5

3.4K 329 5
                                        

SUDAH DI REVISI, SELAMAT MEMBACA♡

Makasih banget buat yang udah voteee
Lavlavvv♡♡

●○

Previous chapter :

Jangan bilang aku merindukanmu, Styles.

●○

Tak terasa, hari hari telah ku jalani tanpa Harry. Keadaannya tenang tenang saja, namun aku merasa kesepian. Hanya kesepian. Entahlah. Seperti ada yang kosong, tak ada tatapan tajam itu lagi, tak ada bentakan yang membuatku tertantang untuk melawannya, hari-hariku yang membosankan kembali menemaniku lagi.

Besok aku mewakilkan sekolahku untuk bertanding tennis dengan sekolah lain. Campuran gugup, dan rindu ini menjadi satu. Astaga. Baru saja aku mengenalnya dalam kurun waktu seminggu ini masa aku sudah merindukannya?

Entahlah, sepertinya aku benar benar merindukan harry sekarang. Okey. Jangan sampai aku mencintai orang itu. Hanya. Rindu.

"Hey sweetheart" sapa dad saat ia melihatku duduk di sampingnya. "Hey dad" ujarku lemah. Dad mengernyitkan dahinya.

"Kau kenapa eh? Gugup ya buat turnamen besok? Atau rindu sama Harry?" Tanya dad.

Tepat sekali!

"Bisa jadi. Tidak dengan opsi kedua." Tolong jangan tanya apa apa lagi dad.. aku sedang tak ingin bicara hari ini.

Keesokan harinya, aku pergi ke O2 arena London. Ya. Aku bermain tenis disitu. Mungkin karena turnamen ini besar, yaitu turnamen nasional se-England. Aku senang karena kedua orang tuaku melihat turnamenku. Aku merasa beruntung karena tak kurang mendapatkan perhatian dari mereka berdua.

"Ditujukan kepada para peserta England Tennis Tournament agar bersiap siap karena pertandingan akan dimulai beberapa menit lagi. Kepada para penonton diharapkan duduk sesuai kursi masing masing. Sekian, dan terima kasih"

Harry's POV.

Hari ini aku akan konser di O2 arena di malam hari. Karena siangnya arena ini dipakai buat turnamen tennis. Pagi ini, kami disibukkan oleh check sound yang berlangsung dari pukul 3 dini hari sampai pukul 10 pagi. Dan sisanya, kita free sampai konser tiba. Daripada bosan, lebih baik aku menonton turnamen tennis itu. Lumayan kan, gratis. Eh, lagipula kalau dipungut biaya kan tak masalah, I'm Harry Styles.

"Harry? Kau mau kemana?" Tanya Niall. "Aku ingin menonton turnamen tennis di O2 arena" jawabku dan mengambil kunci mobil sembarang.

"Aku ikut"

Akhirnya aku dan Niall memasuki mobil dan kami menuju ke O2 arena.

Sebelum masuk, kami membeli tiket VVIP dan membayarnya. Rupanya dugaanku salah. Kukira pertandingan ini gratis. Tapi tak apa. Suasana disini cukup ramai. Mungkin baru sedikit yang sudah datang.

"Harr! Itu Hazel bukan?" Pertanyaan Niall sukses membuatku menoleh ke sebuah perempuan dengan pakaian tennisnya itu. Atau apalah namanya aku tak mengerti.

"Untuk apa ya dia kemari?" Tanyaku spontan. "Oh!!! Aku baru ingat kalau dia atlet tennis harr! Mungkin ia sedang turnamen." Ucapan niall benar juga. But.. who's care? Lebih baik aku masuk sebelum tribun nya penuh.

MOONLIGHT - Harry Styles Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang