Bagian Dua

111K 3.8K 12
                                        

Mereka memasuki lifh masih dengan Zyan memeluk pinggang Vani possesife.

"Ka?"
Tanya Vani sambil mendongak untuk melihat wajah tampan milik Zyan.

"apa sayang ?"
Jawab Zyan lembut sambil menatap Vani.

"Kita makannya di Pizza hut aja yah? aku lagi pengin makan Pizza, boleh yah ?"
Tanya Vani meminta peyrsetujuan Zyan. Kenapa Vani meninta izin ? Karna memang Zyan melarang Vani untuk memakan makanan junk food.

"Tidak, sayang kita makannya di restoran biasa aja okeh."

"Tapi ka-"
Sebelum Vani menjawab Zyan sudah terlebih dahulu memotong kalimat Vani.

"Dan Kaka tidak terima penolakan ingat itu sayang."
ucap Zyan lembuy sambil mencium kening Vani.

"Egois!!"
Gumam Vani yang masih bisa di dengar oleh Zyan.

Dentingan suara pintu lifh berbunyi dan pintu lifh terbuka. Vani jalan terlebih dahulu meninggalkan Zyan.

Karna Vani masih sebal dengan Zyan. Sesampainya di mobil Vani masih mendiamkan Zyan.

Keheningan pun masih terjadi saat mereka sudah berada di restoran yang Zyan pilih.
mereka memesan makanan, lebih tepatnya Zyan yang memesan karna Vani masih enggan untuk berbicara kepada Zyan.

"yang?"
Ucap Zyan untuk memecahkan keheningan yang ada. tapi Vani masih diam dan lebih memilih untuk mengedarkan pandangannya ke luar jendela.

Makanan mereka akhirnya datang. Tapi Vani enggan untuk memakan makanan tersebut.

"Katanya laper, dimakan dong yang makanan kamu"
Bujuk Zyan tapi Vani tetap diam.

"Jangan kaya gini dong yang"
Zyan masih berusaha membujuk Vani.

sudah beberapa kali Zyan membujuk Vani tapi tetap hasilnya nihil. karna memang Vani adalah gadis keras kepala. Kesabaran Zyan sudah habis.

"Tidak usah seperti anak kecil Stevani. Sekarang makan makanan kamu!"
Ucap Zyan dengan nada dingin dan tegas tidak terbantahkan.

"memang saya anak kecil. dan saya tidak mau makan makanan ini!"
balas Vani tak kalah sengit. Zyan pun menghembuskan kasar nafasnya.

"Stevani Eylis Demian Makan Makanan Kamu!!"
Ucap Zyan dengan nada yang sudah naik saty oktaf.

"iyah bawel!!"
jawab Vani sewot.

"language Stevani!!"

"hmm"
jawab Vani sambil memakan makanannya dengan ogah ogahan.

°°°°°°°°°°°°°°°
Zyan Point of view

Setelah makan dengan Vani yang terus cemberut kepadaku. Aku mengantarkan dia pulang sampai di depan rumahnya.

"udah sampai"
Ucap ku mencoba memecahkan keheningan yang ada di dalam mobil.

"Makasih"
Vani hendak keluar tapi aku segera menarik tangannya sehingga dia terjatuh lagi di jok mobil.

"apaan sih ka ?"
Jawab Vani dengan ketus.

"Kaka cuma mau bilang kamu jangan marah dong. Kaka nglarang kamu makan Pizza itu juga demi kebaikan kamu. ok kaka minta maaf atas kejadian tadi"
Ucapku karna memang aku tidak bisa untuk marahan dengan Vani bisa bisa aku gila.

"..."

"ayo dong yang, bicara jangan diamkan kaka kaya gini"

"iyah aku maafin tapi lain kali boleh loh yah?"
Syukurlah Vani mau memaafkan ku.

My Little Wife [COMPLETED]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang