Bab 33

6 0 0
                                        

"Jangan!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jangan!"

"Nessa, kamu kenapa? Tidurlah lagi, Nak," ucap Clarissa sambil membantu putrinya berbaring.

"Ibu, aku takut," cicit Vanessa sambil mengenggam tangan Clarissa.

"Ada apa? Mimpi buruk?" tebak Clarissa.

Vanessa mengangguk. "Ini pasti orang itu kembali, aku melihatnya. Kenapa dia sudah bebas? Harusnya masih dipenjara." Bahu Vanessa bergetar tiap mengingat sosok yang menghantuinya hingga Vanessa tak berani menaruh hati kepada lawan jenis.

"Tidak apa, Nak. Ada kami di sini, jangan takut." Clarissa membelai rambut Vanessa hingga putri satu-satunya itu terlelap.

Tatapan Clarissa dengan teduh menatap buah hatinya yang kini tertidur. Namun, dalam lubuk hatinya, ia juga khawatir dan takut jika sosok itu kembali untuk melakukan hal tidak baik ke anaknya.

"Ibu akan melindungimu sampai akhir, Nak." Satu kecupan di kening Vanessa, Clarissa pun terus menjaganya hingga ikut terlelap.

Di luar, David berjaga di depan pintu- termenung. Ia berpikir keras sambil meremas surat digenggamnya.

"Orang itu kenapa bisa bebas dari penjara? Siapa yang membebaskannya?" David berbicara dengan penuh penekanan sambil melirik Dean yang duduk di kursi koridor rumah sakit.

"Aku dapat informasi yang membebaskannya temannya, siapa dia itu masih diselidik-"

"Aku tahu siapa dia, orang itu biang keladi atas kondisi Arkam dan Sisil. Dia kakaknya istri Gilang saat ini, heran aku si Gilang kok mau jadikan wanita ular jadi istrinya? Biadab!" Aksa berjalan mendekat sambil memberikan dokumen berisikan informasi tentang orang itu.

"Kok bisa kamu kenal Arkam dan Sisil?" tanya David sambil menaikkan satu alisnya.

"Kedua anak itu kan anak panti asuhan yang ku kelola." Aksa menjawab dengan malas. David hanya ber-oh sambil mengangguk-anggukan kepala.

"Kenapa dia membebaskan pria biadab itu? Apa hubungan mereka?" tanya Dean dengan tatapan selidik.

"Mereka ... kerabat jauh."

Jawaban Aksa membungkam Dean dan David. Kenyataan yang tak terduga yang tidak ada dalam perhitungan mereka. "Mau apa orang-orang itu? Arkam dan Sisil mau diapakan lagi?" David menggertakkan gigi seraya bertanya.

"Yang pasti bukan niat baik. Aku punya firasat buruk akan hal ini," pikir Aksa.

"Pokoknya, anak-anak itu tidak boleh tersentuh lagi oleh dia!" seru David sambil mengepalkan tangan.

***
"Leon, minggu depan kamu mulai sekolah di SMA Darma."

"Ibu, itu kan sekolahnya Dannies, apa tidak apa?" tanya Leon kepada ibunya, Lisa.

"Kamu takut sama dia karena ketua osis?" tanya Lisa sambil memeluk putranya.

"Tidak," jawab Leon, "Aku malah menantikan saat dia bekerja sebagai ketua osis karena sasaran empuk sebenarnya adalah Arkam Syahputra, sepupuku." Leon menyeringai sambil memikirkan rencana yang akan ia lakukan minggu depan.

"Ini baru anakku, berikan mereka pelajaran apalagi sekolah SMA Darma adalah sekolah elit yang mengandalkan sistem kasta. Anak miskin sepertinya patut diberi peringatan. Itu juga sebabnya, pamanmu membebaskan ayah mereka demi kelancaran rencana ini," jelas Lisa sembari menyunggikan senyum.

***
"Kalian udah boleh pulang, ya? Kok aku doang belum?" Dannies memayunkan bibirnya melihat teman-temannya bersiap-siap untuk pulang dari rumah sakit.

"Mau gimana lagi, kami duluan, ya. Toh, kamu pulang minggu depan juga, kan? Gaada bedanya kok," ucap Vedol sambil menggandeng tasnya.

"Udah tuh bibirnya kek bebek tahu," sindir Ashilla sambil mencubit pipi Dannies.

"Kami duluan, Pak Ketua kita. Dadah." Itulah salam terakhir kelima temannya meninggalkan kamar inap Dannies.

"Huh, lihat saja pas aku kembali ke sekolah. Eh? Apa ini? Kiriman pesan dari wakil ketua osis?" Dannies memeriksa ponselnya, pesan dari wakilnya membuat dahinya berkerut. "Aish, sekolah kayaknya akan banyak drama lagi anak-anak. Sistem kasta ini sungguh menjengkelkan."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 29 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

CandramawaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang