3 years later...
Selena Gomez POV
Sudah 3 tahun lamanya aku dan Justin menjalani kehidupan kami yang sebenarnya. Maksud ku, kami sekarang tak malu-malu lagi menunjukkan bahwa kami memang sepasang suami istri sekarang. Awalnya agak canggung harus bersikap seperti ini, tapi kelamaan aku merasa nyaman berada di situasi seperti ini.
Sudah 3 tahun lamanya juga semenjak kejadian memalukan (atau mungkin menyenangkan) itu terjadi, tidak banyak perubahan yang di alami Justin. Dia tetap menjadi laki-laki yang menyebalkan yang pernah ku kenal, dan aku? Yaah seperti biasa, tetap menjadi 'korban' kejahilan nya. Tapi aku sangat menyayanginya.
Tak jarang dia treats me like his queen dengan perlakuan nya maupun perkataan nya yang menimbulkan efek yang sangat dahsyat bagi siapa yang mendengarnya. Kami juga tak malu-malu lagi mengungkapkan perasaan satu sama lain, berkomentar satu sama lain dan beradu mulut satu sama lain juga. Walaupun begitu, kami sama-sama tau kalau kami itu saling membutuhkan satu sama lain.
Oh iya! Dua tahun yang lalu, Taylor dan Harry telah menikah. Bahkan sekarang sudah memiliki seorang baby yang menggemaskan! Demi dan Niall? Mereka sudah melaksanakan pertunangan dan bersiap menyusul kami untuk berkeluarga.
Lucu sekali jika membandingkan Haylor -sebutan untuk Harry dan Taylor- dengan aku dan Justin. Mereka menjalankan kehidupan mereka seakan tidak ada beban. Sedangkan aku dan Justin harus menjalani tahun-tahun yang menyebalkan itu.
Mereka juga sekarang sudah mendapatkan seorang bayi mungil nan menggemaskan.
Barbara? Entahlah, dia sudah tidak pernah terdengar lagi sejak kejadian itu. Aku rasa dia sudah menemukan jati dirinya sekarang, dan laki-laki yang pantas untuk nya, pastinya.
****
"Sel, sudah siap atau belum? Nanti sudah keburu siang" pekik Justin dari ruang tamu. Sifat lamanya, tidak sabaran.
"Tunggu sebentar, barang yang akan aku bawa sangat banyak sekali" balas ku dari dalam kamar. Kamar ku dan Justin pastinya.
"Memangnya apa yang kau bawa sampai segitu lamanya?"
Dasar tidak sabaran! Aku pun dengan tergopoh-gopoh membawa semua barang ku sendirian, tanpa di bantu.
"Astaga, ini banyak sekali. Memangnya kau bawa apa saja sampai sebanyak ini? Kita saja tidak sampai seminggu di sana" Ucap Justin kaget ketika melihat barang bawaan ku. Sebenarnya apa yang salah? Hanya membawa 2 koper dan 3 tas kecil yang yaahh memang penuh semua.
"Tapi kan..."
"Barang-barang kita kan disana sudah ada sebagian, jadi kita tidak perlu membawa sebanyak ini lagi. Lagian kan kita hanya pergi ke rumah Mom dan tidak keluar negeri. Palingan 2 jam atau 3 jam kita sudah sampai" celoteh Justin.
"Terus bagaimana?"
"Tinggal saja sebagian, bawa seperlunya. Ayo cepat" ucap Justin lalu meninggalkan ku. Dengan wajah cemberut aku kembali membongkar barang bawaan ku.
Selama di perjalanan, aku dan Justin tidak henti-hentinya berdebat. Tentang jalan pintas, tentang jendela mobil yang tidak boleh di buka, bahkan tentang musik yang ingin di putar. Aku dan Justin saling mengungguli album kami masing-masing dan berdebat tentang album siapa yang akan di putar untuk mengusir kesunyian selama di perjalanan.
Karena belum menemukan titik terang atas perdebatan kami, akhirnya kami memutuskan hanya mendengar siaran radio yang membicarakan tentang kehidupan selebriti dan gosip gosip yang terjadi.
"Pasangan Taylor swift dan Harry styles baru baru ini sedang berbahagia akan kedatangan putra mereka yang baru saja lahir hari Sabtu kemarin. Kebahagian mereka terlihat pada...."
"Astaga! Aku baru sadar kalau kita belum melihat Taylor dan Harry!" Ucap ku kaget.
"Kalau begitu waktu kita pulang saja langsung kesana" ucap Justin enteng. Aku pun terdiam sambil mengeluarkan ponsel ku.
"6 bulan masih lama ya?" Tanya Justin tiba-tiba.
"Yaa lumayan lah. Kau seperti nya tidak sabaran sekali" cibir ku.
Seketika wajahnya memerah, menggemaskan sekali jika melihatnya seperti ini.
"Aktris Barbara Palvin dan sang kekasih kini sepertinya sudah siap untuk melanjutkan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius. Hal ini di tandai dengan pengakuan sang aktris atas rencana pernikahan mereka yang akan di selenggarakan 3 bulan lagi."
Seketika aku dan Justin sama-sama terkejut mendengar berita tersebut. Aku dan Justin pun saling berpandangan.
"Jadi dia akan menikah?" Tanya ku pada Justin.
"Sepertinya begitu." Ucap Justin. Walaupun sudah 3 tahun lamanya, Justin sepertinya masih menyimpan kekesalan pada Barbara atas apa yang dia sudah lakukan padaku dan Justin. Aku memaklumi nya, siapa yang tidak kesal atau marah jika di perlakukan seperti itu?
"Huft, dia ternyata cepat sekali move on dari ku." Ucap Justin pelan.
"Maksudmu?"
"Ku kira dia akan stuck pada perasaannya padaku, ternyata aku tak menyangka dia sudah melupakan ku secepat itu, aku saja masih bisa mengingatnya" ucap Justin seakan tanpa dosa mengatakan itu.
"Kau sudah tidak kesal padanya lagi?" Tanya ku polos.
"Tidak, aku merindukannya" ucapnya lagi.
LUPAKAN SEMUA YANG KU KATAKAN BARUSAANN!! TENTANG DIA YANG KESAL PADA BARBARA! LUPAKAAANN!
Aku bersumpah jika dia bukan suamiku sudah aku lempar dia dari sini dan membiarkan dia terguling, terinjak, terhempas atau apapun itu aku tidak peduli!!! Sungguh menyebalkan sekali dia!
"Kau..." erang ku. Aku sudah siap dengan kepalan tangan ku dan bersiap untuk memukulinya.
"Ow ow ow. Jangan marah begitu, sweety. Aku tidak merindukannya, aku hanya bercanda saja. Jangan emosi" ucapnya lalu tertawa terbahak-bahak.
"Itu tidak lucu! Sama sekali tidak lucu! Damn you, Bieber!" Umpat ku kesal.
"Tapi kau tau tidak, alasan kenapa aku sering membuat mu marah seperti ini? Karena kau kelihatan 100 kali lipat atau mungkin 1000 kali lipat cute setiap kau mengeluarkan mimik wajah kekesalan mu itu. Rasanya aku ingin mencubit mu gemas jika kau sudah seperti ini" ucap nya.
Justin adalah satu-satu nya orang yang bisa membuatku marah semarah marahnya lalu membuat ku luluh seluluh luluhnya dengan perkataan nya itu.
"Oh" ucapku hanya ber 'Oh' ria saja. Padahal sebenarnya aku sedang berusaha menyembunyikan perasaan bahagia ku sekarang.
"Sudahlah, jangan sok di pendam seperti itu, aku tau apa yang kau rasakan sekarang" ucap Justin santai.
"Shut up dan kembali lah menyetir!" Ucap ku lagi. Justin pun tersenyum jahil dan kembali menyetir mobilnya..
To be continued....
The next episode is the last episode..
See ya in the next episode, guys!!:)
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is My Enemy !
FanfictionSelena Gomez dan Justin Bieber yang dikenal sebagai murid ter-rusuh dan murid paling banyak membuat masalah waktu di sekolah ternyata di jodohkan dengan kedua orang tua mereka, bagaimana nasib mereka dan rumah tangga nya nanti? Berantakan kah karena...
