'Papa Iqbaal,Mama Please'
Part.13
Votenya ya..
-------------------------------------Ini semua bukanlah salah ochi. Ini semua adalah Takdir,Takdir yang terlalu miris untuk hidup ochi...
Iqbaal memeluk putri kecilnya kemudian mengecup kening serta kedua pipi ochi. Iqbaal bahkan tak mampu lagi menahan Airmatanya yang kini menetes sempurna membasahi pipinya..
Melihat Iqbaal meneteskan Airmata,Ochi langsung menyengka Airmata Iqbaal dengan jemari mungilnya..
"Papa jangan nangis.."
Ochi kemudian mengecup kedua kelopak mata Iqbaal. Hal ini adalah hal yang sering Iqbaal lakukan jika untuknya dulu. Ochi kemudian mengusap bibir pucat Iqbaal dengan jemari mungilnya..
"Papa jangan marah-marah lagi ya, ocii takut kalau liat papa marah-marah.."
Iqbaal tersenyum tipis kemudian membawa kembali ochi kedalam pelukannya...
"Maafin papa..."
OoOoOoOo
Pukul 8 malam.
Angin malam berhembus menerpa kulit Mulus (namakamu) yang kini hanya dibalut dengan Piyama tipis berwarna peach. (Namakamu) terdiam menatap bulan yang terlihat begitu sempurna malam ini, (namakamu) bahkan tak menyadari Jika Airmatanya telah berlinang menyusuri kedua pipinya. Saat ini (namakamu) tak mengerti apa tujuan hidupnya setelah ini, Ia telah pindah dari rumahnya yang dulu dan ia juga telah berhenti untuk kuliah. (Namakamu) sekarang menempati Rumah kontrakan yang berada jauh dari tempat tinggalnya dulu,Sepanjang hari (namakamu) sibuk mencari lowongan pekerjaan namun hingga detik ini ia masih tak bisa menemukan peluang pekerjaan itu, Memutuskan untuk pindah dan berhenti kuliah adalah tekat (namakamu) untuk kembali mengatur semuanya. Terbebas dari rasa sesak yang selalu ia alami,(namakamu) ingin hidupnya tenang tampa ada gangguan dari siapapun namun sepertinya itu semua salah..
Saat ini (namakamu) sadar jika semua bahkan lebih terasa sakit. Hidup jauh dari orang yang ia kasihi lebih menyakitkan rupanya, (namakamu) merasa Dunia ini semakin sempit untuk wanita sepertinya. Wanita yang pantas dinobatkan sebagai 'barang bekas' kehidupan (namakamu) benar-benar berubah semenjak Iqbaal datang kedalamnya. Menghancurkan masa depanya .."Terlalu sakit tuhan..."(namakamu) menyengka Airmatanya kemudian menutup jendela kamarnya. (Namakamu) melangkah menuju tempat tidurnya,(namakamu) kemudian membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur miliknya.
Manik cokelat milik (namakamu) masih dihiasi oleh genangan airmata yang tak hentinya berderai. Dengan lelah (namakamu) kembali menyengkanya ..
menangispun tak ada gunanya untuk (namakamu) karna ini semua adalah takdir..
Takdir yang terlalu miris untuk hidupnya :''')OoOoOo
Hari ini Iqbaal mengantar ochi kesekolahnya. Ochi yang sempat ngambek tidak ingin sekolah akhirnya berhasil Iqbaal rayu dengan iming-iming setelah pulang sekolah nanti Iqbaal akan mengajak ochi untuk mencari mamanya-(namakamu).
Ochi menggunakam seragam sekolahnya. Hari ini Ochi terlihat lebih baik, Senyumnya mulai mengambang kembali menghiasi bibir mungilnya.
"Papa. Kita nanti cari mamanya sampai keliling dunia ya..."
Iqbaal terkekeh mendengar perkataan antusias putri kecilnya itu. Iqbaal kemudian hanya mengangguk seraya tersenyum tipis..
"Hn.makanya ocii harus sekolah yang rajin terus jangan nangis lagi, Biar besok-besok kita bisa cari mama (namakamu)nya pakai Pesawat.."
"Serius pa??? "
Mata ochi berbinar-binar menatap Iqbaal yang kini terkekeh...
"Hn."

KAMU SEDANG MEMBACA
'Papa Iqbaal,Mama Please
Teen Fictionseorang anak kecil dia ochiana diafakhri yg ingin sekali mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu yang belum pernah dia dapatkan dalam umur yang masih sangat kecil,dia hanya tinggal bersama papa dan ketiga pamannya dan pada suatu hari dia menemukan...