Heyy Update lagi
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. SELAMAT MEMBACA 😀😀😀😀
"Ka Zyan" Lirih seseorang yang sedang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit. Ya Vani baru saja siuman tapi apa yang dia lihat saat pertama kali membuka mata sungguh membuat hatinya remuk. Walaupun Vani masih setengah sadar namun tetap saja dia masih tau apa yang sedang di lakukan oleh suaminya.
Zyan langsung mendorong tubuh Tania dengan kasar membuat ciuman itu terlepas.
"Van, are you okey? " Tanya Zyan sambil mengusap rambut Vani dengan lembut sedangkan Vani hanya memalingkan wajahnya ke sembarang tempat yang pasti tidak menatap Zyan. Tania hanya dian memperhatikan kegiatan sepasang suami istri tersebut dengan pandangan kesal dan juga marah.
"Mana yang sakit yang, biar Kaka panggilin Dokter" Ucap Zyan khawatir akan keadaan Vani dan juga Khawatir akan Vani melihat kejadian tadi. Namun Vani hanya diam tak menjawab pertanyaan Zyan bahkan dia masih tidak mau melihat Zyan.
"gk usah!" Ketus Vani
Sekarang Zyan tau pasti Vani melihat adegan dirinya dengan Tania "oh shit" umpat Zyan dalam hati.
"kamu liat yang?" Tanya Zyan memastikan apa yang dia pikirkan. Namu Vani tetap tidak bergeming dan membuat Tania senang karna bisa merusak hubungan Zyan dan Vani di rasa sudah cukup dirinya di dalam ruang rawat Vani dia keluar dengan hati senang.
"yang jawab Kaka yang, jangan diem aja ke gitu" Desak Zyan supaya Vani mau berbicara dengannya.
Vani menorehkan wajahnya untuk menatap Zyan dengan tatapan sedih, kecawa, marah menjadi satu dan itu semua membuat Zyan merasa bersalah.
"iya aku lihat, walaupun belum sepenuhnya sadar tapi aku tau apa yang Kaka lakuin." Ucap Vani datar dengan menatap Zyan tepat di manik matanya.
"yang tapi itu semua gk seperti yang kamu bayangin yang. Dan Kaka gk bakal lakuin itu. Trust me Van please" Ucap Zyan dengan menggenggam tangan Vani. Vani memalingkan wajahnya ke sembarang tempat dengan air mata yang jatuh dari mata indahnya.
"Kaka pulang aja, Suruh Bunda buat kesini." Lirih Vani.
"yang? " Ucap Zyan mencoba mencari kesempatan untuk berbicara dengan istrinya.
"please, suruh Bunda kesini" Lirih Vani. Zyan yang mendengarkan nya pun merasa sakit dan kecewa pada dirinya sendiri.
"oke kalau itu mau kamu yang, Kaka akan pulang setelah Bunda kesini" Ucap Zyan mengalah mungkin Vani butuh waktu untuk berfikir.
45 Menit berlalu dan datang lah Rani dan Hendra yang sudah di telefon Zyan untuk menemani istrinya. Rani dan Hendra duduk di sofa yang ada di ruang rawat Vani.
"kamu ini gimana sih Van, orang ada Zyan ko suruh Bunda kesini" Ucap Rani kepada anaknya bukannya dia tidak mau menemani anaknya namun bila menantunya ada disini buat apa bisa bisa Rani dan Henra jadi obat nyamuk.
"Ka Zyan mau pulang Bunda" Ucap Vani agak sedikit menyindir agar Zyan segera pulang. Zyan yang merasa pun segera beranjak dari duduknya dan berpamitan.
"Kaka pulang dulu ya, jaga kesehatan, turutin kata Bunda, jangan lupa makan. Cepet sembub Sayang" Ucap Zyan sambil mencium kening Vani lama namun tetap saja Vani hanya bisa memalingkan wajahnya.
"Kaka Pulang" Ucap Zyan dan berjalan mendekat ke arah mertuanya untuk berpamitan.
"Yah, Bun Zyan pulang dulu ya. Tolong jagain Vani ya Yah, Bun." Pamit Zyan sedikit agak rela memang tapi mau bagaimana lagi.
"Zyan, boleh Ayah bicara sama kamu? " Tanya Hendra.
