Chapter 38

172 40 0
                                        

"Hei hei, siapa itu?"

"Aku juga tidak tahu. Wajahnya asing, sepertinya bukan bangsawan dari Ibukota."

"Sepertinya anak itu memiliki hubungan dekat dengan wakil presiden kemahasiswaan kita."

"Mau di lihat dari sisi manapun, keduanya memang tampak akrab! Lihat cara Tuan muda Olivier memegang tangannya, tidak mungkin tidak akrab!"

Bisikan-bisikan dari para murid yang berlalu lalang terdengar. Mereka membicarakan Ivan yang saat ini tengah menggandeng seorang pemuda tampan dengan mata berwarna cokelat terang memasuki Akademi Roxana.

Biasanya para siswa yang termasuk dalam organisasi Kemahasiswaan melarang masuknya orang luar yang bukan merupakan siswa ke Akademi. Tapi kali ini, mereka tidak bisa menghentikannya karena yang membawa adalah wakil kemahasiswaan langsung.

Melihat tidak ada yang menghentikan mereka, Luca diam-diam kagum dengan gelar wakil presiden kemahasiswaan yang Ivan miliki. Meskipun dia awalnya di tarik paksa untuk ke sini padahal ia tengah makan, tapi pemuda itu tidak marah. Setidaknya bangunan megah khas eropa memanjakan matanya.

Akademi Roxana memiliki bentuk bangunan yang sangat besar. Mungkin jika di lihat dari atas akan membentuk letter U dengan taman yang begitu luas ditengahnya. Terdapat air mancur di tengah-tengah dan beberapa siswa terlihat sedang membaca buku dan bercanda. Warna oranye-kuning dari seragam mereka benar-benar mencolok mata di siang hari seperti ini.

Saat mata Luca melihat kesana-kemari menyelidik, Ivan di sisi lain telah berhenti. Dan karena tidak memperhatikan, Luca tertarik kebelakang karena tangan yang sedari tadi di genggam tidak ikut maju ke depan. Pemuda itu menoleh, melihat Ivan telah berhenti di satu titik bersama seorang pria dengan kacamata perak bertengger di pangkal hidungnya, Luca mundur ke belakang Ivan.

"Wakil kepala sekolah, kebetulan aku sedang mencarimu," Ivan membungkuk sopan. Luca pun melakukan hal yang sama dalam diam, manik cokelat terangnya menatap laki-laki di depan dari atas kebawah secara diam-diam dari balik punggung Ivan.

Wakil kepala sekolah... dia menyelami ingatannya dan dalam sekejap membuka mata lebar-lebar. SAINT REDGRAVE?!

Dalam novel, nama karakter ini sering muncul dan disebut-sebut oleh beberapa siswa mengenai kekuatan sihirnya yang luar biasa. Pada puncaknya, saat beberapa musuh muncul untuk menculik Aerin yang merupakan keturunan Elf, Saint Redgrave muncul dan menyelamatkan gadis itu. Sayangnya musuh telah bersiap dan mengirim orang paling kuat bersama mereka. Meskipun Saint Redgrave kuat, diserang oleh sekelompok orang yang menggabungkan kekuatan laki-laki itu tidak bisa menahannya dan berakhir dengan jantung tertembus pedang. Pada akhirnya yang menyelamatkan Aerin adalah pahlawan pria yang baru datang kemudian sedangkan Saint Redgrave dinyatakan meninggal saat itu juga.

Hahh... akhir hidup yang menyedihkan. Orang ini akhirnya hanya menjadi batu loncatan pahlawan pria untuk bersinar.

Akibatnya, saat Saint mengalihkan pandangannya pada pemuda di belakang Ivan, dia bisa melihat tatapan kasihan yang lain di sana. Siapa yang bocah ini kasihani?

Ivan tidak mengetahui jika orang di belakangnya tengah mengasihani wakil kepala sekolah, pemuda itu melihat jika Saint tampak tertarik dengan Luca dan dengan cepat menggeser tubuhnya. Dia memperkenalkan secara singkat.

"Ini adikku. Luca Aziel Lawrence, ayahnya adalah seorang Marquess yang menjaga perbatasan Utara kekaisaran, Tuan Victor."

Di perkenalkan seperti ini, Luca secara sopan menganggukan kepalanya dengan senyuman.

Saint di sisi lain balas memperkenalkan diri, "Senang mengenalmu, aku wakil kepala sekolah akademi, Saint Redgrave." Senyum sopan menggantung di wajahnya yang tampan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 5 days ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

[BL] Back To Medieval TimesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang