thirty seven

6.6K 625 31
                                        

6.00 a.m

Suasana pagi yang tenang mulai berubah menjadi aktif–waktu umum bagi banyak orang untuk bangun tidur, bersiap memulai hari atau bahkan sekedar untuk berolahraga pagi.

Seperti saat ini, tepatnya di dalam kamar mandi milik Rylee, Ace tengah berendam di dalam bath up ditemani beberapa mainan seperti bebek-bebek kuning beragam ukuran, bola-bola kecil dan berbagai macam hewan laut yang mengambang di sekitarnya, tidak lupa bintang laut yang menempel di dinding bath up.

Tubuh gembul itu dipenuhi oleh busa lembut nan wangi, di sisi Ace berendam ada Alice yang menemani dan sesekali membasuh tubuh Ace dengan sabun. "Mommy look! Boneka sapi Ace tenggelam."

Jangan lupakan juga boneka sapi pemberian Frank yang kini tengah berendam bersama Ace. Boneka berbulu itu kini sudah menyerap air hingga boneka itu menyentuh dasar bath up. Alice awalnya sudah melarang Ace untuk tidak membawa boneka tersebut namun Ace will be Ace tetap memaksa untuk membawanya saat mandi, katanya sih sekalian mandi biar wangi. Tidak salah namun tidak benar juga.

Tangan gempal milik Ace berusaha mengangkat boneka itu keatas permukaan air, "Ugh.. Mom kenapa belat sekali.." keluh Ace karena tiba-tiba saja merasa boneka sapinya itu menjadi berat padahal sebelumnya bisa Ace peluk dengan mudah.

Alice tertawa pelan menikmati ekspresi wajah anaknya, "Sini, mommy bantu."

Kepala yang dipenuhi busa itu menggeleng, "Bial Ace saja, mom. Ace kuat."

Lagi-lagi Alice hanya bisa terkekeh dan membiarkan Ace untuk mencoba, benar saja Ace berhasil mengangkat boneka itu dengan kedua tangannya. Dengan semangat menunjukkan pada Alice bahwa dirinya bisa melakukan hal itu tanpa bantuan, Alice pun bertepuk tangan memberikan apresiasi pada anak imutnya itu. "Ace hebat!"

Akhir-akhir ini Alice memang membiasakan Ace jika anaknya itu meminta hal yang ingin Ace lakukan sendiri. Seperti, belajar memakai bajunya, makan dengan sendok dan garpu sendiri, mencuci tangan bahkan membawa wadah berisi snack sendiri. Tentu saja hal itu masih dalam pengawasan Alice. Melihat tumbuh kembang Ace membuat hatinya senang apalagi selalu ada Rylee—suami siaganya yang tak pernah luput menemani dirinya dalam merawat Ace.

Seperti saat ini, sebenarnya tadi Rylee juga ada tepat di sebelah Alice, namun pria itu kini tengah mengambil handuk milik Ace. Meskipun sudah siap dengan pakaian kerjanya, pria itu tidak menolak ketika Ace mengajaknya bermain untuk menemani mandi.

"Daddy!" seru Ace ketika melihat Rylee yang masuk kembali membawa handuk bergambar kepala sapi yang ia tumpulan di lengan kekar miliknya. "Nah, daddy sudah datang, ayo udahan ya mandinya."

Ace mendongak menatap mata cantik milik Alice, bibir bawahnya melengkung kebawah, "Nggak mau, mommy. Ace masih mau disini."

"Ace sudah janji tadi pada mommy, kalau daddy datang selesai mandi, 'kan?"

Manik bulat milik Ace berkaca, "Tapi mom–

"Daddy sudah bawa handuk sapi kesayangan Ace juga lho." Ace menatap handuk yang dibentangkan Alice, entah kenapa handuk itu tidak menarik dimatanya dibandingkan bebek-bebek yang berenang bersamanya.

Rylee berjongkok lalu menatap Ace yang kini bermain dengan bebek-bebek kecilnya mengabaikan boneka sapi yang kembali tenggelam.

"Bukannya Ace mau membuat es krim bersama mama Emily, hm?"

Tidak sampai sedetik tubuh Ace langsung bereaksi, dirinya baru saja ingat kalau Emily mau memberikan es krim alpukat yang kemarin Ace minta pada Frank. Terlebih kali ini Emily sendiri yang akan membuat special untuk Ace.

Ace yang semangat menepuk-nepuk air tersebut hingga menciprat kemana-mana. "Mau! Ace mau!"

Rylee tertawa pelan sambil menghalau air yang mengenai dirinya, walaupun hal itu tidak terlalu berpengaruh karena kemeja putih miliknya sudah basah saking hebatnya Ace menepuk air sabun itu.

little aceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang