'Papa Iqbaal, Mama Please'
Part.19
Votenya ya...
-------------------------------------(Namakamu) belum juga sadar dari pingsannya. Iqbaal semakin merasa khawatir saat melihat semakin lama wajah (namakamu) semakin terlihat pucat hingga apa boleh buat Iqbaal kemudian membopong tubuh (namakamu) keluar dari ruang kerjanya, Iqbaal meneriaki semua maid dirumahnya meminta mereka untuk Cepat membersihkan kamar dan cepat menelfon Seorang dokter.
Maid Telah selesai membersihkan Tempat tidur Yang akan (namakamu) tempati. Iqbaal membaringkan (namakamu) secara perlahan ditempat tidur dengan gusar Iqbaal mengacak rambutnya sendiri.Merasa khawatir.
OoOo
Iqbaal menatap cemas (namakamu) yang masih belum juga sadar meski dokter telah memeriksanya. Iqbaal kemudian menatap Dokter yang barusaja selesai memeriksa kondisi (namakamu). Iqbaal menatap Dokter itu dengan tatapan berharap jika tidak ada sesuatu yang buruk dengan kondisi (namakamu).
"Gimana Dok?"Iqbaal mulai merasa jengah dengan ekspfesi dokter yang terlihat kurang meyakin-kan dengan apa yang ia harapkan. Dokter itu menghembuskan nafas beratnya kemudian menatap Iqbaal.
"Syukurlah, Bu (namakamu) Hanya kelelahan biasa.."menipu. Ya ekspresi dokter itu menipu Iqbaal yang beranggapan jika (namakamu) tidak baik. Senyum dokter itu mengambang sementara Iqbaal justru semakin terlihat shock akibat tertipu oleh terkaannya sendiri. Disisi lain Iqbaal senang karna (namakamu) hanya kelelahan biasa.
Iqbaal kemudian menghampiri (namakamu) kemudian mengecup lembut kening (namakamu). Iqbaal tidak bohong jika ia ditanya Mencintai (namakamu) atau tidak, karna jawaban Iqbaal adalah YA. dia sangat mencintai (namakamu) sekarang.
"makasih dok .."
"Ya..sama-sama pak Iqbaal..,kalau begitu saya permisi dulu.."
"Hn.."
OoOoOo
Ochi Memasang wajah kesalnya saat Tau jika saat ini ia tidak boleh bermain bersama mama kesayangannya-(namakamu). Iqbaal menyuruh ochi untuk tidak mengganggu (namakamu) sekarang ini karna kata dokter (namakamu) harus Istirahat.
"Papa, Terus ocii main sama siapa papa! "
"Ocii bisa main sama Maid-kan? "
"Ga mau!, kalo gitu mendingan papa ajah yang temenin ocii main! "
"Ga bisa sayang. Papa harus jagain mama.."
"Yaudah kalo gitu ocii ikut jagain mama ajah deh.."
Iqbaal menghembuskan nafas beratnya,Iqbaal membelai lembut rambut ochi kemudian memberikan kecupan lembut tepat dikening ochi.
"Papa ga yakin kalo ocii Ga akan berisik jaga mamanya, Sekarang mendingan ocii bobo gih, Papa mohon untuk sekarang ini ocii main sama mamanya libur dulu okey? "Ochi memanyunkan bibirnya menatap Iqbaal dengan wajah kesalnya.ochi kemudian menghentakan kaki mungilnya dengan penuh kemarahan membuat Iqbaal sedikit tersentak..
"Papa payah!!!"
Ochi kemudian berlari keluar kamar. Ochi menangis. Iqbaal mengeluh pasrah, Bukannya tidak memikirkan putri kecilnya itu namun kini Iqbaal harus membagi perhatiannya juga untuk isterinya-(namakamu).
Iqbaal memandang wajah polos (namakamu) yang saat ini tengah terlelap. Saat bangun tadi tidak ada satu katapun yang (namakamu) ucapkan untuk Iqbaal, (namakamu) hanya mengeluh terganggu dengan rasa berat Akibat Lingkaran tangan Iqbaal di perutnya ..
Setelah (namakamu) sadar tadi Iqbaal mengatakan jika (namakamu) tadi pingsan namun (namakamu) hanya menunjukan ekspresi cueknya kemudian kembali memejamkan matanya dalam kata lain memilih untuk Tertidur.

KAMU SEDANG MEMBACA
'Papa Iqbaal,Mama Please
Teen Fictionseorang anak kecil dia ochiana diafakhri yg ingin sekali mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu yang belum pernah dia dapatkan dalam umur yang masih sangat kecil,dia hanya tinggal bersama papa dan ketiga pamannya dan pada suatu hari dia menemukan...