"boleh Yah" Ucap Zyan.
"ya udah jangan disini, kita keluar aja ya" Ucap Hendra sambil melangkah keluar kamar diikuti oleh Zyan yang berjalan di belakang Hendra. Sebelum benar benar keluar Zyan Sempatkan untuk menoleh ke arah Vani yang sedang menatap ke arah jendela.
"Ada apa Yah? " Tanya Zyan saat mereka sudah duduk di depan ruang rawat Vani.
"gini Ayah mau tetep fokus saja ke keadaan Vani, masalah siapa yang menabrak Vani biarkan Ayah sama Deddy mu saja yang mencari tahu. Dan Ayah tau kalian lg bertengkar kan. Perbaiki lah hubungan kalian" Ucap Hendra memberitahu dan memberi nasihat kepada Zyan.
"Ya Yah makasih udah mau bantu Zyan" Jawab Zyan kepada Ayah mertuanya.
"ya sudah Ayah ke dalam dahulu" Hendra beranjak dari duduknya dan memasuki ruang inap Vani.
Setelah ditinggal Hendra Zyan masih diam duduk di tempat semula sambil mengacak rambutnya frustasi karna memikirkan bagaimana caranya agar istrinya mau memaafkan dia. Masih sangat di ingit saat kejadian di kantor dulu saat Vani melihat kejadian yang seperti ini dan marahnya sampai berhari hari bahkan sampai pergi dari rumahnya dan sekarang kejadian sama terjadi lagi saat kondisi Vani seperti itu sungguh itu membuat Zyan frustasi.
Zyan memutuskan untuk pergi ke kantor dan melampiaskan amarahnya terhadap pekerjaan ya itu adalah salah satu cara terbaik dari pada dia harus pergi ke club dan minum minuman.
🔪🔪🔪
Sekarang di dalam kamar inap Vani hanya ada Hendra dan Rani yanh sedang duduk di salah satu sofa yang disediakan sedangkan Vani hanya diam memikirkan kejadian tadi banyak opini yang sedang bersarang di otak cantik Vani. Kenapa Zyan tega melakukan itu lagi, apa Zyan masih mencintai Tania dan masih banyak lagi pikirkan negatif Vani.
"Van? " Panggil Rani namun Vani tetap tidak menyahut.
"Vani?" tetap sama
"Stevani?!" Kali ini Rani memanggil dengan agak keras dan ya itu berhasil membuat Vani sadar dari lamunannya sontak Vani langsung memutar kepalanya ke arah Rani dengan wajah bingung.
"ya Bun" jawab Vani dengan nada kebingungan.
"Kamu kenapa sih, dari tadi bengong aja? " Tanya Rani yang menyadari gelagat aneh dari anaknya.
"gk kenapa napa kok Bun" Jawab Vani sengaja tidak memberi tahu tentang masalahnya karna tidak mau membuat orang tuanya khawatir.
"gk usah bohong kamu Van, Bunda tau kok kalau kamu lg ada masalah. Ya walaupun Bunda gk tau masalahnya apa. Tapi kalau memang betul kamu lagi punya masalah Bunda cuma mau bilang selesaikan masalah itu dengan baik gk usah emosi ya" Nasehat Rani terhadap putrinya.
"Iya Bun" Jawab Vani lesu.
🔪🔪🔪
Hay? Hay? hayyyy? Yeaaa akhirnya update juga dengan cerita yang ala kadarnya hehe 😁😁
Enjoy Reading ya.
Vote sama comment jangan lupa. Jangan jadi silent Reader's hargai karya penulis abal abal ini karna satu Vote atau comment kalian sangat berarti bagi penulis abal abal ini 😁. Thanks sampai ketemu du Bagian selanjutnya dadahh 🙋🙋
KAMU SEDANG MEMBACA
My Little Wife [COMPLETED]
Romance#46 IN ROMANCE [24.05.2017] Perjalanan cinta seorang CEO dengan seorang gadis yang baru berusia 17tahun. mereka menikah dengan dasar cinta tapi berbagai macam masalah dari masa lalu mereka muncul saat hidup mereka sudah bahagia, akankah mereka mampu...
![My Little Wife [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/83372483-64-k334369.jpg)