tadi. "I dont know. You think?" Tanyaku.

"Yes you are. You love Harry. But you afraid for falling in love for Harry. You afraid hurted by him. You afraid, Hazel."

●○

Harry's POV.

Aku pun terdiam setelah melihat Hazel yang tiba tiba keluar hotel dengan berkata seperti itu. Apakah ia mencintaiku? Rasanya tidak mungkin. Aku juga tak ada rasa padanya. 

Aku mulai khawatir dengannya. Aku takut ia marah dan tak akan memaafkanku lagi. Setidaknya kami bisa bersahabat walau aku tak menyukainya. Aku telah melanggar perjanjian. Aku menyakiti Hazel.

Knock knock

"Yeah?" Balasku. Lalu pintu terbuka, menampakkan Paul. "Bersiaplah. Kita akan terbang ke negara selanjutnya, Jepang."

Hazel's POV.

Sekarang aku berada di Jet pribadi one direction lagi. Ikut melanjutkan tour mereka ke Jepang, negri sakura. Aku sangat senang. Bagaimana tidak, Jepang adalah negara favoritku.

Apakah aku marah pada harry? Pertanyaan konyol yang tak harus kufikirkan. Tapi aku tak tahu kenapa pertanyaan ini terus berputar di kepalaku. Membuatku semakin pusing saja.

Karena seharusnya, aku tak perlu membencinya. Toh, itu urusannya mau mencium Kendall atau tidak. Aku bukan siapa siapanya. Aku hanyalah pacar palsunya.

Tetapi hal itu salah. Faktanya, ia telah melukai bibirku ini, dan melukai hatiku. Dengan seenaknya berciuman didepanku dan Elliot. Dia kira dia dimana? Di dunianya? Dia memang pria teregois yang pernah kutemukan seumur hidupku!

"Haz?" Aku mendengar suara berat yang membuyarkan lamunan omong kosong ku ini. Rupanya, orang yang baru kulamunkanlah yang memanggilku.

"Hey, say something"

Aku pun membalikkan badan, berusaha untuk tidur, karena perjalanan yang masih lama. "I am sorry. Forgive me. I know.. i hurt you. Hurt your sweet lips, hurt your heart, hurt your feelings. Because of that, i'm sorry.. do you want to forgive me?"

Ia memelukku dari belakang. Tanpa sadar, air mataku menetes. Hanya menetes. Tak menimbulkan isakan atau apapun. Aku pun segera menghapusnya sebelum Harry melihat. Aku pun merasakan tangannya yang melingkar di pinggangku mengelus-elus pelan perutku. Membuatku merasakan sebuah sensasi yang tak dapat disebutkan.

"Baby..." ia pun membalikkan badanku dengan mudahnya. "Forgive me.. i promise, i promise don't do that again. I promise.." ujarnya. "Memangnya kau salah apa?" Kataku dingin. "Aku.." Akhirnya aku menghela napas. Toh, akhirnya aku yang akan mengalah

"I do. I forgive you" kataku membuatnya ikut tersenyum, dan memelukku lama. Tubuhku membeku akibat reaksinya itu. Kalau begitu, aku tak akan memaafkannya dan membuatnya menjauh dariku agar aku bisa melupakannya.

"Thank you. I know you will accept my apologize.." ujarnya pede. Aku pun mendengus pelan, dan hendak melepaskannya, tetapi ia cegat.

"Biarkan seperti ini. Sampai pagi. Berpelukkan sembari tidur"

MOONLIGHT - Harry Styles Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang