thirty eight

5.9K 596 31
                                        

Atmosfer hangat memadukan aroma dari open kitchen khas adonan yang sedang dipanggang memberikan kesan segar dan otentik yang dapat menggugah selera. Udara seketika dipenuhi wangi manis mentega, karamel dan kopi yang baru diseduh, sehingga menimbulkan kesan nyaman dan menenangkan.

Ruangan sederhana yang didominasi desain rustic dengan pencahayaan yang temaram dan alunan musik instrumental halus cocok untuk bersantai. Tak lupa rak kayu atau etalase kaca yang menampilkan deretan pastry berlapis seperti croissant, roti-roti artisan dan kue-kue basah; tartlet, pudding dengan warna-warna yang menarik perhatian pengunjung serta suara lembut denting piring-piring dan derap langkah staf yang ramah membuat suasana semakin menghangat.

Sesuai janji Emily, kini Emily mengajak Ace untuk pergi ke toko kue nya untuk membuat es krim yang Ace inginkan, setelah seharian tadi mereka  melimpir ke butik milik Jane dilanjut membawa Ace ke salah satu tempat bermain lalu berbelanja. Mily's Cakes and Bakes menjadi tempat tujuan terakhir mereka untuk beristirahat sebelum pulang nanti.

"Okay, little one, sudah siap untuk membuat es krim?" tanya Emily pada Ace yang menampilkan wajah berseri-seri seolah tak sabar melihat es krim yang dijanjikan Emily.

"Ace sudah leady, mama!" seru Ace sambil mengangguk lucu.

Kini Emily dan Ace sudah ada di mini bar, dengan Ace yang di dudukkan di atasnya tentu dengan Orion yang senantiasa mengukung tubuh Ace agar tidak jatuh. Ace terlihat sangat sumringah ketika melihat bagaimana Emily sangat gesit membuat bahan dasar es krim. Ekspresi Ace yang berubah-ubah ketika Emily melakukan sesuatu yang berbeda menarik perhatian Jane yang sedaritadi menopang dagunya.

"Ya ampun, baby serius banget lihatinnya." Jane menahan gemas sembari mencubit pelan pipi kemerahan milik Ace, Ace tampak tak terganggu sama sekali. Dirinya terlalu fokus memperhatikan Emily yang tengah menuang adonan kuning telur ke dalam susu.

Orion mengeratkan lengannya yang melingkar di perut penuh lemak itu kala Ace mencondongkan badannya, kepalanya terangkat lebih tinggi seolah ingin melihat apa yang Emily aduk disana.

"Don't too close, sayang." Orion mengusap puncak kepala Ace, "Itu panas."

"Ace mau lihat, abang." Bibirnya mengerucut imut.

Emily tersenyum melihat interaksi itu, "Ace mau ngaduk?"

Manik mata itu membulat disertai binar bahagia, "Mau!"

"Here," Emily menyodorkan whisk kecil untuk Ace, "Pelan-pelan."

Ace memutar whisk itu dengan mangkuk kaca yang di pegang oleh Orion. Gerakan tangan Ace mengaduk memang sedikit berantakan, terbukti dengan adonan yang sedikit menyiprat keluar dari mangkuk, menyadari itu Ace menatap Emily menampilkan deretan giginya, "Sorry, mama."

"It's okay, sayang." Emily menyeka tumpahan itu dengan tissue.

"Sini abang bantu." Orion menggenggam tangan mungil itu mengarahkan dengan gerakan yang teratur, tak lama setelah itu Orion melepas genggamannya membiarkan Ace melanjutkan gerakan itu sendiri. Ace mendongak menatap Orion dari bawah, "Yeay, Ace bisa, abang!"

"Keren, baby hebat banget ngaduknya.." puji Jane sambil menjawil hidung mungil Ace, Ace terkikik geli.

"Good job!" Ace menepuk tangan Orion ketika Orion mengajaknya untuk hi five.

"Ace mau bantu mama nuang ke dalam sini?" tanya Emily langsung disambut anggukan antusias dari Ace. Orion mengangkat tubuh Ace mendekati mesin es krim mini sambil di bantu oleh Emily, Ace berhasil menuangkan adonan es krim miliknya.

little aceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang