SUDAH DI REVISI, SELAMAT MEMBACA♡
Don't forget for vomments baes♡♡
Kayaknya ini kebanyakan flashback, semoga gak bosen ya :v
●○
Previous Chapter :
"Tidurlah. Happy birthday"
Akhirnya, aku tertidur dan masuk ke mimpi indahku.
Good Night.
●○
Hazel's POV.
Keesokan harinya, aku bangun dan mendapati diriku sendiri di kamar. Kemana perginya Harry? Entahlah. Eh, kok jadi nyariin dia sih
Aku mulai mencuci mukaku, dan menggosokkan gigiku di kamar mandi dan turun. Saatku menuruni tangga, aku kaget dan mendapati banyak balon di anak anak tangga ini. Apakah mereka tak lelah membuatkanku kejutan? Atau memang ada yang baru bermain balon dirumahku?
Sesampainya di meja makan, ada sebuah kue taart ukuran sedang berwarna putih dengan sprinkles berwarna warni. Yummy. Di sekitarnya juga terhidang banyak makanan seperti kalkun panggang, pasta, dan salad. Lalu, oh my holy god. Makanan favoritku Sup asparagus, kue jahe, pudding Yorkshire, dan pai bluberry.
"Who made this? Mom?! Dad?!" Aku berseru ke penjuru ruangan, tapi hasilnya nihil. Malah, aku mendapatkan selipan kertas di sebuah piring. "Enjoy your time xx" aku membacanya dengan rasa bingung yang masih ada di dalam diriku.
Setelah itu, aku memutuskan untuk memotret semua ini dan memasukannya ke instagram plus ke twitterku. Benar benar dekorasi yang indah!
Setelah itu, aku menuju ke halaman belakang untuk menghirup udara segar. Namun, yang kudapati adalah tumpahan ember diatas diriku. Shit. Dan isinya adalah telur, tepung, air dingin, dan lain lain sehingga menjadi satu campuran.
Aku pun mengerjap ngerjapkan mataku dan mendengar tawaan yang keras serta sorakan. "Wuhuuu!!!"
"My phone.." bisikku lirih. Aku pun menaruh ponselku di meja terdekat. Lihat, sekarang aku terlihat seperti nugget ayam mentah dengan lumuran telur yang siap di taburi tepung roti dan digoreng. Begitupun ponselku yang sudah terkena telur, dan tepung itu.
"Surprise!!!" seru seseorang dibelakangku. Aku pun membersihkan mukaku. "Tidak lucu!!! My birthday is passed!!!!" Seruku dan mengejar The Boys dimulai dari Louis, Niall, Zayn, Harry, dan Liam. Siap-siap saja mereka kupeluk. Oh, Brit rupanya ada disini. Dari kapan mereka disini?
"Kenaaa!!" Aku berhasil memeluk Harry dan sekarang kemeja kotak kotaknya terkena telur di bajuku. "Yaiksss!!" Jeritnya. Aku pun tertawa karena ekspresinya sangat konyol. "Kalian ya, pagi pagi sudah hobi ngerjain orang."
"Oh iya, ada kejutan untukmu lagi. Just wait.." muka misterius Brit membuatku bingung. "Baik. Aku akan mandi. Tunggu sebentar." Lalu, Harry menahan tanganku. "Sepertinya aku juga. Lihat, ulahmu" aku melihat kemejanya sudah kotor.
"Kau ganti baju saja. Hanya kemejamu saja yang kena kan?" Kataku. "Tapi kan.." aku pun langsung pergi ke atas dan mengambil handuk, dan mulai mandi.
Di kamar mandi, aku mengucurkan air, tentu saja aku sudah telanjang sekarang. Dan.. eh, sepertinya ini bukan air. Hah?! Ini kan.. air.. syrup? Sialan. Ini kejutan selanjutnya? Sial sial sial!! Ini namanya pembullyan!
KAMU SEDANG MEMBACA
MOONLIGHT - Harry Styles Love Story
FanfictionBerita tentang seorang super star dunia yang dikatakan 'gay' telah menyebar dimana mana. Sekarang adalah dimana waktunya sang manager untuk bertindak. Namun, bagaimana jika tindakan tersebut salah? Ia memanfaatkan putrinya, yang merupakan seorang a...
