1

6.3K 434 8
                                        

SUDAH DI REVISI, SELAMAT MEMBACA♡

Biasakan Vote sebelum membaca!

●○

Cahaya yang masuk di celah celah gordenku membuat mata cokelatku menyipit. Aku bangun perlahan, dengan rambut cokelat lebatku yang berantakan. Bahkan ada beberapa yang rontok di bantalku, karena memang rambutku mudah rontok sesuai dengan gen ibuku.

Waktu kini menunjukkan pukul 7 a.m. aku pun segera mengambil handukku dan pergi bergegas mandi.

Setelah mandi, aku memakai seragam high school ku dan turun ke bawah sembari menenteng tasku. Cukup enteng, untuk pelajaran hari ini.

"Morning mom, morning dad" sapaku kepada kedua orang yang paling kucintai, mom dan dad.

"Morning honey. Sleep well?" Balas mom sembari mengoleskan nutella di selembar roti. "Yeah" balasku dan mengambil roti yang telah diolesnya, dan memakannya.

"The car is ready. C'mon hun" ujar dad dari teras rumah. Senangnya, melihat dadku dengan wajah cerahnya itu.

"Wait dad!" Seruku sambil meminum segelas air putih, lalu berpamitan dengan mom ku.

"Mom, i have to go now. Bye, love you!" Pamitku dan salam mencium tangannya. "Love you too, daughter" balasnya dan tersenyum. Ah, that smile..

Itulah kebiasaanku dipagi hari. Well, itu jika ayahku kerja siang. Aku sangat bersyukur karena telah diantar sekolah olehnya pagi ini, karena hal itu jarang sekali terjadi.

"Dad, thank you for your time. I have to school. Bye dad, love ya!" Pamitku dan turun dari mobil ayahku.

Pasti kalian bertanya-tanya siapa aku. Namaku Hazel Aethelwynn Cowell. Orang-orang memanggilku Hazel, Hazelnut, dan lain-lain. Tapi, cukup panggil aku Hazel. Umurku masih 17 tahun.

Rambutku sebatas pinggang, berwarna cokelat kayu, atau cokelat gelap. Rambut panjangku ini selalu kurawat dengan baik. Tapi kenapa tetap rontok ya? Sudahlah, tak ada yang bisa mengubah gen kecuali kuasa yang di atas.

Warna mataku juga sama dengan rambutku, namun lebih muda. Jadi orang-orang masih bisa melihat pupil mataku. Dan aku memiliki tubuh yang pendek, dan kurus. Tinggiku 153 cm. Sangat kecil kan?

Aku berjalan santai menuju ke kelasku. Kelasku berada di lantai dua sekolah ini. Tepatnya kelas XII Science 1. Aku tak sabar untuk lulus. Oh iya, aku mengikuti program percepatan atau acceleration.

"Morning haz!" Sapa temanku, Britania Auntumn, atau kupanggil Brit. "Morning brit!" Balasku. Aku segera masuk ke kelas berdampingan dengannya, seperti pagi lainnya.

"Gimana tournament kemarin?" Tanta Brit. "Tenang kok, Brantley high masuk ke final" ujarku. "Wah! Congrats girl!" Serunya sembari mengacak ngacak rambutku. Aku pun meringis.

Oh iya, satu yang kalian belum ketahui. Aku adalah atlet tennis putri yang selalu diwakilkan untuk turnamen nasional, sampai internasional. Tentunya aku mewakili kota dan negaraku, London, England.

Saat istirahat, aku menuju ke kantin sekolahku bersama Brit. Aku membeli sebuah pancake dengan saus coklat diatasnya. Serta aku membeli segelas lemon tea. Faktor utama badanku kecil, aku tak suka makan makanan yang berat.

MOONLIGHT - Harry Styles Love StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang