Author's Note

4.6K 176 20
                                        

Terima kasih sudah membaca.

Setidaknya, itu yang paling gue syukuri selama setahun lebih gue berpusing-pusing ria menulis cerita ini. Mulai dari semua data cerita ini hilang-lenyap dari laptop, dan gue tidak menyimpan copyannya. Sampai gue sempat putus asa melanjutkan cerita ini. Tapi, dengan berbagai comment yang menyuruh gue update dengan waktu singkat, mendorong gue, menyampaikan ke gue fakta bahwa menulis yang sudah menjadi kegemaran gue ini menjadi sebuah kewajiban.

Sastrawan pernah menuturkan mengenai seorang penulis. Tidak, gue tidak mengakui diri sebagai penulis. Entah kenapa, kalimat seorang penulis terlalu berat untuk mendefinisikan siapa gue. Gue suka menulis, gue menulis apa yang gue mau. Ketika tulisan gue dibaca, dan digemari, apalagi mempengaruhi hidup seseorang secara positif, gue merasa bahagia. Sangat amat bahagia. 

Kembali ke sastrawan tadi. Ia mengatakan bahwa, hidup tanpa menulis itu sia-sia. 

Dan memiliki hasrat dan semangat untuk menulis ketika hendak mengutarakan perasaan, merupakan hal yang paling gue syukuri. 

Ini karya pertama yang berhasil gue selesaikan, dan berbagai karya akan menyusul secepatnya. 

Kalau boleh, kalau boleh ya.. Gue mengharapkan kritik dan saran para pembaca untuk keseluruhan cerita yang gue tulis ini, lewat comment atau lewat message.

Sekali lagi, terima kasih sudah membaca. Semoga bermanfaat.

Terima kasih pula kepada orang-orang dibalik penulisan cerita Rebound. 

Kunjungi tumblr gue di : poragastra.tumblr.com

ReboundTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang